<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330</id><updated>2012-02-13T02:55:36.822+08:00</updated><category term='taubat'/><category term='wali'/><category term='Puteri Rasullulah'/><category term='anak soleh'/><category term='Hijrah'/><category term='wahyu'/><category term='ibu'/><category term='kisah'/><category term='keinsafan'/><category term='masa'/><category term='pengorbanan'/><category term='Bunga'/><category term='kasih sayang'/><category term='rahmat selepas kematian'/><category term='Rasullulah'/><category term='Perkahwinan Rasulullah'/><category term='Rasullulah wafat'/><category term='iman'/><category term='Redha'/><category term='amanah'/><category term='memuliakan tetamu'/><category term='alam yang dilalui manusia'/><category term='akhlak'/><category term='hari kebesaran islam'/><category term='solat'/><category term='mutiara'/><category term='Puasa'/><category term='akal untuk berfikir'/><title type='text'>Anugerah yang ku Terima</title><subtitle type='html'>Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang aku nyatakan dan apa yang aku rahsiakan, maka terimalah keuzuranku, Engkau mengetahui apa yang aku hajatkan,maka perkenankanlah, Engkau mengetahui dosa yang ada dalam diriku ini, maka ampunkanlah...
Wahai Tuhan, jadikan lah aku Hamba yang redha diatas apa yang Engkau telah Takdirkan buatku. Amin...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-7153871470756669969</id><published>2010-12-25T09:55:00.000+08:00</published><updated>2010-12-25T09:55:33.491+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>40 Tahun Berbuat Dosa</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TRVPBLheyhI/AAAAAAAAAYA/krLjhVo4J0Q/s1600/76053_125325877529056_108304072564570_153698_2351039_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TRVPBLheyhI/AAAAAAAAAYA/krLjhVo4J0Q/s1600/76053_125325877529056_108304072564570_153698_2351039_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-7153871470756669969?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/7153871470756669969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=7153871470756669969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7153871470756669969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7153871470756669969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/12/40-tahun-berbuat-dosa.html' title='40 Tahun Berbuat Dosa'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TRVPBLheyhI/AAAAAAAAAYA/krLjhVo4J0Q/s72-c/76053_125325877529056_108304072564570_153698_2351039_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-1888330056601255255</id><published>2010-10-25T10:27:00.002+08:00</published><updated>2010-10-25T11:32:55.330+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amanah'/><title type='text'>Jaafar Abu Talib diberi sayap syurga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:-C5QUIdxu1SVWM:b" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:-C5QUIdxu1SVWM:b" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;JAAFAR bin Abi Talib atau dikenali dengan gelaran Jaafar at- Taiyar merupakan sepupu kepada Rasulullah SAW. Beliau bukan sahaja mempunyai bentuk badan dan raut wajah yang menyerupai Rasulullah, malah perangainya juga seakan-akan sama dengan baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang pemuda yang jujur, amanah, bijak, dan termasuk salah seorang pelopor ternama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaafar memeluk Islam bersama-sama dengan isterinya Amma binti Umais pada hari yang sama. Mereka berdua bersama-sama menanggung segala pahit perit dengan ketabahan tanpa memikirkan bilakah penderitaan itu akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga telah menyertai rombongan awal kaum Muslimin untuk berhijrah ke Habsyah (Ethiopia) dan tinggal di sana selama beberapa tahun. Pasangan itu dikurniakan tiga orang anak iaitu Muhammad, Abdullah dan Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berada di Habsyah, Jaafar menjadi jurubicara yang lancar dan sopan sesuai dengan panji Islam yang dipegangnya. Itulah nikmat Allah yang tidak ternilai dikurniakan kepadanya. Ini berlaku semasa penghijrahan kaum Muslimin ke Habsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghijrahan itu membuatkan puak Quraisy berasa tidak senang hati. Maka mereka pun menghantar utusan untuk mempengaruhi dan memperdayakan pemerintah Ethiopia. Pemerintah Habsyah ketika itu bernama Najashi (Negus) yang menganut agama Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan puak Quraisy telah membawa banyak hadiah untuk memujuk pemerintah Habsyah agar tidak membenarkan kaum Muslimin tinggal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najashi sebagai pemerintah telah mengadakan satu pertemuan. Pertemuan itu dihadiri oleh kaum Muslimin, puak Quraisy dan pemimpin-pemimpin agama Najashi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itulah, puak Quraisy telah berkata: "Wahai Raja yang mulia, telah menyusur ke negeri paduka orang yang bodoh dan tolol. Mereka tinggalkan agama nenek moyang dan tidak pula menganut agama paduka, tetapi mereka membawa agama baru yang tidak pernah kami kenali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najashi pun bertanya kepada kaum Muslimin: "Agama apakah yang kamu bawa yang bukan agama kami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaafar pun bangkit berdiri dan menjawab dengan sopan serta lancar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya: "Wahai paduka yang mulia. Dahulu kami memang orang-orang bodoh dan jahil, kami menyembah berhala dan melakukan bermacam-macam perkara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi kini Allah SWT mengirimkan seorang rasul untuk membimbing kami ke jalan yang benar. Kami menerimanya dan oleh sebab itulah kaum kami memusuhi kami. Lantaran itulah kami berpindah ke negeri paduka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najashi pun bertanya lagi: "Apa pandangan kalian tentang Isa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaafar pun bangkit lagi: "Baginda ialah seorang hamba Allah dan Rasul-Nya serta kalimah-Nya yang ditiupkan kepada Maryam dan roh daripada-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, Najashi berpuas hati dan membenarkan mereka terus tinggal di Habsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaafar telah syahid ketika menyertai peperangan Muktah. Beliau berjuang hingga ke titisan darah yang terakhir. Walaupun beliau cedera, namun panji Islam masih tetap dipeluk kukuh di celah-celah pangkal dada dan lengannya. Pada waktu itu, kedua-dua belah tangannya telah pun putus dipotong oleh pihak musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau syahid, terdapat lebih 90 kesan tikaman pada seluruh badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyifatkan kedudukan Jaafar sebagai burung bersayap dua di syurga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-1888330056601255255?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/1888330056601255255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=1888330056601255255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1888330056601255255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1888330056601255255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/10/jaafar-abu-talib-diberi-sayap-syurga.html' title='Jaafar Abu Talib diberi sayap syurga'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-7297961213919627056</id><published>2010-10-23T21:36:00.000+08:00</published><updated>2010-10-23T21:36:22.918+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hijrah'/><title type='text'>Salman al-Farisy pencari kebenaran</title><content type='html'>بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ&lt;br /&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ladang kurma Salman Al-Farisi di Madinah&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TMLkGKVsTYI/AAAAAAAAAVo/Qqt1rN6_vhw/s1600/ladang+kurma+Salman+Al-Farisi+111.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TMLkGKVsTYI/AAAAAAAAAVo/Qqt1rN6_vhw/s320/ladang+kurma+Salman+Al-Farisi+111.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesiapa yang mencari kebenaran, pasti akan menemuinya. Kisah ini adalah kisah benar pengalaman seorang manusia mencari agama yang benar (hak), iaitu pengalaman Salman Al Farisy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita semak Salman menceritakan pengalamannya selama mengembara mencari agama yang hak itu. Dengan ingatannya yang kuat, ceritanya lebih lengkap, terperinci dan lebih terpercaya. seorang sahabat Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'Anhuma berkata, "Salman al-Farisi Radhiyallahu 'Anhu menceritakan biografinya kepadaku dari mulutnya sendiri. Kata Salman, "Saya pemuda Parsi, penduduk kota Isfahan, berasal dari desa Jayyan. Bapaku pemimpin Desa. Orang terkaya dan berkedudukan tinggi di situ. Aku adalah insan yang paling disayangi ayah sejak dilahirkan. Kasih sayang beliau semakin bertambah seiring dengan peningkatan usiaku, sehingga kerana teramat sayang, aku dijaga di rumah seperti anak gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengabdikan diri dalam Agama Majusi (yang dianut ayah dan bangsaku).  Aku ditugaskan untuk menjaga api penyembahan kami supaya api tersebut sentiasa menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku memiliki kebun yang luas, dengan hasil yang banyak. Kerana itu beliau menetap di sana untuk mengawasi dan memungut hasilnya. Pada suatu hari bapa pulang ke desa untuk menyelesaikan suatu urusan penting. Beliau berkata kepadaku, "Hai anakku! Bapa sekarang sangat sibuk. Kerana itu pergilah engkau mengurus kebun kita hari ini menggantikan Bapa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi ke kebun kami. Dalam perjalanan ke sana aku melalui sebuah gereja Nasrani. Aku mendengar suara mereka sedang sembahyang. Suara itu sangat menarik perhatianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku belum mengerti apa-apa tentang agama Nasrani dan agama-agama lain. Kerana selama ini aku dikurung bapa di rumah, tidak boleh bergaul dengan siapapun. Maka ketika aku mendengar suara mereka, aku tertarik untuk masuk ke gereja itu  dan mengetahui apa yang sedang mereka lakukan. Aku kagum dengan cara mereka bersembahyang dan ingin menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku, "Demi Allah! ini lebih bagus daripada agama kami."Aku tidak berganjak dari gereja itu sehinggalah petang. Sehingga aku terlupa untuk ke kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada mereka, "Dari mana asal agama ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Syam (Syria)," jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari senja, barulah aku pulang. Bapa bertanyakan urusan kebun yang ditugaskan beliau kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Wahai, Bapa! Aku bertemu dengan orang sedang sembahyang di gereja. Aku kagum melihat mereka sembahyang. Belum pernah aku melihat cara orang sembahyang seperti itu. Kerana itu aku berada di gereja mereka sampai petang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa menasihati akan perbuatanku itu. Katanya, "Hai, anakku! Agama Nasrani itu bukan agama yang baik. Agamamu dan agama nenek moyangmu (Majusi) lebih baik dari agama Nasrani itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Tidak! Demi Allah! Sesungguhnya agama merekalah yang lebih baik dari agama kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa khuatir dengan ucapanku itu. Dia takut kalau aku murtad dari agama Majusi yang kami anuti. Kerana itu dia mengurungku dan membelenggu kakiku dengan rantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku beroleh kesempatan, kukirim surat kepada orang-orang Nasrani minta tolong kepada mereka untuk memaklumkan kepadaku andai ada kafilah yang  akan ke Syam supaya memberitahu kepadaku. Tidak berapa lama kemudian, datang kepada mereka satu kafilah yang hendak pergi ke Syam. Mereka memberitahu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku berusaha untuk membebaskan diri daripada rantai yang membelengu diriku dan melarikan diri bersama kafilah tersebut ke Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana aku bertanya kepada mereka, "Siapa kepala agama Nasrani di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uskup yang menjaga "jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi menemui Uskup seraya berkata kepadanya, "Aku tertarik masuk agama Nasrani. Aku bersedia menjadi pelayan anda sambil belajar agama dan sembahyang bersama-sama anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Masuklah!" kata Uskup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk, dan membaktikan diri kepadanya sebagai pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama aku berbakti kepadanya, tahulah aku Uskup itu orang jahat. Dia menganjurkan jama'ahnya bersedekah dan mendorong umatnya beramal pahala. Bila sedekah mereka telah terkumpul, disimpannya saja dalam perbendaharaannya dan tidak dibahagi-bahagikannya kepada fakir miskin sehingga kekayaannya telah berkumpul sebanyak tujuh peti emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat membencinya kerana perbuatannya yang mengambil kesempatan untuk mengumpul harta dengan duit sedekah kaumnya. Tidak lama kemudian dia meninggal. Orang-orang Nasrani berkumpul hendak menguburkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata kepada mereka, 'Pendeta kalian ini orang jahat. Dianjurkannya kalian bersedekah dan digembirakannya kalian dengan pahala yang akan kalian peroleh. Tapi bila kalian berikan sedekah kepadanya disimpannya saja untuk dirinya, tidak satupun yang diberikannya kepada fakir miskin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya mereka, "Bagaimana kamu tahu demikian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Akan kutunjukkan kepada kalian simpanannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka, "Ya, tunjukkanlah kepada kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kuperlihatkan kepada mereka simpanannya yang terdiri dan tujuh peti, penuh berisi emas dan perak. Setelah mereka saksikan semuanya, mereka berkata, "Demi Allah! Jangan dikuburkan dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka salib jenazah uskup itu, kemudian mereka lempari dengan batu. Sesudah itu mereka angkat pendeta lain sebagai penggantinya. Akupun mengabdikan diri kepadanya. Belum pernah kulihat orang yang lebih zuhud daripadanya. Dia sangat membenci dunia tetapi sangat cinta kepada akhirat. Dia rajin beribadat siang malam. Kerana itu aku sangat menyukainya, dan lama tinggal bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ajalnya sudah dekat, aku bertanya kepadanya, "Wahai guru! Kepada siapa guru mempercayakanku seandainya guru meninggal. Dan dengan siapa aku harus berguru sepeninggalan guru?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, "Hai, anakku! Tidak seorang pun yang aku tahu, melainkan seorang pendeta di Mosul, yang belum merubah dan menukar-nukar ajaran-ajaran agama yang murni. Hubungi dia di sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala guruku itu sudah meninggal, aku pergi mencari pendeta yang tinggal di Mosul. Kepadanya kuceritakan pengalamanku dan pesan guruku yang sudah meninggal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pendeta Mosul, "Tinggallah bersama saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal bersamanya. Ternyata dia pendeta yang baik. Ketika dia hampir meninggal, aku berkata kepada nya, "Sebagaimana guru ketahui, mungkin ajal guru sudah dekat. Kepada siapa guru mempercayai seandainya  guru sudah tiada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, "Hai, anakku! Demi Allah! Aku tak tahu orang yang seperti kami, kecuali seorang pendeta di Nasibin. Hubungilah dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pendeta Mosul itu sudah meninggal, aku pergi menemui pendeta di Nasibin. Kepadanya kuceritakan pengalamanku serta pesan pendeta Mosul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pendeta Nasibin, "Tinggallah bersama kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku tinggal di sana, ternyata pendeta Nasibin itu memang baik. Aku mengabdi dan belajar dengannya sehinggalah beliau wafat. Setelah ajalnya sudah dekat, aku berkata kepadanya, "Guru sudah tahu perihalku maka kepada siapa harusku berguru seandainya guru meninggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, "Hai, anakku! Aku tidak tahu lagi pendeta yang masih memegang teguh agamanya, kecuali seorang pendeta yang tinggal di Amuria. Hubungilah dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi menghubungi pendeta di Amuria itu. Maka kuceritakan kepadanya pengalamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, "Tinggallah bersama kami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan petunjuknya, aku tinggal di sana sambil mengembala kambing dan sapi. Setelah guruku sudah dekat pula ajalnya, aku berkata kepadanya, "Guru sudah tahu urusanku. Maka kepada siapakah lagi aku akan anda percayai seandainya  guru meninggal dan apakah yang harus kuperbuat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, "Hai, anakku! Setahuku tidak ada lagi di muka bumi ini orang yang berpegang teguh dengan agama yang murni seperti kami. Tetapi sudah hampir tiba masanya, di tanah Arab akan muncul seorang Nabi yang diutus Allah membawa agama Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia akan berpindah ke negeri yang banyak pohon kurma di sana, terletak antara dua bukit berbatu hitam. Nabi itu mempunyai ciri-ciri yang jelas. Dia mahu menerima dan memakan hadiah, tetapi tidak mahu menerima dan memakan sedekah. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian. Jika engkau sanggup pergilah ke negeri itu dan temuilah dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pendeta Amuria itu wafat, aku masih tinggal di Amuria, sehingga pada suatu waktu segerombolan saudagar Arab dan kabilah "Kalb" lewat di sana. Aku berkata kepada mereka, "Jika kalian mahu membawaku ke negeri Arab, aku berikan kepada kalian semua sapi dan kambing-kambingku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab mereka, "Baiklah! Kami bawa engkau ke sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kuberikan kepada mereka sapi dan kambing peliharaanku semuanya. Aku dibawanya bersama-sama mereka. Sesampainya kami di Wadil Qura aku ditipu oleh mereka. Aku dijual kepada seorang Yahudi. Maka dengan terpaksa aku pergi dengan Yahudi itu dan berkhidmat kepadanya sebagai hamba. Pada suatu hari anak saudara majikanku datang mengunjunginya, iaitu Yahudi Bani Quraizhah, lalu aku dibelinya daripada majikanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpindah  ke Yastrib dengan majikanku yang baru ini. Di sana aku melihat banyak pohon kurma seperti yang diceritakan guruku, Pendeta Amuria. Aku yakin itulah kota yang dimaksud guruku itu. Aku tinggal di kota itu bersama majikanku yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Nabi yang baru diutus sudah muncul. Tetapi baginda masih berada di Makkah menyeru kaumnya. Namun begitu aku belum mendengar apa-apa tentang kehadiran serta da'wah yang baginda sebarkan kerana aku terlalu sibuk dengan tugasku sebagai hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, Rasulullah saw. berpindah ke Yastrib. Demi Allah! Ketika itu aku sedang berada di puncak pohon kurma melaksanakan tugas yang diperintahkan majikanku. Dan majikanku itu duduk di bawah pohon. Tiba-tiba datang anak saudaranya mengatakan, "Biar mampus Bani Qaiah!( kabilah Aus dan Khazraj) Demi Allah! Sekarang mereka berkumpul di Quba' menyambut kedatangan lelaki dari Makkah yang mendakwa dirinya Nabi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapannya itu badanku terasa panas dingin seperti demam, sehingga aku menggigil kerananya. Aku kuatir akan jatuh dan tubuhku akan menimpa majikanku. Aku segera turun dari puncak pohon, lalu bertanya kepada tamu itu, "Apa kabar anda? Cubalah khabarkan kembali kepadaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majikanku marah dan memukulku seraya berkata, "Ini bukan urusanmu! Kerjakan tugasmu kembali!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya aku mengambil buah kurma seberapa banyak yang mampu kukumpulkan. Lalu kubawa ke hadapan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku "Aku tahu tuan orang soleh. Tuan datang bersama-sama sahabat  tuan sebagai perantau. Inilah sedikit kurma dariku untuk sedekahkan kepada tuan. Aku lihat tuanlah yang lebih berhak menerimanya daripada yang lain-lain." Lalu aku hulurkan kurma itu ke hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda berkata kepada para sahabatnya, "silakan kalian makan,...!" Tetapi baginda tidak menyentuh sedikit pun makanan itu apalagi untuk memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata dalam hati, "Inilah satu di antara ciri cirinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku pergi meninggalkannya dan kukumpulkan pula sedikit demi sedikit kurma yang terdaya kukumpulkan. Ketika Rasulullah saw. pindah dari Quba' ke Madinah, kubawa kurma itu kepada baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku, "Aku lihat tuan tidak mahu memakan sedekah. Sekarang kubawakan sedikit kurma, sebagai hadiah untuk tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. memakan buah kurma yang kuhadiahkan kepadanya. Dan baginda mempersilakan pula para sahabatnya makan bersama-sama dengannya. Kataku dalam hati, "ini ciri kedua!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kudatangi baginda di Baqi', ketika baginda menghantar jenazah sahabat baginda untuk dimakamkan di sana. Aku melihat baginda memakai dua helai kain. Setelah aku memberi salam kepada baginda, aku berjalan mengekorinya sambil melihat ke belakang baginda untuk melihat tanda kenabian yang dikatakan guruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya baginda mengetahui maksudku. Maka dijatuhkannya kain yang menyelimuti belakangnya, sehingga aku melihat dengan jelas tanda kenabiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah aku yakin, dia adalah Nabi yang baru diutus itu. Aku terus memeluk bagindanya, lalu kuciumi dia sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Rasulullah, "Bagaimana khabar Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kuceritakan kepada beliau seluruh kisah pengalamanku. Beliau kagum dan menganjurkan supaya aku menceritakan pula pengalamanku itu kepada para sahabat baginda. Lalu kuceritakan pula kepada mereka. Mereka sangat kagum dan gembira mendengar kisah pengalamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagilah Salman Al-Farisy yang telah berjuang mencari agama yang hak di setiap tempat. Berbahagialah Salman yang telah menemukan agama yang hak, lalu dia iman dengan agama itu dan memegang teguh agama yang diimaninya itu. Berbahagialah Salman pada hari kematiannya, dan pada hari dia dibangkitkan kembali kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman sibuk bekerja sebagai hamba. Dan kerana inilah yang menyebabkan Salman terhalang mengikuti perang Badar dan Uhud. "Rasulullah saw. suatu hari bersabda kepadaku, "Mintalah kepada majikanmu untuk bebas, wahai Salman!" Maka majikanku membebaskan aku dengan tebusan 300 pohon kurma yang harus aku tanam untuknya dan 40 uqiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw. mengumpulkan para sahabat dan bersabda, "Berilah bantuan kepada saudara kalian ini." Mereka pun membantuku dengan memberi pohon (tunas) kurma. Seorang sahabat ada yang memberiku 30 pohon, atau 20 pohon, ada yang 15 pohon, dan ada yang 10 pohon, setiap orang sahabat memberiku pohon kurma sesuai dengan kadar kemampuan mereka, sehingga terkumpul benar-benar 300 pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terkumpul Rasulullah saw. bersabda kepadaku, "Berangkatlah wahai Salman dan tanamlah pohon kurma itu untuk majikanmu, jika telah selesai datanglah kemari aku akan meletakkannya di tanganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menanamnya dengan dibantu para sahabat. Setelah selesai aku menghadap Rasulullah saw. dan memberitahukan perihalku, Kemudian Rasulullah saw. keluar bersamaku menuju kebun yang aku tanami itu. Kami dekatkan pohon (tunas) kurma itu kepada baginda dan Rasulullah  saw. pun meletakkannya di tangan baginda. Maka, demi jiwa Salman yang berada di tanganNya, tidak ada sebatang pohon pun yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tebusan pohon kurma sudah dipenuhi, aku masih mempunyai tanggungan wang sebesar 40 uqiyah. Kemudian Rasulullah  saw. membawa emas sebesar telur ayam hasil dari rampasan perang. Lantas baginda bersabda,  "Apa yang telah dilakukan Salman al-Farisi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku dipanggil baginda, lalu baginda bersabda,  "Ambillah emas ini, gunakan untuk melengkapi tebusanmu wahai Salman!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah saw., bagaimana status emas ini bagiku? Soalku inginkan kepastian daripada baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Ambil saja! Insya Allah, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberi kebaikan kepadanya." Kemudian aku menimbang emas itu. Demi jiwa Salman yang berada di tanganNya, berat ukuran emas itu 40 uqiyah. Kemudian aku penuhi tebusan yang harus aku serahkan kepada majikanku, dan aku dimerdekakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku turut serta bersama Rasulullah saw. dalam perang Khandaq, dan sejak itu tidak ada satu peperangan yang tidak aku ikuti.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ahmad, 5/441; ath-Thabrani dalam al-Kabir(6/222); lbnu Sa'ad dalamath-Thabagat, 4/75; al-Balhaqi dalam al-kubra, 10/323.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-7297961213919627056?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/7297961213919627056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=7297961213919627056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7297961213919627056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7297961213919627056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/10/salman-al-farisy-pencari-kebenaran.html' title='Salman al-Farisy pencari kebenaran'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TMLkGKVsTYI/AAAAAAAAAVo/Qqt1rN6_vhw/s72-c/ladang+kurma+Salman+Al-Farisi+111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-8741327341645206248</id><published>2010-06-25T10:29:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T10:29:58.773+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keinsafan'/><title type='text'>KETIKA BERPISAHNYA ROH DARI JASAD</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TCQUmWEidJI/AAAAAAAAAOA/q7mBzR15jEE/s1600/tulip.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TCQUmWEidJI/AAAAAAAAAOA/q7mBzR15jEE/s320/tulip.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, "Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba  Rasulullah s.a.w. datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah.  Rasulullah s.a.w. bersabda, "Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin." Maka  Rasulullah s.a.w. duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda. Baginda s.a.w. terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah s.a.w. bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!" Rasulullah s.a.w. bertanya lagi: "Itu juga termasuk hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersabda Rasulullah s.a.w.: "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang memandikan masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan."Di kala itu rohnya memanggil, ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh," Dan jika mereka memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku sehingga aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidakakan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-8741327341645206248?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/8741327341645206248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=8741327341645206248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8741327341645206248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8741327341645206248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/06/ketika-berpisahnya-roh-dari-jasad.html' title='KETIKA BERPISAHNYA ROH DARI JASAD'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TCQUmWEidJI/AAAAAAAAAOA/q7mBzR15jEE/s72-c/tulip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-6540302486819461155</id><published>2010-06-24T18:15:00.000+08:00</published><updated>2010-06-24T18:15:28.952+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Kerana Seekor  Semut , Sarang di Bakar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TCMwKnL3zEI/AAAAAAAAAN4/cB8GxuHncOw/s1600/semut-oh-semut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TCMwKnL3zEI/AAAAAAAAAN4/cB8GxuHncOw/s320/semut-oh-semut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Nabi yang Membakar Sarang Semut &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merosakan alam adalah tidak disukai oleh Allah, bahkan merosak pohon-pohon  dan haiwan-haiwan juga tidak boleh. Oleh karena itu, Allah melarang berbuat kerosakan di muka bumi. Di antara pengurusan itu adalah pengurusan terhadap tanaman dan binatang. Pada hari kiamat seorang hamba akan ditanya tentang burung kecil yang dibunuhnya tanpa alasan yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini adalah apa yang disampaikan oleh Rasulullah tentang teguran Allah kepada salah seorang nabi-Nya. Para nabi memiliki tempat tersendiri di sisi Allah, tetapi ini tidak menghalangi untuk meluruskan mereka jika tindak tanduk mereka keliru walaupun itu remeh. Benar, Allah menegur Nabi atas tindakannya yang membakar sebuah sarang semut, hanya karena seekor semut menggigitnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teks Hadis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sahih Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Seorang nabi singgah di bawah pohon, dia digigit oleh seekor semut. Dia memerintahkan agar barang bawaannya dijauhkan dari bawah pohon itu. Lalu dia memerintahkan agar sarang semut itu dibakar. Maka Allah mewahyukan kepadanya, 'Mengapa tidak hanya satu ekor semut saja?'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim dari Abu  Hurairah, "Bahwasanya seekor semut menggigit salah seorang Nabi, maka dia memerintahkan agar sarang semut dibakar. Allah pun mewahyukan kepadanya, 'Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut lalu kamu  membinasakan sebuah umat yang ber-tasbih.'"&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Takhrij Hadis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitab Bad'il Khalqi, bab jika lalat jatuh di bejana, 6/356, no. 3219.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabus Salam, bab larangan membunuh semut, 4/1759, no. 2241.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Hadis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyampaikan  kepada kita bahwa salah seorang nabi Allah singgah  di bawah pohon. Sepertinya dia berteduh dari panas matahari untuk beristirahat dari lelahnya perjalanan. Di dekat dia berteduh terdapat sebuah sarang semut. Mungkin singgahnya nabi ini bersama teman-temannya di bumi semut mengganggu mereka. Biasanya semut melawan orang yang mengganggunya  dan merosak ketenangannya. Seekor semut datang dan menggigit nabi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nabi adalah manusia. Dia pun marah seperti mereka. Kadang-kadang dia melakukan tindakan spontan yang membuatnya menyesal setelah itu dan dia disalahkan karenanya. Di antaranya adalah tindakan Nabi ini. Dia marah kepada seekor semut beserta teman-temannya. Dia bertekad menghukum seluruh sarang semut. Dia memerintahkan pengikutnya agar menjauhkan barangnya dari bawah pohon itu, kemudian dia menyalakan  api di sarang semut. Maka semut-semut yang sedang berjalan-jalan di sarang dan di sekelilingnya terbakar dan panas api itu sampai kepada semut-semut yang berada di lubangnya di dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan menuntut orang yang tidak bersalah, tidak boleh dihukum karena kesalahan orang lain. Yang menggigit nabi ini hanyalah seekor semut. Jika memang mesti dihukum, maka semestinya yang dihukum hanyalah semut tersebut bukan yang lain. Nabi kita mengajarkan kepada kita bahwa kita berhak melawan orang atau haiwan yang menyerang kita, walaupun haiwan itu adalah haiwan jinak. Semut ini menyerang dan menggigit. Jika orang yang digigitnya menghukumnya, maka dia tidak disalahkan. Adapun menghukum semua semut yang ada di sarang itu dan membakar mereka dengan api, ini bukanlah suatu keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut adalah makhluk ciptaan Allah. Mereka bertasbih dan mensucikan Allah seperti haiwan-haiwan  yang lain. Manusia tidak boleh menyerangnya, kecuali jika mereka menyakitinya. Oleh karena itu, Allah menyalahkan nabi itu dan mencelanya karena dia menghukum melampaui batas. Dia menghukum semut yang tidak bersalah karena kesalahan seekor semut. Dia membunuh umat yang bertasbih kepada Allah. Dan Allah telah berfirman kepadanya untuk menegurnya, "Mengapa tidak hanya satu semut saja? Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut, kamu membinasakan umat yang bertasbih kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terdidik untuk merasa bersalah jika membunuh seekor semut, dia tidak mungkin setelah itu membunuh manusia tanpa salah dan tanpa alasan yang benar. Dia akan menjadi contoh mulia yang menjaga nyawa hamba-hamba Allah sebagaimana dia menjaga tanaman dan haiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak boleh membunuh semut, sebagaimana tidak boleh membunuh binatang lain, kecuali binatang yang menyerang dan mengganggu. Dalam sebuah hadis terdapat larangan membunuh semut, tawon, hud-hud, dan shurad. (Shurad adalah burung berkepala besar dan berparuh besar, perutnya putih, punggungnya hijau, memangsa serangga dan burung kecil, pent.). Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad shahih di atas syarat Bukhari Muslim (Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 14/399). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikecualikan dari larangan membunuh binatang adalah binatang fawasiq yang berjumlah lima, baik dibunuh di daerah halal maupun di daerah haram. Fawasiq yang berjumlah lima ini sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari dalam Shahih-nya adalah tikus, kalajengking, burung gagak, rajawali, dan anjing penggigit. (Shahih Bukhari, 6/355, no. 3314. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelima haiwan fawasiq ini Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam juga memerintahkan membunuh cicak. Beliau menyatakan bahwa membunuhnya adalah berpahala. (lihat hadis-hadis yang memerintahkan membunuhnya dalam Shahih Muslim, 4/1757, no. 2237-2240). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga beliau memerintahkan membunuh ular, kecuali ular rumah yang tidak dibunuh hingga diperingatkan tiga kali; jika setelah itu masih terlihat di rumah, maka bunuhlah. Dan dikecualikan dari ini adalah dua macam ular, yaitu ular berekor pendek dan ular dengan dua garis putih di punggungnya. Keduanya dibunuh secara mutlak walaupun tinggal di rumah, karena keduanya bisa menyebabkan keguguran dan kebuataan. (lihat hadis-hadis tentang ular dalama Shahih Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membakar makhluk hidup tidak dibolehkan dalam syariat kita. Nabi menjelaskan alasan larangan ini, yaitu bahawa yang berhak mengadzab dengan api hanyalah pemilik api. Dan ini mungkin dibolehkan di dalam syariat sebelum kita, karenanya Nabi ini membakar sarang semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Semut bertasbih kepada Allah sebagaimana dinyatakan dalam hadis. Allah telah memberitakan bahwa segala sesuatu bertasbih dengan memuji Allah, "Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (Al-Isra: 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hadis ini menyampaikan bahawa semut adalah sebuah umat. Allah telah memberitakakan bahawa makhluk-makhluk, burung-burung dan haiwan-haiwan, semuanya adalah umat seperti kita. "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat juga seperti kamu." (Al-An'am 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian-kajian modern telah sampai pada hakikat ini melalui pengamatan, penelitian, dan pemikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 200-204.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-6540302486819461155?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/6540302486819461155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=6540302486819461155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6540302486819461155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6540302486819461155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/06/kerana-seekor-semut-sarang-di-bakar.html' title='Kerana Seekor  Semut , Sarang di Bakar'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/TCMwKnL3zEI/AAAAAAAAAN4/cB8GxuHncOw/s72-c/semut-oh-semut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-8604043776190803702</id><published>2010-05-09T07:00:00.000+08:00</published><updated>2010-05-09T07:00:12.238+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><title type='text'>SAAD BIN ABI WAQQASH DAN IBUNYA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S-XsuWpnWVI/AAAAAAAAANw/l1xpw5_kkhs/s1600/17317z.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S-XsuWpnWVI/AAAAAAAAANw/l1xpw5_kkhs/s320/17317z.jpg" width="293" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pemuda berusia tujuh belas tahun menceritakan kisah  keislamannya.  Saad bin Abi Waqqash nama pemuda itu. Ia berkata Pada suatu malam di  tahun ini saya bermimpi seolah-olah tenggelam di dalam kegelapan yg  bertumpuk-tumpuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya terbenam di dalam kegelapan itu tiba-tiba  ada cahaya bulan yg menerangiku. Saya kemudian mengikuti arah cahaya itu  dan saya dapati di sana ada sekelompok manusia di antara mereka  terdapat Zaid bin Haritsash Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Ash-Shidiq.  Saya bertanya Sejak kapan kalian ada di sini? Mereka menjawab Satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala siang telah muncul saya mendengar suara dakwah Muhammad saw. Kepada Islam. Saya meyakini bahwa saya sekarang berada di dalam  kegelapan dan dakwah Muhammad saw. adl cahaya itu. Maka saya pun  mendatangi Muhammad dan aku dapati orang-orang yg kujumpai dalam mimpi  ada di samping beliau. Maka aku pun masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkal ibu Sa’ad mengetahui hal ini dia mogok makan dan minum padahal  Sa’ad sangat berbakti kepadanya sehinga dia merayunya tiap waktu  mengharapkannya utk mau makan walau hanya sedikit tapi ibunya menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala Sa’ad melihat ibunya tetap teguh berpendirian dia berkata  kepadanya Wahai ibu! Sesungguhnya saya sangat cinta kepadamu namun saya  lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah seadainya engkau mempunyai  seratus nyawa lalu keluar dari dirimu satu persatu aku tidak akan  meninggalkan agamaku ini demi apapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala sang ibu melihat keteguhan hati anaknya dia pun menyerah lalu  kembali makan dan minum meskipun tidak suka. Allah kemudian menurunkan  ayat tentang mereka yg artinya "Jika keduanya memaksamu utk  mempersekutukan dgn Aku sesuatu yg tidak ada pengetahuanmu tentang itu  maka janganlah kaum mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanaya di  dunia dgn baik." {Luqmaan  15} &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah yg Maha Agung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-8604043776190803702?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/8604043776190803702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=8604043776190803702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8604043776190803702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8604043776190803702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/05/saad-bin-abi-waqqash-dan-ibunya.html' title='SAAD BIN ABI WAQQASH DAN IBUNYA'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S-XsuWpnWVI/AAAAAAAAANw/l1xpw5_kkhs/s72-c/17317z.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-5335338695573269032</id><published>2010-05-05T18:33:00.000+08:00</published><updated>2010-05-05T18:33:33.454+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>DOA SEORANG IBU MISKIN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S-FJaV643DI/AAAAAAAAANg/Xi8LzxXKxqE/s1600/IBU+DENGAN+ANAK.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="286" src="http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S-FJaV643DI/AAAAAAAAANg/Xi8LzxXKxqE/s320/IBU+DENGAN+ANAK.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Semasa kerajaan Bani Umaiyah  berkuasa di bawah pemerintahan Khalifah Mu'awiyah&amp;nbsp; bin Abu Sufyan, terdapat  seorang janda daripada keturunan Nabi Muhammad Sallallahu `alaihi wasallam. Dia mempunyai tiga orang anak perempuan yang masih&amp;nbsp; kecil dalam&amp;nbsp; kedaaan hidupnya sangat dhaif dan menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Pada suatu hari anak-anaknya  menangis tidak berhenti-henti, kerana tidak tahan&amp;nbsp; lagi menanggung kelaparan.  Sudah puas ibunya memujuk menyuruh&amp;nbsp; bersabar namun anak-anak itu terus  menangis dengan kuatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tunggulah sampai besok nak,  nanti ibu akan pergi ke pejabat kadi bertemu tuan hakim meminta sesuatu  daripada harta Baitulmal' mudah-mudahan dia menghulurkan sedikit bantuan untuk kita. " Ujar ibu itu berjanji mengharapkan&amp;nbsp; anak-anaknya akan diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Maka pada keesokan harinya,  pagi-pagi lagi ibu tadi beserta anak-anak itu datang ke pejabat tuan hakim.  Setelah agak lama menunggu, barulah tuan hakim datang. Melihat ibu&amp;nbsp; dan anak-anak kecil berada di hadapan pejabatnya, tuan hakim bertanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Ada apa kamu sekalian menunggu  di sini ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tuan Hakim ! Kami sudah lama tidak menjamah makanan. Saya sendiri bolehlah tahan, tapi anak-anak  kecil ini tidak sanggup menahan lapar, jadi kami datanglah ke mari moga-moga Tuan  dapat memberikan sedikit sedekah kepada kami." Kata ibu tadi mengharap belas kasihan daripada tuan hakim itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Baiklah, hari ini kembalilah  dulu ! Besok aku akan berikan kamu sesuatu," tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Wajah ibu itu ceria sedikit  bila mengetahui bantuan yang diharap-harapkan itu akan diterimanya esok. Tapi  bila memikirkan keadaan anak-anaknya yang sedang kelaparan itu maka timbul di  hatinya untuk merayu kepada tuan hakim itu supaya bantuan itu diberikan pada  hari itu juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tuan Hakim ! Terima kasih  banyak di atas pertimbangan Tuan yang baik itu, tapi alangkah baiknya kalau  bantuan itu diberikan sekarang ini juga kerana anak-anakku sedang kelaparan." Ibu  itu merayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Sudahlah, bukankah aku sudah katakan besok saja, aku baru saja datang, takkan hendak menyelesaikan  urusan kamu dahulu. "Sergah tuan hakim sambil minta si ibu itu keluar dari biliknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Ibu itu menarik tangan anaknya  untuk pulang, namun anak yang tidak&amp;nbsp; mengerti itu lebih kuat lagi tangisannya kerana dillihatnya tidak ada sesuatu yang diberikan oleh tuan hakim itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tuan hakim tak bagi kita  apa-apa ibu? "Tanya anaknya yang agak besar itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tuan hakim sibuk hari ini nak, besok dia akan berikan sesuatu kepada kita." Pujuk si ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Pada malam itu dia terpaksa  mencari jalan untuk mententeramkan anak-anaknya agar tidak terus menangis&amp;nbsp; dan meyakinkan bahawa mereka pasti dapat bantuan daripada harta Baitulmal  pada keesokan harinya. Namun anak-anak yang belum faham itu terus bertanya&amp;nbsp; kenapa mesti kena tunggu besok kalau tuan hakim betul-betul mahu bantu. Bagaimanapun akhirnya mereka semua tertidur di dalam keadaan perut yang  kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Pada keesokan paginya , ibu itu  pergi seorang diri ke pejabat tuan hakim sementara anak-anaknya  ditinggalkannya di rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Assalamualaikum Tuan Hakim, " ibu itu memulakan bicaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Ah, pagi-pagi buta begini  engkau sudah sampai ke mari, ada apa ? "Bentak tuan hakim pura-pura bertanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Bukankah Tuan Hakim suruh saya  datang hari ini kerana bantuan yang Tuan janjikan iru ? Kata ibu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Bantuan yang aku janjikan ?  Eh... aku tak pernah berjanji kepada sesiapa pun." Kata tuan hakim dengan nada sombong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Bukankah saya yang datang kelmarin dengan anak-anak dan Tuan hakim menyuruh...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Belum sempat ibu itu  menghabiskan bicaranya untuk mengingatkan tuan hakim tentang janjinya, tiba-tiba tuan  hakim dengan nada keras dan suaranya yang tinggi memerintah&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengawalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Hei pengawal ! Halau perempuan ini dari sini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Wahai Tuan hakim! kenapakah  tuan bersikap zalim begini ?" Kata ibu dengan marah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Ah.... pergi saja dari sini, jangan bising-bising, buang masa&amp;nbsp; saja." Perintah Tuan hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Dengan penuh perasaan malu, ibu  itu keluar dari pejabat tuan hakim sambil menahan tangisannya. Dia tidak  mahu menunjukkan dirinya rendah dan hina seperti seorang pengemis yang sudah  tidak punya pendirian lagi. Dia tahu dirinya dari keturunan mulia, dari anak  cucu Rasulullah &lt;i&gt;Sallallahu `alaihi wasallam &lt;/i&gt;yang mesti menjaga harga  diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Ibu itu cepat-cepat  meninggalkan tempat itu dengan fikirannya yang berkecemuk memikirkan nasib malang yang  menimpa dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Apa yang akan aku katakan  kepada anak-anakku yang sedang menunggu di rumah ? Aku katakan tuan hakim itu  telah memungkiri janjinya ? Manalah anak-anak kecil itu tahu alasan-alasan  seperti itu. " Bisik ibu itu di dalam hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Dia kemudian memesongkan&amp;nbsp;  kakinya ke haluan jalan di mana terdapat sederetan rumah-rumah buruk yang sudah  tidak berpenghuni lagi dan duduk di salah satu anak tangga di situ. Dia terus  menangis sekuat-kuat hatinya sambil mengeluh : "Wahai Tuhanku! Apa yang akan aku katakan kepada anak-anakku yang sedang menunggu?&amp;nbsp; Aku tidak sanggup lagi melihat mereka menangis kerana kelaparan. Aku tidak dapat menipu mereka  lagi dengan alasan-alasan yang tidak benar ! Tuhanku ! Berilah aku jalan  keluar daripada kesempitan ini! Aku sendiri pun sudah tidak larat lagi  menanggungnya, apatah lagi anak-anakku yang kecil yang belum tahu apa-apa pun!" Ibu itu mengadu kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Ibu&amp;nbsp; itu terus menangis dan merintih mengenangkan kesempitan hidupnya yang selalu sangat di dalam  kelaparan dan dipandang hina oleh masyarakat setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Sedang dia menangis tiba-tiba  lalu dihadapannya dua orang pemuda yang kebetulan tadi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;sempat mendengar  keluhan dan tangisannya, lalu menegur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Wahai ibu, jangan takut.... kenapa ibu menangis di sini ? "Tanya pemuda itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Wahai orang muda, kamu siapa ? Dan kenapa kamu datang ke sini ? "Ujar ibu itu pula sambil mengesatkan airmata dengan tangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Nama saya Saiduq, berbangsa Nasrani dan beragama Masihi. Semua orang kenal saya di sini, dan ini  pengawal saya. "Kata pemuda itu sambil menunjukkan pengawalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Saiduq, saudagar Nasrani yang kaya raya itu ke ? "Tanya ibu itu yang pernah mendengar cerita tentang kekayaan Saiduq sebelum ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Kenapa ibu menangis di sini ? "Tanya Saiduq tanpa menghiraukan pertanyaan ibu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tak ada apa-apa. "Jawab ibu itu cuba menyembunyikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tak ada apa-apa takkan  menangis ? Cuba ceritakan ! "Desak Saiduq lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Setelah didesak berkali-kali akhirnya&amp;nbsp; ibu itu pun menceritakan nasibnya&amp;nbsp; yang malang itu dan bagaimana dia hidup menderita kesusahan menanggung tiga orang anaknya  yang masih&amp;nbsp; kecil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Diceritakan juga apa yang berlaku di antaranya dengan tuan hakim yang sombong itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Saya faham, ibu jangan  menangis lagi ! "kata Saiduq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Kemudian Saiduq menyuruh  perempuan itu kembali dulu ke rumah dan menunggu bantuan yang akan dikirimkan  kepadanya lalu memanggil pengawalnya dan berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Pengawal ! Berikan perempuan  itu seribu dinar (nilai yang sangat tinggi waktu itu). Kemudian belikan dia  dan anak-anaknya pakaian dan segala keperluan rumahnya sekarang juga!  "Perintah Saiduq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Ibu itu terkejut melihat  seorang Nasrani yang&amp;nbsp; begitu murah hati terhadap orang yang susah&amp;nbsp; dan menderita&amp;nbsp; sepertinya. Dia tidak dapat mengatakan betapa terima kasihnya terhadap orang yang bertimbang rasa itu. Meskipun dia bukan seorang  muslim, namun dia tetap seorang manusia yang mempunyai perasaan terhadap insan  yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Orang suruhan Saiduq itu segera  pergi ke pasar untuk membeli makanan, buah-buahan dan segala keperluan dapur  yang diperlukan oleh sebuah rumah,&amp;nbsp; di samping pakaian untuk ibu dan anak-anaknya. Kesemuanya disampaikannya pada hari itu juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Anak-anaknya bergembira melihat barang-barang yang belum pernah dilihatnya seumur hidup. Ibu itu juga  turut gembira, dan mulai hari itu&amp;nbsp; dia tidak menangis&amp;nbsp; lagi. Dalam tangannya sudah ada serbu dinar yang cukup untuk menjamin hidupnya&amp;nbsp; dua atau tiga tahun lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Sampaikan salam ku kepada  Saiduq serta ucapan terima kasih banyak kepadanya",&amp;nbsp; kata ibu itu kepada pengawal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Kemudian ibu itu pun berdoa  kepada Allah: "Ya Allah ! Ya Tuhanku ! Berikanlah&amp;nbsp; si Saiduq itu taufiq dan hidayat&amp;nbsp; untuk memeluk Islam, dan berikanlah dia daripada kenikmatanMu  di syurga!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Sementara itu pada suatu malam  tuan hakim yang sombong itu telah bermimpi melihat seolah-olah dia sedang&amp;nbsp; berada di Hari Kiamat. Manusia terlalu sibuk waktu itu, masing-masing  mencari perlindungan mengikut amalan di dunia.&amp;nbsp; Tuan hakim dibawa malaikat  menuju ke syurga. Kemudian di dalam syurga itu dia dibawa masuk ke dalam sebuah  gedung besar yang tinggi, indah permai penuh dengan ukiran mas merah,  tingkapnya daripada mutiara putih yang berkilau-kilauan. Di suatu tingkap di situ  berdiri sekumpulan bidadari yang bercahaya lebih terang daripada cahaya  matahari, dan lebih menarik dan cantik daripada cahaya bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Apabila tuan hakim tiba disitu,  semua bidadari itu bertempik di mukanya: "Orang yang tidak tahu diuntung !  Orang yang dalam kerugian ! Dulu kami semua adalah kepunyaanmu, dan gedung ini  pula adalah milikmu. Tetapi sekarang sudah bertukar, alangkah malangnya  nasibmu. Semuanya ini, termasuk kami bidadari akan menjadi hak milik Saiduq, seorang&amp;nbsp; berbangsa Nasrani itu. Sekarang pergi dari sini, kami bukan hak milik kamu lagi. Tempat yang layak bagi kamu adalah neraka." Kata suara tempikan yang sangat dahsyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Kemudian tuan hakim itu dibawa  pula ke dalam neraka, dan ditunjukkan tempatnya di situ. Pada saat itulah tuan  hakim itu tersedar daripada mimpinya. Dia terperanjat&amp;nbsp; dan merasa takut sekali.  Dia tidak dapat tidur pada malam itu sampai ke pagi&amp;nbsp; memikirkan mimpinya  yang menakutkan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Pada keesokan paginya, tuan  hakim bergegas&amp;nbsp; ke rumah Saiduq. Saiduq&amp;nbsp; berbangga&amp;nbsp; kerana tuan hakim datang ke rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tuan Hakim masuk ke dalam  rumahnya lalu bertanya: "Ada apa-apa tak kebaikan yang kau lakukan semalam? "Tanya tuan hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Saya memang suka membuat kebaikan," jawabnya. Kebaikan yang macam mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tanya&amp;nbsp; Saiduq kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Kebaikan apa saja, cuba terangkan!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Malam tadi saya menjamu kawan-kawan minum arak, dan saya minum lebih sedikit, maka saya mabuk,  saya tidak ingat apa-apa." Saiduq memberitahu tuan hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Aku tidak mahu tahu dosa yang  kau buat itu, yang aku maksudkan kebaikan apa yang kau buat untuk orang  lain, cuba ingat," tuan hakim naik darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Setelah diingati betul-betul  maka teringatlah Saiduq bahawa beberapa hari yang lalu dia telah&amp;nbsp; menolong seorang perempuan dan anak-anaknya yang di dalam kesusahan dan  kelaparan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Barangkali kebaikan yang aku lakukan&amp;nbsp; terhadap seorang perempuan yang mempunyai tiga anak kecil jika tidak salah aku! "terang Saiduq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Ya...ya, itulah dia "pintas tuan hakim tidak sabar. "Apa yang kau berikan kepadanya ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Apakah salah, jika aku berikan sesuatu kepadanya ? "Tanya Saiduq lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Bukan begitu, tetapi aku  hendak tahu, apa yang kau berikan kepadanya, dan bagaimana kau boleh bertemu dengannya", kata tuan hakim lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Oh.... begitu ! Baiklah, mula-mula saya jumpa perempuan itu di deretan rumah-rumah yang roboh  sambil menangis. Saya kasihan kepadanya, tanpa diminta saya berikan makanan,  pakaian dan segala keperluannya serta anak-anaknya,"kata Saiduq sungguh-sungguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Itu sajakah yang kau beri? "Tanya tuan hakim lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Ada lagi, "Jawab Saiduq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Apa dia? "Tanya tuan hakim memaksa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Saya beri dia seribu dinar  untuk keperluan hidupnya. Saya berikan itu kerana Allah, saya kasihan  kepadanya dan anak-anaknya,"Saiduq cerita kesemuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tuan hakim termenung sebentar  kerana mengenangkan peristiwa yang berlaku antaranya dengan perempuan itu  sebelum ini. Dihatinya sungguh menyesal perbuatannya yang angkuh itu yang menyebabkan  beliau diperlihatkan bakal kehilangan segala-galanya di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tapi, saya ingin tahu juga apa sebabnya tuan hakim datang ke rumah saya pagi-pagi begini semata-mata  hanya hendak bertanya perkara ini ? "Tanya Saiduq menduga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tuan hakim masih termenung,  kemudian tunduk. Pada wajahnya ternyata seperti&amp;nbsp; seorang yang sedang memikirkan sesuatu dan tampak sedih sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Begini Saiduq, malam tadi aku bermimpi yang sungguh menyedihkan. "Kata tuan hakim perlahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Mimpi yang menyedihkan tuan ? "Saiduq&amp;nbsp; terperanjat "Tapi apa kena mengenanya dengan diri saya? Tanyanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tuan hakim tidak punya pilihan  lain, terpaksa menceritakan segala yang berlaku di dalam mimpinya. Dia  menceritakan segala gedung dan bidadari-bidadari di syurga nanti yang asalnya menjadi miliknya telah bertukar menjadi milik Saiduq kerana semata-mata kebaikan  yang dilakukan itu kepada seseorang yang memerlukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Mendengar cerita itu,  gementerlah badan Saiduq dan dengan tiba-tiba dia menghulurkan tangannya kepada&amp;nbsp; tuan  hakim, katanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;"Tuan hakim ! Sekarang saksikanlah&amp;nbsp; ...... bahwa saya menyaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah, Yang Esa, tiada sekutu bagiNya dan bahwasanya Muhammad itu adalah  pesuruh Allah, yang diutuskanNya membawa petunjuk dan agama yang benar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Tuan hakim terpaksa menyaksikan keislaman Saiduq itu dengan hatinya sedih dan menyesal atas kelakuannya  yang tidak berperikemanusiaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Begitulah manisnya iman.  Seorang Nasrani yang berbudi mulia, dengan doa seorang perempuan miskin saja,  dia telah diberi Allah petunjuk menemui jalan kebenaran, lalu menjadi golongan  ahli syurga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;   &lt;br /&gt;&lt;table border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td width="100%"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dipetik daripada kitab Mukhtashar         Raudhur-Raiyahin&lt;br /&gt;&amp;nbsp;karangan Al-`Allamah al-Yafi`i&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-5335338695573269032?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/5335338695573269032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=5335338695573269032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5335338695573269032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5335338695573269032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/05/doa-seorang-ibu-miskin.html' title='DOA SEORANG IBU MISKIN'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S-FJaV643DI/AAAAAAAAANg/Xi8LzxXKxqE/s72-c/IBU+DENGAN+ANAK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-6026953919971919599</id><published>2010-04-13T11:22:00.000+08:00</published><updated>2010-04-13T11:22:51.770+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mutiara'/><title type='text'>Ummu Rauman bidadari syurga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PjgJK7tjI/AAAAAAAAANY/IYtgCVy06ls/s1600/874451-Jerrys_Alabama_Pink_Rose-Alabama.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PjgJK7tjI/AAAAAAAAANY/IYtgCVy06ls/s320/874451-Jerrys_Alabama_Pink_Rose-Alabama.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;NAMA sebenar Ummu Rauman ialah Zainab binti Amir bin Uwaimir. Dia  berkahwin dengan Abdullah bin al-Haris al-Uzdzi. Suaminya merupakan  kawan baik dengan Abu Bakar as-Siddiq. Sifat-sifat baik yang ada pada  Abu Bakar terpancar pada sikap dan tingkah laku suami Ummu Rauman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Rauman dan suaminya tinggal di kota Makkah. Mereka mendapat  seorang anak yang diberi nama ath-Thufail. Selepas beberapa lama tinggal  di Mekah, suaminya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Abdullah sangat menyedihkan Ummu Rauman. Bagi Ummu Rauman,  kematian suaminya adalah satu ujian baginya. Selepas beberapa lama  kemudian, kesedihan Ummu Rauman terubat apabila dia dilamar oleh Abu  Bakar as-Siddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beruntung benar Ummu Rauman. Dia dilamar oleh Abu Bakar. Abu Bakar  seorang lelaki yang baik. Dia sering membantu orang yang susah,  menghormati tetamu, suka menyambung tali silaturrahim dan suka  menegakkan kebenaran," kata seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkahwinan Ummu Rauman melahirkan dua orang anak yang bernama  Abdurrahman dan Aisyah. Ummu Rauman seorang wanita yang baik budi  pekertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad menghormati keluarga Ummu Rauman dan Abu Bakar sehingga  beliau mengambil keputusan untuk melamar anak perempuan mereka iaitu  Aisyah binti Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad mengutuskan Khaulah binti Hakim pergi melamar Aisyah.  Khaulah berkata kepada Ummu Rauman, "Wahai Ummu Rauman, Nabi Muhammad  ingin melamar Aisyah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benarkah?" tanya Ummu Rauman tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah tersenyum sambil berkata: "Ya. Nabi Muhammad telah menyebut  nama Aisyah sebagai calon isterinya. Selepas kematian Siti Khadijah,  Nabi Muhammad sering bersedih. Lamaran terhadap Aisyah merupakan satu  keputusan yang telah dibuatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya perlu sampaikan berita ini kepada Abu Bakar terlebih dahulu,"  kata Ummu Rauman seperti tidak sabar-sabar menanti kepulangan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="crosshead"&gt;Berjaya melamar Aisyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Abu Bakar pulang ke rumah, Ummu Rauman pun menceritakan kisah  yang berlaku tadi. Abu Bakar mendengar berita lamaran Nabi Muhammad  dengan perasaan serba salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pun berkata kepada isterinya: "Aisyah telah dilamar oleh  Muth'im bin Adiy untuk anak lelakinya. Saya tidak boleh mungkir janji."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Rauman terdiam seketika. Dia juga memikirkan bahawa janji yang  telah dibuat oleh suaminya patut ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian Abu Bakar berkata lag: "jika begitu saya perlu  berjumpa dengan Muth'im terlebih dahulu. Saya perlu dapatkan keputusan  sama ada mereka benar-benar inginkan Aisyah menjadi menantu mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berpendapat cara itu adalah yang terbaik buat kita," kata Ummu  Rauman pula.&lt;br /&gt;Abu Bakar pergi berjumpa Muth'im. Isteri Muth'im turut berada di  rumahnya. Abu Bakar pun bertanya: "Jadikah awak mengambil Aisyah sebagai  menantu awak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muth'im mendengar pertanyaan Abu Bakar lalu bertanya kepada  isterinya: "Awak setujukah untuk menikahkan anak kita dengan Aisyah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Muth'im pun memberitahu Abu Bakar: "Sekiranya anak saya  berkahwin dengan Aisyah sudah tentu anak saya akan masuk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muth'im dan keluarganya belum memeluk agama Islam. Perkara itu  membimbangkan Muth'im dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beginilah Abu Bakar, saya dan isteri sudah sepakat tidak jadi  menikahkan anak kami dengan puteri awak. Maafkan kami," jelas Muth'im  kepada Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika itu keputusan awak, saya menerimanya dengan hati yang terbuka,"  balas Abu Bakar pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pulang ke rumah. Di rumahnya, Ummu Rauman sedang menanti  kepulangan suaminya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana? Jadikah mereka mengambil Aisyah sebagai menantu," tanya  Ummu Rauman tidak sabar-sabar menantikan jawapan dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar menjawab dengan tenang: "mereka tidak sanggup mengahwinkan  anak lelaki mereka dengan Aisyah kerana mereka tidak mahu anaknya  memeluk agama Islam."&lt;br /&gt;"Syukur, dapatlah Aisyah berkahwin dengan Nabi Muhammad," bisik Ummu  Rauman sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad berjaya melamar Aisyah. Pada tahun 2 Hijrah Nabi  Muhammad berkahwin dengan Siti Aisyah. Perkahwinan mereka disambut  dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Rauman seorang ibu yang baik. Dia banyak membantu Nabi Muhammad  dalam usaha menyebarkan agama Islam. Nabi Muhammad sangat menghormati  ibu mertuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Rauman meninggal dunia pada tahun 6 Hijrah. Semasa Ummu Rauman  meninggal dunia, Nabi Muhammad berdoa supaya Allah mengampuni segala  dosa Ummu Rauman.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad juga pernah berkata: "sesiapa yang ingin melihat wanita  bidadari dari syurga, maka lihat Ummu Rauman."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-6026953919971919599?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/6026953919971919599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=6026953919971919599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6026953919971919599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6026953919971919599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/04/ummu-rauman-bidadari-syurga.html' title='Ummu Rauman bidadari syurga'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PjgJK7tjI/AAAAAAAAANY/IYtgCVy06ls/s72-c/874451-Jerrys_Alabama_Pink_Rose-Alabama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-6514119309149294855</id><published>2010-02-21T10:20:00.000+08:00</published><updated>2010-02-21T10:20:44.102+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akal untuk berfikir'/><title type='text'>Ummu Sulaim, yang Dijamin Surga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GK39nMlH3aA/S3-X-nQa1YI/AAAAAAAAAVg/f95W9S7Eb8o/s1600-h/rose.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="278" src="http://2.bp.blogspot.com/_GK39nMlH3aA/S3-X-nQa1YI/AAAAAAAAAVg/f95W9S7Eb8o/s320/rose.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اذْكُرُواْ اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, (untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allahdengan ingatan serta sebutan yang sebanyak-banyaknya; &lt;br /&gt;(Al-Ahzab, (33)  : 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga  cerdas bersikap penuh prihatin,  dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah bapa saudaranya yang bernama Malik bin Nadhar melirik dan mempersuntingnya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita sholehah yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Rasululllah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim langsung memeluk agama Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahiliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui isterinya telah masuk Islam. Dengan dada gemuruh karena emosi, ia berkata pada Ummu Sulaim: “Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak murtad. Justeru saya kini telah beriman,” jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kesungguhan isterinya serta pendiriannya yang tak mungkin tergoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai isterinya mahu kembali kepada agama nenek moyang mereka. Ia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan ia bertemu dengan musuhnya, kemudian ia dibunuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengar khabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan ia berkata, “Saya akan tetap menyusui Anas sampai ia tak mahu menyusu lagi, dan sekali-kali saya tak ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira. Segala apa yang telah Ummu Suaim lalui dikagumi oleh ramai orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,“Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa sesembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mahu menyuluhnya api nescaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Ummu Sulaim amat telah menghentam dadanya. Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar. Namun itu semua merupakan realiti yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa. Dikarenakan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, di lain kesempatan ia datang lagi menjumpai ibunda Anas dan menimbang-nimbang mahar yang lebih mahal serta kehidupan kelas atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih indah daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakanya yang halus ia menjawab, “Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan,” kata Abu Thalhah. “Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,” tukas Ummu Sualim tandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?” Tanya Abu Thalhah. “tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri,” tegas Ummu Sulaim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, “Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mahu dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tergiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi isteri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hinnga tanpa terasa di hadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, “Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Anas, “Bangunlah wahai Anas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, “Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya.” Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah sendiri adalah seorang bangsawan satu dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai yaitu tanah perkebunan “Bairuha”. Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:“Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Ali Imran:92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ayat ini, segera Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan, “Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak Anda, wahai Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, “Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk keluarga kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak familinya dan anak keturunan pamannya. Tak berapa lama Allah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu Umair. Suatu kali burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu lewatlah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan bertanya, “Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan sabar ini. Tiba-tiba saja, anak kecil mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya dibuat gusar dan cemas. Padahal ia adalah putra kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah kesehatan dan keadaan putranya dan ia belum merasa tenang bila belum melihatnya. Tepat pada waktu sholat, Abu Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, putranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu Sulaim lantas menidurkan putranya di atas tempat tidur dan berkata berulang-ulang, “Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un.” Dengan suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, “Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal putranya pada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah mengering. Ia menyambut kedatangan suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana keadaan putraku sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia lebih tenang dari biasanya.” Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok putranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga mengira putranya dalam keadaan sehat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menenteramkan suaminya perihal putranya, karena ia menyadari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia membiarkan suaminya tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang subuh, baru Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, “Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si peminjam enggan mengembalikannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak,” jawab Abu Thalhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?” “Wah, mereka benar-benar tidak waras,” Abu Thalhah menukas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demikian pula putramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia,” kata Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, “Kenapa baru sekarang kau beritahu, dan membiarkan aku hingga aku ternoda (berhadats karena berhubungan suami istri)?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirja dan memuji Allah dengan hati yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ’alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putra yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami istri itu dikarenakan suatu peristiwa. Sampai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji syurga dalam sabdanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memasuki syurga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya “Siapakah ini?” Penghuni surga spontan menjawab “Ini adalah Rumaisha binti Milhan, ibu Anas bin Malik.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-6514119309149294855?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/6514119309149294855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=6514119309149294855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6514119309149294855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6514119309149294855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/02/ummu-sulaim-yang-dijamin-surga.html' title='Ummu Sulaim, yang Dijamin Surga'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GK39nMlH3aA/S3-X-nQa1YI/AAAAAAAAAVg/f95W9S7Eb8o/s72-c/rose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-2022794352241220915</id><published>2010-02-21T09:32:00.000+08:00</published><updated>2010-02-21T09:32:29.383+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akal untuk berfikir'/><title type='text'>Ya Allah, Alangkah Bahagianya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://herminsyahri.files.wordpress.com/2008/11/1103_1532451.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://herminsyahri.files.wordpress.com/2008/11/1103_1532451.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu;tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” , Q.S. Al-Maa`idah/5: 105.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah, masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?,” kata Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Asal engkau mahu, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan pembantunya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa ke rumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kahwin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kahwin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini, bukankah lebih baik disuruh masuk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah...” dan Zulfah merasa dirinya terhina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mahu, bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51. “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami&lt;br /&gt;patuh/taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera mohon izin untuk pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana Zahid?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah ada persiapan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan wang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam situasi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu perlengkapan kahwin ini akan aku jual dan akan ku belikan kuda yang terbagus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Zahid membacakan ayat sebagai berikut, “Jika bapa-bapa, anak-anak,saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khautiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. 9:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170 dan 2:154). “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergembira hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 3: 169-170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2:154).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah para sahabat menitiskan air mata dan Zulfah pun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, “Untuk Allah di atas segalanya, mati sebagai syuhada.“ Jazakumullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-2022794352241220915?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/2022794352241220915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=2022794352241220915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2022794352241220915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2022794352241220915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/02/ya-allah-alangkah-bahagianya.html' title='Ya Allah, Alangkah Bahagianya'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-4289431696248575706</id><published>2010-01-23T11:07:00.001+08:00</published><updated>2010-01-23T11:24:57.958+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akal untuk berfikir'/><title type='text'>Apabila Melewati Kawasan Kaum Yang Pernah di Azab Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nanpunya.files.wordpress.com/2009/04/alam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://nanpunya.files.wordpress.com/2009/04/alam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menunjukki kita jalan kebenaran. Semoga kita sentiasa didalam limpahan Nur RahmatNya. Semoga Kita tidak mati melainkan didalam Iman dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="box_bbcode"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;legend&gt;Kisah dan Iktibar&lt;/legend&gt;&lt;b&gt;Perjalanan Nabi Muhammad melewati lembah berbatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA ada suatu hari, Rasulullah dan para pengikutnya telah bermusafir untuk menghadapi Perang Tabuk. Sebelum meneruskan perjalanan, mereka singgah di suatu tempat untuk beristirehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil beristirehat, para sahabat berjalan-jalan menuju ke satu longgokan batu-batan. Batu-batan itu adalah kesan peninggalan kaum Tsamud pada zaman Nabi Saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melalui kawasan tersebut, mereka menjumpai beberapa buah perigi. Perigi-perigi itu pernah digunakan oleh kaum Tsamud sebagai sumber minuman dan ternakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu para sahabat mengambil air dari perigi itu untuk menghilangkan dahaga. Mereka juga menggunakan air tersebut untuk mengadun roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullah mengetahui tentang perkara tersebut, baginda melarang mereka menggunakan air itu. Baginda juga menyuruh para sahabat supaya membuang adunan roti itu untuk dijadikan makanan unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah mengajak pengikutnya berpindah ke perigi yang pernah digunakan oleh unta Nabi Saleh. Walau bagaimanapun, baginda melarang mereka memasuki wilayah kaum Tsamud yang telah diazab oleh Allah suatu ketika dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda bersabda,&lt;b&gt; "Aku khuatir kalau kamu akan ditimpa azab seperti yang pernah menimpa kaum Tsamud. Oleh itu janganlah kamu masuk ke wilayah mereka".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda juga bersabda, &lt;b&gt;"Jangan kamu menjejakkan kaki ke tempat orang-orang yang pernah diseksa, kecuali kamu menangis. Sekiranya kamu tidak boleh menangis, jangan sekali-kali kamu menjejakkan kaki ke sana jika tidak ingin ditimpa bencana seperti yang mereka alami".&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lalu baginda menyeru pengikut-pengikutnya supaya mengerjakan solat berjemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berasa takjub dengan mereka, wahai Rasulullah," kata salah seorang sahabat apabila mereka melihat kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah pun berkata, "Kamu mahu aku tunjukkan sesuatu yang lebih mengagumkan daripada itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara itu ialah apabila salah seorang daripada kamu menyampaikan berita kepada kamu tentang peristiwa yang terjadi sebelum dan selepas kamu. Oleh itu, luruskan dirimu dan rapatkan barisanmu nescaya kamu tidak akan diazab walau sedikitpun kelak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikut-pengikut Rasulullah akur dengan arahan baginda dan mereka mengerjakan solat berjemaah bersama baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesetengah riwayat menerangkan ketika Rasulullah melintasi kawasan tersebut, baginda menundukkan kepala dan mempercepatkan langkahnya. Ini untuk mengelakkan daripada berlakunya sebarang bencana.&lt;br /&gt;&lt;/fieldset&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #aa2200;"&gt;&lt;span style="font-family: bookman old style;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 1.3em;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membaca sirah di atas, Rasullulah telah melarang daripada memasuki wilayah kaum yang pernah diazab oleh Allah seperti kaum Tsamud ini. Selain Kaum Tsamud, Kaum Nabi Lut juga diazab oleh Allah dengan menterbalik kan bumi. Dimana kawasan Nabi Lut itu sekarang ini?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="box_bbcode"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;legend&gt;Sejarah Kaum Nabi Lut A.S&lt;/legend&gt;Sejarah Laut Mati bermula pada zaman Nabi Lut apabila mereka melakukan beberapa kerosakan di muka bumi. Mereka dicela akibat beberapa perlakuan yang melanggar syariat seperti homosexual, melakukan seks sesama lelaki, merompak dan membunuh. Bagaimanapun, kaum Nabi Lut ini lebih terkenal dengan sejarah homosexual. Klimaks kemurkaan Allah terhadap kaum ini bermula apabila Allah menghantar Malaikat yang menyamar sebagai seorang lelaki yang tampan. yang tinggal bersama Nabi Lut. Apabila mereka mengetahui tetang kehadiran lelaki tampan ini, mereka bergegas ke rumah Nabi Lut dan merogol lelaki ini. Malaikat telah diarah untuk menterbalikkan kawasan tempat tinggal mereka ke bawah. Bagaimanapun, pengikut Nabi Lut telah diselamatkan dari malapetaka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Laut Mati boleh juga dilihat di dalam Surah Ar-Rum di dalam Al-Quranul karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita mendapat iktibar daripada malapetaka yg menimpa Kaum Nabi Lut supaya menjauhkan diri daripada melakukan kemaksiatan yg sama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa na'uzubillah min Zalik&lt;br /&gt;&lt;/fieldset&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="box_bbcode"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;legend&gt;Fakta&lt;/legend&gt;L aut Mati (bahasa Ibrani: ים המלח; bahasa Arab: البحر الميت‎) merupakan kawasan paling rendah di dunia yang tidak dilitupi ais, serendah 418 m di bawah aras laut, dan juga tasik masin yang terdalam, sedalam 330 m. ia juga merupakan laut termasin di dunia, dengan kemasinan hampir 30 %. Ini lebih kurang 8.6 kali lebih masin dari laut biasa. Oleh kerana itu tiada satu pun hidupan yang boleh hidup di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasik atau laut ini terletak di sempadan Jordan dan Tebing Barat. Panjangnya 67 km dan 18 km paling lebar. Cawang sungai utamanya ialah Sungai Jordan.&lt;br /&gt;&lt;/fieldset&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #aa2200;"&gt;&lt;span style="font-family: bookman old style;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 1.3em;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Namun hakikatnya terbalik,apa yang dilarang itulah yang dilakukan. Hari ini, berapa ramai yang suka berkunjung di Laut Mati? Siap melancong dan mandi manda. Kalau melancong tu,bermakna memang niat untuk berziarah, bukan terpaksa melalui untuk menuju kesesuatu tempat seperti zaman Rasullulah terpaksa melalui kerana berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada pula sekarang produk kecantikan 'sabun lumpur Laut Mati' dan 'masker lumpur Laut Mati'. Ini semua secara halus menentang apa yang Rasullulah larang. Maka apa akibatnya melanggar perkara yang dilarang oleh Rasullulah? Kita tunggu dan lihat saja...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="box_bbcode"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;legend&gt;KILANG SABUN ORGANIK &lt;/legend&gt;Intan 8 - Fri 21/Aug/09, 11:54pm&lt;br /&gt;KAMI MEMBEKAL ANEKA JENIS SABUN ORGANIK HANDMADE, KAMI JUGA MENERIMA TEMPAHAN SEKIRANYA ANDA BERMINAT UNTUK MEMPUNYAI SABUN JENAMA SENDIRI, KELULUSAN DARIPADA KEMENTERIAN KESIHATAN DISEDIAKAN, SAYA TELAH MEMBEKAL RAMAI PENGASAS KOSMETIK PRODUK SABUN KELUARAN MEREKA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA ANDA YANG MEMPUNYAI MASALAH KULIT SENSITIF BOLEH MENDAPATKAN SABUN YANG BEBAS KIMIA, HALAL DAN BERKESAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SABUN YANG KAMI BOLEH BEKALKAN ADALAH SABUN GUNUNG BERAPI, &lt;b&gt;SABUN LUMPUR LAUT MATI&lt;/b&gt;, SABUN KOPI, SABUN MUTIARA, SABUN PULUT HITAM, SABUN BERAS, SABUN KAYU MANIS, SABUN SERAI WANGI, SABUN KOKO, SABUN LAVENDER MILK DAN BANYAK LAGI....&lt;br /&gt;&lt;/fieldset&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="box_bbcode"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;legend&gt;Masker lumpur Laut Mati&lt;/legend&gt;Hingga kini begitu banyak tempat yang&lt;b&gt; memanfaatkan kekayaan mineral air Laut Mati&lt;/b&gt;. Melalui penelitian dari berbagai ahli di seluruh penjuru dunia selama bertahun-tahun, kini terbukti bahwa mineral lumpur laut air mati boleh menyembukan penyakit eksim, penyakit kulit kronis, pusing, jerawat, rematik, penyakit syaraf, nyeri otot, serta bermanfaat untuk meringankan stres. Selain itu, juga berguna menjaga kecantikan kulit karena bersifat melembapkan, mengangkat sel kulit mati, serta melancarkan aliran nutrisi ke permukaan kulit. Uniknya, lumpur ini juga mengandung zat yang bisa mengurangi lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garam Mineral&lt;br /&gt;Perawatan dengan lumpur laut mati biasanya diikuti dengan berendam garam laut mati, untuk memaksimalkan perawatan. Garam mineral tersebut berfungsi untuk mengeluarkan toksin dalam tubuh, melembutkan, membersihkan dan menyegarkan kulit. Selain itu, garam mandi juga sering digunakan dalam terapi spa karena efektif mengurangi nyeri otot dan menguraikan otot yang tegang.&lt;br /&gt;&lt;/fieldset&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah&amp;nbsp; larangan Rasullulah apabila melalui kawasan kaum yang diazab oleh Allah menjadi iktibar kepada kita. Apabila para sahabat mengambil air dari perigi kaum yang telah diazab Allah,untuk mengadun roti pun di arahkan buang adunan itu (diberikan kepada unta) bermakna mengambil bahan lumpur dari Laut Mati juga adalah dilarang. Namun, semakin banyak pula Produk Lumpur Laut Mati berada dipasaran sekarang ini. Harap halaqian berhati-hati dengan Produk Lumpur Laut Mati ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal apa yang dilarang oleh Rasullulah dan hidup ikut Al-Quran dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 1.3em;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;سُوۡرَةُ الرُّوم&lt;br /&gt;أَوَلَمۡ يَسِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۚ ڪَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنۡہُمۡ قُوَّةً۬ وَأَثَارُواْ ٱلۡأَرۡضَ وَعَمَرُوهَآ أَڪۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَـٰتِ‌ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَـٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ يَظۡلِمُونَ (﻿٩﻿) ثُمَّ كَانَ عَـٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـُٔواْ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن ڪَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ بِہَا يَسۡتَهۡزِءُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: bookman old style;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 1.3em;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Room&lt;br /&gt;Tidakkah mereka telah berjalan dan mengembara di muka bumi, serta memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu dari mereka? Orang-orang itu lebih kuat daripada mereka sendiri dan orang-orang itu telah meneroka bumi serta memakmurkannya lebih daripada kemakmuran yang dilakukan oleh mereka dan orang-orang itu juga telah didatangi oleh Rasul-rasulnya dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata (lalu mereka mendustakannya dan kesudahannya mereka dibinasakan). Dengan yang demikian, maka Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri. (9) Sesudah dibinasakan di dunia maka akibat orang-orang yang melakukan kejahatan itu ialah seburuk-buruk azab (di akhirat kelak), disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat keterangan Allah dan sentiasa mempersendakannya. (10)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Saudagar di Laut Mati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Sejarah:&amp;nbsp; Kaum Nabi Luth tinggal di kota Sodom yang terletak berhampiran Laut Mati. Di zaman Nabi Luth ini banyak berlaku nya perbuatan homoseksual dan juga lesbian. Sudah penat Nabi Luth mengajak kaum nya bertaubat tetapi tidak diendahkan oleh mereka akan Nabi Luth. Sehingga lah Nabi Luth berputus asa dan berdoa kepada Allah agar diturunkan balasan terhadap kaum nya.&lt;b&gt; Allah telah menterbalikkan kota Sodom dan tenggelam lah kota Sodom di Laut Mati. Laut Mati ini telah dilaknat oleh Allah sehinggakan tiada ikan yang mampu hidup di Laut Mati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.. Umat Islam zaman sekarang terutamanya orang Malaysia, kalau pergi sana siap mandi macam tak pernah jumpa air. Ni bodoh nama nya! Tak tahu sejarah. Pada zaman sahabat dulu, para sahabat dilarang untuk pergi ke Laut Mati kerana ianya telah dilaknat Allah. Kalau melalui kawasan Laut Mati pun diorang perlu menundukkan kepala supaya diorang tak melihat laut tu. Punya nya la benci nya pada Laut Mati. Kita sekarang siap cakap Laut Mati berkat. Tok Imam pergi mandi bawa pelampung. Pastu bawa balik pula air nya dalam botol untuk dimandikan anak cucu. Ambil berkat kata nya. Berkat apa&amp;nbsp; kalau kawasan ini telah dilaknat oleh Allah. Termasuklan Air Laut Mati jangan digunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali kalau tak tahu tanya. Jangan pandai - pandai cakap itu berkat. Ini halal dan itu haram. Perlu diambil tahu&amp;nbsp; dari mana asal perkatan sodom ni. Dari kota Sodom la. Sodomy = Liwat. Sekian...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-4289431696248575706?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/4289431696248575706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=4289431696248575706' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4289431696248575706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4289431696248575706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2010/01/apabila-melewati-kawasan-kaum-yang.html' title='Apabila Melewati Kawasan Kaum Yang Pernah di Azab Allah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-4962947121107184534</id><published>2009-12-30T11:07:00.000+08:00</published><updated>2009-12-30T11:07:34.061+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hijrah'/><title type='text'>Hijrah Rasullullah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://warkscol.files.wordpress.com/2008/03/heart.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://warkscol.files.wordpress.com/2008/03/heart.jpg" width="159" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kita sememangnya wajib bersyukur kepada Allah SWT Yang telah memberikan banyak keni'matan kepada kita. Yang seandainya kita diminta menghitungnya, pastinya kita tak akan mampu melakukannya. Dan, keni'matan yang terbesar yang diberikan kepada kita, iaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kewujudan kita sebagai orang yang beragama Islam. Sebab, ramai orang yang diberi keni'matan hidup, tetapi tidak semuanya mahu memeluk Islam. Tetapi, keni'matan yang lebih besar lagi, yang diberikan kepada kita ialah wujudnya dakwah Islam dan orang-orang yang memikulnya, sehinggalah Islam ini sampai kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perkara inilah yang tidak semestinya kita lupakan. Iaitu, dakwah Islam dan orang-orang yang memikulnya, sehinggalah Islam itu sampai kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, sangat munasabah apabila Hijrah baginda Rasulullah SAW diperingati sebagai suatu peristiwa sejarah yang paling penting dalam kehidupan dakwah rasulullah SAW. Yang di sini, kita peringati setiap tahunnya dengan nama "Maal Hijrah". Mengapa peristiwa Hijrah baginda Rasulullah SAW ini merupakan peristiwa yang sangat penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dakwah Rasulullah SAW apabila masih berada di Makkah, telah melalui masa-masa yang sangat sulit. Terutama setelah RAsulullah SAW diperintahkan Allah untuk menyampaikan Islam secara terbuka kepada masyarakat Makkah, dan menunjukkan bahawa baginda tidak bersendirian, melainkan ada jamaah yang menyertainya, setelah Allah menurunkan surah al-Hijr:94:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka sampaikanlah secara terbuka apa yang diperintahkan kepada kamu, dan tentanglah orang-orang musyrik itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayat ini turun, tepatnya setelah Umar bin Khattab dan Hamzah bin Abdul Muthallib memeluk Islam, maka Rasulullah SAW memulakan dakwah secara terbuka. Baginda, kemudian melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah, yang diikuti oleh para sahabat. Sejak itu, para sahabat dan pengikut baginda, termasuklah baginda sendiri, setiap hari menerima penyiksaan daripada penguasa Makkah, dan orang-orang kafir Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah baginda sedang shalat berhampiran Ka'bah, leher baginda diikat oleh Uqbah bin Abi Mu'ait, sehingga baginda tidak dapat bernafas, sampai akhirnya baginda ditolong oleh Abu Bakar. Pada masa yang lain, apabila baginda sedang shalat, tengkuk leher baginda dipukul oleh Uqbah bin Mu'ait, sehingga baginda pengsan, dan akhirnya ditolong oleh Fatimah. Puteri baginda itu menangis, sedih, melihat nasib ayahanda tercintanya dianiaya oleh orang-orang kafir. Bukan baginda sahaja yang mengalami nasib buruk seperti itu, malahan keluarga Yasir telah disiksa, sehinggalah Sumayyah meninggal dunia sebagai syahidah pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penganiayaan secara fizikal tidak mampu menggoyahkan keteguhan para pemikul da'wah ini, maka orang-orang kafir itu telah merancang untuk mengasingkan baginda SAW dan para pengikutnya. Maka, terjadilah rancangan jahat itu selama lebih kurang 3 tahun. Baginda dan para sahabat hidup di sebuah lembah dalam keadaan kekurangan makanan, pakaian, pekerjaan, rumah dan diusir dari Makkah. Dan setelah itulah, baginda meminta para sahabat untuk meninggalkan Makkah menuju ke Habbasyah (Ethiopia-Afrika) untuk mencari perlindungan kepada Raja Najasyi, dengan maksud untuk mempertahankan agama mereka dari serangan secara berterusan yang dilakukan oleh orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, orang-orang kafir juga tidak mahu tinggal diam, sehinggalah mereka menyampaikan maklumat-maklumat yang mengelirukan di luar negeri, untuk mengusir kembali kaum muslimin yang berhijrah ke sana. Orang-orang kafir tersebut berusaha untuk mengadu domba Raja Najasyi dengan kaum muslimin, yang akhirnya tidak berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan baginda Rasulullah SAW dan beberapa sahabat masih duduk di Makkah. Justeru menjadikan tindakan orang-orang kafir semakin biadab kepada baginda SAW. Sehingga baginda berfikir untuk mencari perlindungan, kerana dakwah Islam tidak mungkin lagi disebarkan kepada orang-orang Makkah. baginda pada masa itu cuba berhijrah ke Taif, untuk mencari perlindungan kepada Bani Tsaqif, yang akhirnya malah baginda diusir dengan cara tidak sopan. Baginda dilempari dengan batu dan kotoran, sehingga tubuh baginda berlumuran darah dan kotor. Sehinggakan Zaed bin Haritsah menangis, melihatkan keadaan baginda yang sangat menyedihkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda, mencuba untuk masuk kembali ke Makkah, meskipun baginda tahu bahawa baginda akan dibunuh, apabila berada disana. Maka, baginda berusaha mencari perlindungan kepada Mut'im bin Adi, salah seorang tokoh pemuda Makkah. Dan beliau sanggup melindungi keselamatan baginda SAW dan dakwah baginda. Sejak itulah, baginda berada dalam perlindungan Mut'im bin Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, baginda selalu mendatangi kabilah-kabilah yang datang ke Makkah untuk menyampaikan dakwah Islam yang baginda bawa. Meskipun risikonya sudah jelas sekali bagi baginda, sebagaimana sumpah baginda: "Demi Allah, seandainya mereka boleh meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, aku tetap tidak akan meninggalkan urusan dakwah ini, sehingga ia dimenangkan Allah, atau aku dibinasakan dalam usaha untuk menuntutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, baginda SAW, tetap tidak takut, dan terus-menerus berdakwah, meskipun pada masa itu tidak satu kabilah pun yang menerima. Pernah baginda menyampaikan dakwah ini kepada kabilah Amru bin Sa'sa'ah, yang pada awalnya bersedia menerima seruan dakwah Rasulullah SAW, namun dengan syarat bahawa kepemimpinan setelah baginda mestilah diserahkan kepada kabilah Amru bin Sa'sa'ah, namun hal ini dijawab dengan tegas oleh baginda: "Sesungguhnya perkara (kekuasaan kepemimpinan) ini merupakan hak Allah, yang akan Dia serahkan kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jawapan itu disampaikan oleh Rasulullah, baginda langsung diusir dari khemah kabilah Amru bin Sa'sa'ah. Inilah keadaan dakwah dan keteguhan baginda dan para sahabat dalam menyampaikan dakwah Islam. Setelah semuanya itu, Allah memberikan pertolongan dengan dipertemukannya baginda saw. dengan orang-orang Aus dan Hazraj yang datang untuk berhaji ke Makkah. Maka, apabila mereka mendengarkan seruan Rasul untuk mengimaninya, mereka langsung menerimanya, dan setelah itulah terjadi Bai'at Aqabah I, yang dilakukan di bukit Aqabah. Dan ini merupakan titik awal perkembangan dakwah Rasulullah saw. yang pertama, sehinggalah dakwah Islam ini sampai ke Yasrib,&lt;br /&gt;(nama Madinah sebelum dirubah oleh baginda saw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rombongan Aus dan Hazraj kembali ke Madinah, mereka meminta Nabi saw. untuk mengirimkan orang agar mengajarkan Islam kepada mereka di sana. Ketika itulah, baginda mengirim Mus'ab bin Umair. Salah seorang sahabat Rasulullah, yang sebelumnya merupakan pemuda yang kaya raya, tetapi lebih memilih hidup sederhana bersama Rasulullah. Mus'ab lah yang menyampaikan pelajaran Al-Qu'an kepada penduduk Madinah, sehingga beliau mendapat gelaran sebagai Muqriul Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyatalah dakwah Islam yang disampaikan oleh Mus'ab dan orang-orang Aus dan Hazraj yang telah memeluk Islam itu berjaya merubah public opinion penduduk Madinah, sehinggalah semua orang memperkatakan tentang Islam. Akhirnya, bilangan orang yang menyertai Islam menjadi semakin ramai, sehingga mereka mula melaksanakan solat Jumaah yang pertama kalinya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ramainya penduduk Madinah yang menyertai Islam ini telah menyenangkan hati Rasulullah saw. dan para sahabat yang masih menyertai baginda di Makkah. Dan untuk membuktikan kesiapan Madinah sebagai pusat tegaknya dan pengembangan Islam, maka baginda meminta Mus'ab untuk mengirimkan mereka ke Makkah. Maka, berangkatlah pada musim haji berikutnya, seramai 75 orang. 73 orang terdiri daripada lelaki, dan 3 orang lainnya adalah perempuan. Mereka kemudian sampai di Makkah dan bertemu langsung dengan Nabi, menyatakan sumpah setia yang dikenal dengan Bai'at Aqabah II. Bai'at ini juga dikenal sebagai sumpah setia untuk hidup dan mati demi Islam. Yang juga merupakan penyerahan kekuasaan orang-orang Madinah kepada Nabi untuk menjadi Ketua Negara Islam. Dan inilah yang mendorong baginda untuk berhijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hijrah Rasulullah saw. ke Madinah bukan untuk melarikan diri, atau menyelamatkan diri dari ancaman orang-orang kafir. Tetapi untuk menegakkan Islam, sehingga Islam ini menjadi agama dan ideologi yang boleh disebarkan ke seluruh dunia, untuk menyelamatkan dunia daripada kehancuran. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah SWT. dalam surat At-Taubah: 33 /Al-Fath: 28 /As-Shaf: 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah Yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang haq, agar Dia memenangkan agamanya, keatas agama-agama yang lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tanpa hijrahnya Rasulullah ke Madinah, Islam tidak akan pernah sampai kepada kita di Malaysia. Sebab, tidak pernah wujud negara Islam yang menyebarkan dakwah ke seluruh dunia. Tetapi dengan hijrahnya baginda saw. ke Madinah, maka sejak masa itulah negara Islam berdiri untuk yang pertama kalinya di Madinah, dan sejak itulah Islam disebarkan dengan dakwah dan jihad ke seluruh dunia. Sehinggalah Islam berkembang dengan cepatnya ke seluruh dunia, yang dimulakan dengan penaklukan wilayah Hejaz (622-632 M.) semasa baginda saw. kemudian secara berterusan, wilayah Syam di taklukkan semasa Umar bin Khattab. Sehinggalah Islam masuk Eropah, setelah beberapa wilayahnya ditaklukkan pada tahun 696-705 M. pada masa Khilafah Ummayah. Pada masa yang sama, Islam juga telah sampai di Russia. Dan pada tahun 712, Islam telah sampai di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi memandangkan pentingnya peristiwa Hijrah Rasulullah saw. ini, maka sememangnya peristiwa ini bukan sekadar menjadi peringatan, melainkan lebih daripada itu. Peristiwa Hijrah tersebut, justeru wajib dijadikan pelajaran, bahawa Islam menjadi agama kita, dan sampai kepada kita bukan merupakan peristiwa kecil, tetapi merupakan peristiwa besar. Kalau bukan kerana pengorbanan Rasul dan para sahabat yang tidak kecil itu, pastilah Islam ini tidak akan sampai ke hari ini. Dan kalau bukan kerana wujudnya orang-orang yang sanggup hidup dan mati demi Islam ini, tentulah Islam ini tidak sampai ke hari ini. Dan kalau bukan kerana wujudnya orang-orang yang rela mengorbankan harta, keluarga dan nyawa mereka, pastinya Islam tidak akan wujud hingga ke hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan oleh itu, kita semua berhutang kepada mereka. Dan kita tidak dapat membayarnya, sebab mereka bukan meminta ganjaran daripada kita. Tetapi, mereka menegakkan Islam dengan seluruh pengorbanan mereka, kerana mereka telah menjual diri mereka kepada Allah, yang jiwa, harta dan semua yang mereka korbankan itu telah dibeli oleh Allah dengan syurga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang yang beriman itu, diri dan harta mereka, bahawa mereka akan diberi (imbalan) syurga." (Q.s. At-Taubah: 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini , ketika ini Islam telah kehilangan generasi terbaiknya yang sanggup menjual diri, harta dan nyawanya kepada Allah untuk mendapatkan syurga-Nya, dengan menegakkan Islam. Dan inilah yang menyebabkan hilangnya cahaya petunjuk Islam, setelah runtuhya Khilafah Islamiyah, Turki Othmaniyah, pada 3 Mac 1924. Setelah itu, negeri kaum muslimin berterusan mengalami musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Islam ketika ini memerlukan generasi yang sanggup mengorbankan diri, harta serta nyawa mereka untuk menegakkannya. Kerana sekiranya tanpa itu, Islam mustahil kembali berjaya diperingkat antara bangsa, seperti pada masa baginda dan para sahabat hingga 13 abad kemudian. Maka, semuanya terpulang kepada keimanan dan ketaqwaan kita semua. Tetapi yang wajib diyakini, bahawa syurga dan neraka itu adalah abadi. Syurga merupakan puncak keni'matan yang tidak diberikan secara percuma oleh Allah kepada manusia. Kerana itu, semakin tinggi pengorbanan kita, maka semakin besar keni'matan kita di akhirat kelak. Dan sebaliknya. Akhir kata semoga kita termasuk diantara orang-orang yang sanggup memberikan pengorbanan yang tertinggi demi Islam, semata untuk mencari ridha Allah dan syurga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lenggangkangkung-my.blogspot.com/2009/12/hijrah-rasullullah.html"&gt;Sumber&amp;nbsp; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-4962947121107184534?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/4962947121107184534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=4962947121107184534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4962947121107184534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4962947121107184534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/12/hijrah-rasullullah.html' title='Hijrah Rasullullah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-718078108799787508</id><published>2009-12-30T10:53:00.000+08:00</published><updated>2009-12-30T10:53:23.921+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari kebesaran islam'/><title type='text'>Hari Asyura (10 Muharram)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/be/Flower_heart.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/be/Flower_heart.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="uds-searchControl"&gt;&lt;div id="uds-searchResults"&gt;&lt;div class="gsc-control"&gt;&lt;div class="gsc-resultsbox-invisible"&gt;&lt;div class="gsc-resultsRoot gsc-tabData gsc-tabdInactive"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gsc-clear-button" id="uds-searchClearResults" style="display: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget Image" id="Image1" style="text-align: center;"&gt; &lt;div class="widget-content"&gt; &lt;img alt="" height="29" id="Image1_img" src="http://4.bp.blogspot.com/_j-5Y4BUoo8k/SsRS9VgMBfI/AAAAAAAAAM8/USsNAr5HydY/S150/bismillah.bmp" width="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Dari Aisyah r.a. katanya "Biasanya orang Quraisy pada masa jahiliah berpuasa pada hari asyura dan Nabi s.a.w. pun berpuasa. Ketika Baginda tiba di Madinah, Baginda juga berpuasa pada hari asyura dan menyuruh orang lain berpuasa juga". (Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salamah bin Akwa r.a. dia menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w. mengutus seorang lelaki suku Aslam pada hari Asyura dan memerintahkan kepadanya supaya mengumumkan kepada orang ramai, "Sesiapa yang belum puasa hari ini hendaklahlah dia berpuasa dan siapa yang telah terlanjur makan hendaklahlah dia puasa juga sejak mendengar pemgumuman ini sampai malam". (Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas r.a katanya, " Penduduk Khaibar berpuasa pada hari asyura dan menjadikannya sebagai hari raya, dimana wanita mereka memakai perhiasan dan pakaian yang indah pada hari itu. Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda, "Puasalah kamu pada hari itu". (Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas r.a. katanya, ketika Nabi s.a.w. tiba di Madinah, Baginda melihat orang yahudi berpuasa pada hari asyura. Nabi pun bertanya, "Hari apa ini ?". Jawab mereka, "Hari ini ialah hari yang baik. Pada hari ini Allah melepaskan Bani Israil dari musuh mereka, kerana itu Nabi Musa berpuasa kerananya". Sabda Nabi, "Aku lebih berhak daripada kamu dengan Musa". Oleh itu Nabi berpuasa dan menyuruh orang lain berpuasa pada hari asyura. (Sahih Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah Al-Anshari r.a. katanya Rasulullah s.a.w. ditanya orang tentang puasa hari arafah (9 Zulhijjah). Jawab baginda, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang". Kemudian Nabi ditanya pula tentang puasa hari asyura (10 Muharram). Jawab baginda, "semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu". (Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi`e Rahimahullahu Ta`ala menyebutkan di dalam Kitab Al-Umm dan Al-Imla' disunatkan berpuasa tiga hari iaitu hari kesembilan (Tasu`a'), kesepuluh (`Asyura') dan kesebelas bulan Muharram. Tetapi tidak ditegah jika berpuasa hanya pada 10 Muharram sahaja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-718078108799787508?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/718078108799787508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=718078108799787508' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/718078108799787508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/718078108799787508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/12/hari-asyura-10-muharram.html' title='Hari Asyura (10 Muharram)'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_j-5Y4BUoo8k/SsRS9VgMBfI/AAAAAAAAAM8/USsNAr5HydY/s72-c/bismillah.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-1012833243330332153</id><published>2009-12-18T18:45:00.001+08:00</published><updated>2009-12-18T18:50:16.181+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hijrah'/><title type='text'>Peristiwa Hijrah</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Peristiwa Hijrah: Bukti Kejujuran dengan Allah s.w.t.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://phototrek.files.wordpress.com/2008/05/rhododendron-sp_web.jpg?w=477&amp;amp;h=317" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://phototrek.files.wordpress.com/2008/05/rhododendron-sp_web.jpg?w=477&amp;amp;h=317" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ketika umat Islam menyambut kedatangan tahun baru Hijrah, mereka tidak dapat memisahkan diri daripada sejarah. Ini kerana, kehadiran tahun baru Hijrah sebenarnya adalah kehadiran semula memori umat Islam terhadap suatu “simbol” kejujuran generasi awal Muslimin dengan Tuhan Semesta Alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sesungguhnya, dengan menjadikan ukuran peristiwa Hijrah sebagai suatu ukuran dalam Takwim umat Islam mempunyai suatu rahsia yang sangat agung. Ini kerana, keagungan dan kegemilangan umat Islam sehingga hari ini sememangnya berasaskan “kejujuran” generasi awal Muslimin yang dipimpin oleh semulia-mulia manusia (bahkan seagung-agung makhluk) iaitulah Saidina Rasulullah s.a.w..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hijrah bukan sekadar suatu peristiwa perpindahan, kerana perpindahan itu adalah lumrah kehidupan. Sebelum peristiwa Hijrah Agung ini, umat manusia tidak sunyi dari perpindahan dari satu tempat ke satu tempat. Bahkan, setelah peristiwa Hijrah Agung ini juga, tradisi perpindahan dari suatu tempat ke suatu tempat menjadi amalan umat manusia. Maka, di manakah kemuliaan dan keagungan Hijrah Rasulullah s.a.w. dan para sahabat r.a. ini, sedangkan perpindahan itu sememangnya suatu lumrah bagi sebahagian manusia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Keagungan Hijrah Rasulullah s.a.w. dan para sahabat r.a. adalah pada “tujuan” Hijrah mereka, bukan pada zahir perpindahan mereka semata-mata. Ini kerana, perpindahan dari suatu tempat ke suatu tempat adalah suatu tradisi umat manusia sejak zaman berzaman. Namun, suatu “perpindahan” bertujuan untuk memilih Allah s.w.t. daripada selain Allah adalah suatu nilai yang paling agung, dalam membuktikan kejujuran seseorang kepada Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hadith Niat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ketika kita membaca kitab-kitab hadith, kita dapati antara hadith yang disebut di awal kitab adalah suatu hadith yang mashyur iaitulah hadith niat. Hadith niat ini sebenarnya adalah isyarat yang jelas menunjukkan kemuliaan Hijrah Rasulullah s.a.w. dan para sahabat r.a. dari Makkah ke Madinah adalah pada “niat” dan “tujuan” hijrah mereka, iaitulah kerana Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Maksudnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan bahawa sesungguhnya bagi setiap orang itu, apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada (kerana) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia yang dia mahu mencari habuannya, atau kerana seorang perempuan yang dia mahu kahwininya, maka hijrahnya ke arah perkara yang ditujuinya itu&lt;/i&gt;”. [Hadith riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Imam Abu Daud berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya hadith ini iaitu hadith bahawasanya segala amalan itu adalah dengan niat adalah separuh daripada Islam, kerana ad-din itu dua perkara, sama ada ianya perkara zahir iaitu amalan ataupun yang batin iaitu niat&lt;/i&gt;”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sementara Imam Ahmad dan Imam Syafie pula berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;Di dalam hadith ini (iaitu hadith “Bahawasanya segala amalan itu adalah dengan niat”) mengandungi satu pertiga ilmu. Sebabnya ialah kerana usaha seseorang itu adalah sama ada dengan hati, lidah atau anggota tubuh badannya. Maka niat dengan hati adalah salah satu daripada tiga pembahagian tersebut&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Biar para ulama’ mengeluarkan pelbagai kaedah dan ilmu daripada hadith yang agung ini, namun isyarat keagungan para sahabat r.a. khususnya para Muhajirin dalam hadith tersebut tetap tidak dapat dinafikan. Hadith ini terlalu agung dan mengandungi rahsia kejujuran para sahabat r.a. yang sanggup meninggalkan tanah air dan kediaman mereka, lalu meninggalkan harta dan keluarga mereka, hanya kerana Allah s.w.t. dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hijrah dari sudut bahasa bermaksud meninggalkan. Bahkan, ianya juga bermaksud, perpindahan. Namun, kemuliaan hijrah bukan pada tindakan “meninggalkan” atau “perpindahan” semata-mata, tetapi makna dan tujuan di sebalik tindakan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Oleh kerana itulah, dalam hadith ini, Rasulullah s.a.w. mengingatkan betapa seseorang yang berhijrah bukan kerana Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, ianya tidak diterima oleh Allah s.w.t., biarpun secara zahirnya, dia menyertai hijrah bersama para Muhajirin. Namun, di sisi Allah s.w.t., dia tidak bersama-sama dengan para Muhajirin, tetapi dia menuju kepada apa yang diingininya, iaitulah selain dari Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Alangkah rugi dan malangnya seseorang yang melakukan sesuatu ketaatan dan ibadah, namun di sisi Allah s.w.t., ketaatan dan ibadahnya tidak diterima oleh Allah s.w.t.. Apatah lagi ibadah yang sukar dilakukan seperti berhijrah yang memerlukan tenaga dan masa yang banyak sehingga ada yang gugur di tengah-tengah perjalanan. Ibadah yang sukar dilakukan pun, andai dilakukan bukan kerana Allah s.w.t., maka ianya tetap tidak diterima oleh Allah s.w.t.. Maka, alangkah ruginya sebuah zahir ibadah tanpa kejujuran dalam kehambaan kepada Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bayangkan, kita yang melakukan ibadah kepada Allah s.w.t. saban hari, pernahkan terfikir apakah tujuan di sebalik ibadah yang dilakukan? Adakah ianya benar-benar kerana Allah s.w.t.?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Adakah kita sanggup memilih untuk mengutamakan Allah s.w.t. daripada selain Allah s.w.t. dalam kehidupan kita? Adakah kita sanggup meninggalkan apa yang kita suka dan apa yang kita sayang demi menuju kepada apa yang Allah s.w.t. cintai dan kerana mengharapkan hanya cintaNya? Pernahkah kita memilih sesuatu kerana Allah dengan mengorbankan keinginan kepada selain Allah s.w.t.?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Demi Allah, para sahabat r.a. dari kalangan Muhajirin yang dipimpin oleh Saiyyidul Muhajirin, Rasulullah s.a.w., sudah membuktikan kejujuran mereka kepada Allah s.w.t.. Mereka adalah manusia yang mana “tindakan” mereka menjadi saksi kejujuran mereka, berbanding dakwa dengan lisan semata-mata. Kalau kejujuran itu diukur dengan lisan semata-mata, di mana bezanya antara para munafiqin dengan para siddiqin kerana para munafiqin lebih banyak mengaku jujur dan cinta, sedangkan di hati mereka hanyalah seribu satu dusta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Merekalah Orang-orang yang Jujur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Allah s.w.t. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;لِلْفُقَرَآءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَاناً وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلصَّادِقُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Maksudnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) &lt;b&gt;mencari kurnia dari Allah dan keredhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya&lt;/b&gt;. Mereka itulah orang-orang yang benar&lt;/i&gt;”. [Surah Al-Hasyr: 8]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lihatlah bagaimana Allah s.w.t. melahirkan rasa kasihNya yang agung kepada para Muhajirin yang diusir oleh kaum dan bangsa mereka sendiri, bahkan ahli keluarga mereka yang terdekat sendiri. Tidaklah mereka diusir melainkan kerana keimanan mereka kepada Allah s.w.t. dan kecintaan mereka kepadaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Imam Ibn Ajibah menjelaskan bahawa, Allah s.w.t. menggunakan perkataan “&lt;i&gt;Al-Fuqara’&lt;/i&gt;” bagi menggambarkan keadaan orang-orang Muhajirin pada ketika itu adalah kerana orang-orang kafir sudah menguasai harta benda mereka di Makkah. Maka, tekanan yang dihadapi oleh orang-orang Islam Makkah pada ketika itu dihadapi demi cinta mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bahkan, Allah s.w.t. menggambarkan niat agung para muhajirin yang bersusah-payah dalam Hijrah semata-mata kerana:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mengharapkan hanya kurnia dari Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mengharapkan hanya keredhaan Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ingin membela agama Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tiada “tujuan” sesuatu ibadah dan amalan yang lebih mulia daripada niat dan tujuan yang tersemat di hati para muhajirin sebagaimana yang digambarkan sendiri oleh Allah s.w.t.. Inilah setinggi-tinggi keikhlasan dan kejujuran seseorang dalam kehambaannya kepada Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bahkan, Allah s.w.t. sendiri menjadi saksi “kejujuran” mereka terhadap Allah s.w.t.. Allah… Tiada penyaksian dan perakuan yang lebih benar dan lebih berharga berbanding penyaksian dan perakuan daripada Allah s.w.t.. Para Muhajirin ini diakui sendiri oleh Tuhan semesta alam, betapa mereka adalah orang-orang yang jujur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Allah s.w.t. berfirman sebagaimana di hujung ayat tersebut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“…Mereka itulah orang-orang yang benar (jujur)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Imam At-Tabari meriwayatkan tafsiran ayat ini daripada Imam Qatadah r.a. bahawa Imam Qatadah r.a. berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;هؤلاء المهاجرون تركوا الديار والأموال والأهلين&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;خرجوا حباً لله ولرسوله، واختاروا الإسلام على ما فيه من الشدّة، حتى لقد ذكر لنا أن الرجل كان يعصب الحجر على بطنه ليقيم به صلبه من الجوع،&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Maksudnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;Merekalah orang-orang Muhajirun yang meninggalkan rumah-rumah, harta-harta, ahli keluarga dan sebagainya… Mereka keluar (dari Makkah) kerana cinta mereka kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w., kerana mereka telah memilih Islam dan sanggup menanggung kesusahan kerana pilihan tersebut, sehinggakan telah disebutkan kepada kami bahawa ada seorang lelaki (yang berhijrah) sanggup meletakkan batu di perutnya agar dapat menahan daripada lapar…&lt;/i&gt;” [Tafsir At-Tabari]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kejujuran Dibalas Kejujuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ketika orang-orang Muhajirin merealisasikan kejujuran mereka dalam kehambaan kepada Allah s.w.t. dan membuktikan kejujuran mereka dengan sanggup meninggalkan selain Allah hanya kerana Allah s.w.t., maka Allah membalasi mereka dengan suatu golongan yang jujur dalam membantu mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mereka adalah Al-Anshar, penghuni asal Al-Madinah Al-Munawwarah yang melahirkan kesetiaan mereka kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya s.a.w.. Apabila golongan Muhajirin jujur dalam kehambaan mereka, Allah s.w.t. menjadikan golongan yang membantu mereka juga jujur dalam membantu mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Inilah keagungan ukhuwwah Islamiyyah yang mempengaruhi secara dalaman melalui Qudwah Hasanah (contoh yang baik). Rasulullah s.a.w. jujur dalam hubungan Baginda s.a.w. dengan Allah s.w.t., akhirnya kejujuran Rasulullah s.a.w. terhadap Allah s.w.t. dicontohi oleh para sahabat r.a. dari kalangan penduduk Makkah. Mereka mencontohi kejujuran daripada insan yang paling jujur dalam hubungan dengan Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah itu, para sahabat r.a. yang jujur ini berhijrah ke Madinah dalam rangka membuktikan kejujuran mereka kepada Allah s.w.t., lalu menjadi contoh kepada golongan Anshar. Lalu, golongan Anshar pula belajar kejujuran dari golongan muhajirin lalu mereka juga jujur dalam membantu golongan Muhajirin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kejujuran golongan Anshar turut diabadikan dalam Al-Qur’an, pada ayat seterusnya dalam surah yang sama, dalam firman Allah s.w.t.:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُوا ٱلدَّارَ وَٱلإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلاَ يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Maksudnya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), &lt;b&gt;mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin)&lt;/b&gt;. Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); &lt;b&gt;dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan&lt;/b&gt;. dan siapa yang dipelihara dari kebakhilan dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung&lt;/i&gt;” [Surah Al-Hasyr: 9]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Allah s.w.t. menjadi saksi kejujuran golongan Anshar dalam membantu Rasulullah s.a.w. dan golongan Muhajirin lalu menyebutkannya dalam Al-Qur’an agar umat Islam sepanjang zaman mengenang “kejujuran” ini, dan “kejujuran” golongan Muhajirin serta kejujuran Saidina Rasulullah s.a.w. terhadap Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lihatlah, bilamana Rasulullah s.a.w. mengutamakan Allah s.w.t. berbanding keinginan dan keselesaan diri, maka Allah s.w.t. menjadikan suatu golongan pengikut (sahabat) dari kalangan Muhajirin yang setia dan mengutamakan Baginda s.a.w. berbanding diri mereka sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bilamana pula golongan Muhajirin mengutamakan Allah s.w.t. dan Rasul-Nya berbanding diri mereka sendiri, bukti kejujuran mereka kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya s.a.w., maka Allah s.w.t. menjadikan suatu golongan pembantu yang mengutamakan mereka (Muhajirin) berbanding diri mereka sendiri. Hal ini digambarkan sendiri oleh Allah s.w.t. sebagaimana firmanNya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“…&lt;i&gt;dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;” [Surah Al-Hasyr: 9]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Allah… Ukhuwwah Islamiyyah ini terlalu indah. Allah s.w.t. mengajar erti cinta dari mereka yang jujur dalam kecintaan kerana Allah s.w.t.. Kejujuran itu adalah harta paling berharga kerana harga cinta adalah kejujuran dalam cinta. Oleh kerana itulah, setelah para sahabat r.a. membuktikan kejujuran mereka kepada Allah s.w.t. dengan mengutamakan Allah s.w.t. di atas kepentingan diri mereka, maka Allah s.w.t. menjadi saksi betapa mereka layak dicintai dan diredhai oleh Allah s.w.t..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kejujuran dibalasi Redha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Allah s.w.t. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;قَالَ ٱللَّهُ هَـٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ ٱلصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا ٱلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَداً رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ ذٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Maksudnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang jujur akan kejujuran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; &lt;b&gt;Allah redha kepada mereka dan mereka redha terhadapNya&lt;/b&gt;. Itulah keberuntungan yang paling besar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”. [Surah Al-Ma’idah: 119]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nilai redha Allah s.w.t. itu adalah keberuntungan yang paling besar. Bayarannya adalah kejujuran dalam kehambaan kepadaNya. Namun, kejujuran itu bukan semudah mengungkapkannya. Orang-orang munafiq adalah pengaku terhebat dalam bab kecintaan dan mengaku memiliki kejujuran. Mereka tidak lain melainkan menipu diri mereka sendiri sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ya Allah, dengan keberkatan hari yang mulia ini, dan keberkatan Saidina Rasulillah s.a.w. serta para sahabat r.a. yang jujur dalam kehambaan mereka, kurniakanlah kami kejujuran dalam kehambaan kepadaMu, agar kami dapat bersama-sama dengan para Sadiqin dan Siddiqin, dan mendapat redhaMu yang menjadi harapan tertinggi kami…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Amiin…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Wallahu a’lam…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Al-Faqir Al-Haqir ila Rabbihi Al-Jalil&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="http://mukhlis101.multiply.com/journal/item/327/Peristiwa_Hijrah_Bukti_Kejujuran_dengan_Allah_s.w.t."&gt;Raja Ahmad Mukhlis bin Raja Jamaludin&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;‘Amalahullahu bi LutfiHi Al-Khafiyy&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;1 Muharram 1431 Hijrah&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-1012833243330332153?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/1012833243330332153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=1012833243330332153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1012833243330332153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1012833243330332153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/12/peristiwa-hijrah.html' title='Peristiwa Hijrah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-2887127357703264884</id><published>2009-11-29T22:33:00.003+08:00</published><updated>2009-11-29T22:45:44.921+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengorbanan'/><title type='text'>Aidiladha singkap pengorbanan 3 insan agung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/SxKH_ZIv-1I/AAAAAAAAALo/F3TJDUTmtJk/s1600/IMG_0028.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/SxKH_ZIv-1I/AAAAAAAAALo/F3TJDUTmtJk/s320/IMG_0028.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409535625574480722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;HARI Raya Haji atau Korban mempunyai banyak keistimewaan yang harus diperbesarkan oleh umat Islam, bagi mengingati semula serta mengambil iktibar pengorbanan tiga manusia agung iaitu Nabi Ibrahim; isterinya, Hajar dan Nabi Ismail yang wajar dicontohi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim berjiwa kental dan mempunyai cita-cita unggul serta ketakwaan yang tinggi kepada Allah, Hajar pula solehah yang bertakwa kepada Allah sekali gus sebagai ibu penyayang yang mempunyai kesabaran luar biasa dan Nabi Ismail, sebagai anak salih berjiwa takwa, tawakal dan sanggup disembelih bapanya demi menjunjung titah perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan inilah yang harus diperbesarkan dan dijadikan teladan segenap lapisan masyarakat terutama ibu bapa, pemimpin dan juga remaja. Semangat dan ketabahan ini haruslah dijadikan landasan dalam kehidupan bagi membina sahsiah diri, kekuatan mental dan fizikal serta kesabaran dalam menghadapi ujian dan dugaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya jasa dan pengorbanan Nabi Ibrahim, sangat besar dalam menegakkan agama Allah dan membangunkan Makkah sebagai Kota Suci umat Islam yang amat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Kota Makkah, Allah berfirman maksudnya, “Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) makam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajipan manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadat haji ke Baitullah, iaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajipan) haji, maka ketahuilah bahawa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (Ali Imran:97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada ayat ini jelaslah bahawa pembangunan Kota Suci Makkah banyak membawa kebaikan dan manfaat kepada umat Islam. Selain ia menjadi arah kiblat ke Baitullah, kota ini juga menjadi tumpuan jutaan umat Islam untuk menunaikan haji setiap tahun. Ini dijelaskan dalam ayat sebelumnya melalui firman-Nya bermaksud: “Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangunkan untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makah) yang mempunyai berkat dan menjadi petunjuk seluruh alam.” (Ali Imran: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Hari Raya Korban wajar diperbesarkan demi mengingati betapa penderitaan dan kesusahan yang dialami oleh Nabi Ibrahim, dalam usaha menegakkan agama Allah dan membangunkan Makkah. Baginda Nabi Ibrahim disenaraikan sebagai salah seorang Rasul yang bergelar ‘Ulul Azmi yang memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa, sanggup menanggung seribu satu macam kesusahan dan penderitaan serta cabaran semata-mata untuk mencari keredaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membesarkan Hari Raya Korban dengan pelaksanaan ibadat korban yang dilakukan semata-mata kerana Allah pada Hari Raya Haji dan hari-hari Tasyrik (11,12, dan 13 Zulhijjah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadat korban dapat mengeratkan hubungan silaturahim antara ahli kariah masjid. Peserta yang melakukan ibadat korban melalui daging korban dapat dibahagi-bahagikan kepada golongan fakir miskin dan ahli kariah masjid. Ini akan menimbulkan rasa keinsafan dalam diri untuk terus membantu golongan yang kurang bernasib baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ibadat ini dapat mengukuhkan pertalian dan kasih sayang di kalangan keluarga dan ahli masyarakat yang berkumpul melaksanakan ibadat korban melalui kerja menyembelih, melapah, menyiang daging dan kemudian makan bersama-sama daging korban dimasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga dapat melahirkan rasa kegembiraan dan kesyukuran dengan melaksanakan perintah Allah. Ingatlah firman Allah s.w.t. bermaksud: “Dan (ingatlah) tatkala Tuhan kamu memberitahu: Demi sesungguhnya jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambah nikmat-Ku kepada kamu, dan demi sesungguhnya jika kamu kufur ingkar, sesungguhnya azab-Ku amatlah berat.” (Ibrahim:70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Korban hendaklah diperbesarkan dengan sewajarnya, dengan mengucapkan takbir secara berterusan pada malam hari raya hingga solat sunat didirikan pada esok harinya. Pada Aidilfitri disunatkan menjamah makanan atau juadah sebelum ke masjid tetapi untuk Hari Raya Korban kita tidak disunatkan berbuat demikian. Sebaliknya disunatkan pergi ke surau atau masjid lebih awal untuk menunaikan solat sunat Aidiladha dan mendengar khutbah yang menyentuh antara lain kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang boleh dijadikan panduan dalam kehidupan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik selesai solat sunat Aidiladha, maka bersegeralah menyembelih binatang korban. Kemudian dagingnya disedekahkan kepada fakir miskin dan sebahagiannya juga diberikan kepada kariah masjid sebagai hadiah. Nabi SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa dibukakan baginya pintu kebaikan (rezeki) hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik) sebab dia tidak mengetahui bila pintu itu akan ditutup baginya.” (Riwayat Asy Syihaab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel dari : http://epondok.wordpress.com/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-2887127357703264884?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/2887127357703264884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=2887127357703264884' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2887127357703264884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2887127357703264884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/11/aidiladha-singkap-pengorbanan-3-insan.html' title='Aidiladha singkap pengorbanan 3 insan agung'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/SxKH_ZIv-1I/AAAAAAAAALo/F3TJDUTmtJk/s72-c/IMG_0028.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-6373407125752412300</id><published>2009-11-27T11:20:00.003+08:00</published><updated>2009-11-27T16:46:32.367+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amanah'/><title type='text'>Indahnya Akhlaq Umar Bin Abdul Aziz</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://nugrohoadrian.dagdigdug.com/files/2009/05/bunga-merah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://nugrohoadrian.dagdigdug.com/files/2009/05/bunga-merah.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Indahnya Akhlaq beliau….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Khalifah Umar sangat terkenal dengan kegiatannya beronda pada malam hari di sekitar daerah kekuasaannya. Pada suatu malam beliau mendengar dialog seorang anak perempuan dan ibunya, seorang penjual susu yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ibu "Wahai anakku, segeralah kita tambah air dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum terbit matahari. Anaknya menjawab "Kita tidak boleh berbuat seperti itu ibu, Amirul Mukminin melarang kita berbuat begini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu masih mendesak "Tidak mengapa, Amirul Mukminin tidak akan tahu". Balas si anak "Jika Amirul Mukminin tidak tahu, tapi Tuhan Amirul Mukminin tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang mendengar kemudian menangis. Betapa mulianya hati anak gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pulang ke rumah, Umar bin Khattab menyuruh anak lelakinya, Asim menikahi gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Umar, “Semoga lahir dari keturunan gadis ini bakal pemimpin Islam yang hebat kelak yang akan memimpin orang-orang Arab dan Ajam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asim yang taat tanpa banyak tanya segera menikahi gadis miskin tersebut. Pernikahan ini melahirkan anak perempuan bernama Laila yang lebih dikenal dengan sebutan Ummu Asim. Ketika dewasa Ummu Asim menikah dengan Abdul-Aziz bin Marwan yang melahirkan Umar bin Abdul-Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Umar bin Abdul Azis dimulai dari kisah hikmah yang dialami oleh Khalifah Umar Al-Khattab R.A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar melamar gadis (anak wanita dalam kisah diatas) itu untuk dinikahkan dengan putranya Ashim. Pernikahan pun berlangsung. Dari hasil perkawinan itu lahir anak seorang perempuan yang kelak dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan. Dan kemudian lahirlah Umar bin Abdul Azis,Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kisah keteladanan Umar bi Abdul Aziz:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan dibesarkan dalam sekolah Islam dan terdidik dengan ilmu Al-Qur’an. Ayahnya adalah seorang khalifah. Abdul Malik bin Marwan dan suaminya juga seorang khalifah, yakni Umar bin Abdul Aziz. Keempat saudaranya pun semua khalifah, yaitu Al Walid Sulaiman, Al Yazid, dan Hisyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Fatimah dipinang untuk Umar bin Abdul Aziz, pada waktu itu Umar masih layaknya orang kebanyakan bukan sebagai calon pemangku jabatan khalifah. Sebagai putera dan saudari para khalifah, perkawinan Fatimah dirayakan dengan resmi dan besar-besaran, dan ditata dengan perhiasan emas mutu-manikam yang tiada ternilai indah dan harganya. Namun sesudah perkawinannya selesai, sesudah Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah dan Amirul Mukminin, Umar langsung mengajukan pilihan kepada Fatimah, isteri tercinta. Umar berkata kepadanya, “Isteriku sayang, aku harap engkau memilih satu di antara dua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah bertanya kepada suaminya, “Memilih apa, kakanda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Azz menerangkan, “Memilih antara perhiasan emas berlian yang kau pakai atau Umar bin Abdul Aziz yang mendampingimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah,” kata Fatimah, “Aku tidak memilih pendamping lebih mulia daripadamu, ya Amirul Mukminin. Inilah emas permata dan seluruh perhiasanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 1 : Kezuhudan beliau dan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz menerima semua perhiasan itu dan menyerahkannya ke Baitulmal, khas Negara kaum muslimin. Sementara Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya makan makanan rakyat biasa, yaitu roti dan garam sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari raya puteri-puterinya datang kepadanya, “Ya Ayah, besok hari raya. Kami tidak punya baju baru…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan puteri-puterinya itu, khalifah Umar berkata kepada mereka. “Wahai puteri-puteriku sayang, hari raya itu bukan bagi orang yang berbaju baru, akan tetapi bagi yang takut kepada ancaman Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hal tersebut, pengelola baitulmal berusaha menengahi, “Ya Amirul Mukminin, kiranya tidak akan menimbulkan masalah jika  diberikan gaji di muka setiap bulan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz sangat marah mendengar perkataan pengurus Baitulmal. Ia berkata, “Celaka engkau! Apakah kau memiliki ilmu ghaib bahwa aku akan hidup hingga esok hari!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 2 : Menyadari beratnya tanggung jawab seorang pemimpin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar bin Abdul Azis mendapat promosi, dari Gabenur Madinah menjadi Khalifah, ia menangis dan pengsan. Ia menyatakan, bahwa beban kewajiban seberat ribuan gunung telah diletakan kepundaknya, pada hal untuk mengurus diri sendiri pun ia merasa belum mampu. Sekarang di beri amanah mengurus umat. Setelah Umar bin Abdul Aziz RA dilantik menjadi Khalifah, beliau pergi ke mushallahnya dan menangis tersedu-sedu. Ketika di tanyakan kepadanya tentang penyebab tangisnya, beliau menjawab,” aku memikul amanat umat ini dan aku tangisi orang -orang yang menjadi amanat atasku, yaitu kaum fakir miskin yang lemah dan lapar, ibnu sabil yang kehilangan tujuan dan terlantar, orang-orang yang di zalimi dan di paksa menerimanya, orang-orang yang banyak anaknya dan berat beban hidupnya. Merasa bertanggung jawab atas beban mereka, karena itu, aku menangisi diriku sendiri karena beratnya amanat atas diriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon semasa ia menjabat sebagai Khalifah, tak satu pun mahluk dinegerinya menderita kelaparan. Tak ada serigala mencuri ternakan penduduk kota, tak ada pengemis di sudut-sudut kota, tak ada penerima zakat karena setiap orang mampu membayar zakat. Lebih mengagumkan lagi, penjara tak ada penghuninya. Sejak di angkat menjadi Khalifah Umar bertekad, dalam hatinya ia berjanji tidak akan mengecewakan amanah yang di berikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 3 : Bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang Gabenurnya menulis surat. Isinya minta dana untuk membangun benteng sekeliling kota. Khalifah membalas suratnya. "Apa manfaatnya membangun benteng ? Bentengilah ibu kota dengan keadilan, dan bersihkan jalan-jalannya dari kezaliman.” Ada pepatah mengatakan,”seorang alim harus mengajar dirinya sebelum mengajar orang lain, dan hendaknya mengajar dengan prilakunya sebelum mengajar dengan ucapan -ucapannya.” Pepatah itu pasti untuk peribadi Umar bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 4 : Berhati-hati, Halallan Toyyiban &amp;amp; Menghindari hal yang syubhat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendapat hidangan sepotong roti yang masih hangat, harum dan membangkitkan selera dari isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari mana roti ini?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” buatan saya sendiri,” jawab isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Berapa kau habiskan wang untuk membeli terigu dan bumbu-bumbunya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hanya tiga setengah dirham saja,” jawab isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Aku perlu tahu asal usul benda yang akan masuk kedalam perutku, agar aku dapat mempertanggung jawabkannya di hadirat Allah SWT. Wang tiga setengah dirham itu dari mana ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari saya menyisihkan setengah dirham dari wang belanja yang anda berikan, wahai Amirul Mukminin, sehingga dalam seminggu terkumpul tiga setengah dirham. Cukup untuk membeli bahan-bahan roti yang halalan thayyiban,” kata isteri Khalifah menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Baiklah kalau begitu. Saya percaya, asal usul roti ini halal dan bersih. Namun, saya berpendapat lain. Ternyata biaya kebutuhan hidup kita sehari-hari perlu di kurangi setengah dirham, agar kita tidak mendapat kelebihan yang membuat kita mampu memakan roti atas tanggungan umat,” tegas Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak hari itu, umar membuat instruksi kepada bendaharawan Baitul Maal untuk mengurangi perbelanjaan harian keluarga Umar sebesar setengah dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya juga akan berusaha menganti harga roti itu, agar hati dan perut saya tenang dari gangguan perasaan, karena telah memakan harta umat demi kepentingan pribadi,” sambung Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan lagi, suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Abdil Azis, di kunjungi saudaranya. Maksudnya meminta tambahan sumbangan dari Baitul Maal. Ketika itu, Amirul Mukminin sedang makan kacang bercampur bawang dan adas, makanan rakyat awam. Umar menghentikan makannya, lalu mengambil sekeping wang logam satu dirham dan membakarny,.di bungkusnya wang itu dengan sepotong kain dan di berikannya kepada saudaranya seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Inilah tambahan sumbangan wang yang saudaraku minta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku menjerit kepanasan ketika menyentuh bungkusan berisi wang logam panas itu. Umar berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau api dunia terasa sangat panas bagaimana kelak api neraka yang akan menbakar aku dan saudara ku karena menghianati amanah dan menyelewengkan harta kaum muslimin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, itulah berakah memegang amanah Allah. Betapa rezeki yang halal dengan izin Allah, bisa membentuk pribadi-pribadi keturunan yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 5 : Qiyamullail&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah Rahimahullah berkata,&lt;br /&gt;“Umar bin Abdul Aziz, jika masuk ke rumah, dia langsung menuju ke mushallanya, kemudian dia menangis dan berdo’a sampai kedua matanya lelah (tidur), kemudian bangun. Seperti itulah yang dia lakukan di setiap malam.” (Taarikh Khulafa, As-Suyuthi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah Rahimahullah berkata,&lt;br /&gt;“Mungkin ada orang yang lebih banyak mengerjakan shalat dan puasa daripada Umar bin Abdul Aziz, tetapi aku belum pernah melihat orang yang lebih takut kepada Tuhannya daripada Umar. Jika dia shalat Isya' terakhir (malam) dia menyendiri di mushallanya, lalu berdo’a dan menangis sampai kedua matanya tertidur. Kemudian bangun, berdoa dan menangis lagi sampai kedua matanya tertidur. Terus begitu sampai datang waktu shubuh.” (Az-Zuhud, Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah Rahimahullah berkata,&lt;br /&gt;“Umar telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk kepentingan manusia. Dia duduk untuk mereka di siang harinya, jika datang waktu sore dia masih melanjutkan tugasnya dalam memenuhi kebutuhan manusia sampai malam. Pada suatu sore dia sudah selesai dari tugas-tugasnya di siang hari, lalu dia mengambil lampu yang minyaknya diambil dari wangnya sendiri, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, kemudian dia merunduk dan meletakkan kepalanya di antara kedua tangannya, air matanya menetes di atas pipinya dan menangis tersedu-sedu. Demikianlah keadaannya pada malam itu sampai datang waktu subuh. Sedangkan pagi harinya dia berpuasa.” (Sirah Umar bin Abdul Aziz, Ibnu Al-Jau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah bangun untuk shalat malam, lalu membaca firman Allah, “Wa al-laili izaa yaghsyaa” (QS. Al-Lail), sampai pada firman Allah, “Fa andzartukum naaran taladzdzaa“, dia menangis sehingga tidak mampu melanjutkan ayat selanjutnya surat itu, dua atau tiga kali, sampai kemudian beliau membaca surat lainnya. (At-takwiif min An-Naar, Ibnu Rajab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 6 :Kekhawatiranya pada hari Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz tertarik waktu hamba sahaya itu bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Amirul Mukminin. Semalam saya bermimpi kita sudah tiba di hari kiamat. Semua manusia dibangkitkan Allah, lalu dihisab. Saya juga melihat jambatan shiratal mustaqim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Azis mendengarkan dengan saksama. “Lalu apa yang engkau lihat?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamba melihat satu per satu manusia diperintahkan berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Penguasa Bani Umaiyah, Abdul Malik bin Marwan, hamba lihat ada di antara orang yang pertama kali dihisab. la berjalan melewati jambatan shiratal mustaqim. Tapi, baru dua langkah, dia sudah jatuh ke dalam jurang neraka. Saat ia jatuh, tubuhnya tak terlihat lagi. Hamba hanya mendengar suaranya. la terdengar menangis dan memohon ampun kepada Allah,” jawab hamba sahaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Azis tertegun mendengar cerita itu. Hatinya gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu bagaimana?” ia bertanya dengan gundah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah itu giliran putranya, Walid bin Abdul Malik bin Marwan. Ia juga terpeleset dan masuk ke dalam jurang neraka. Lalu tiba giliran para khalifah yang lain. Saya melihat, satu per satu mereka pun jatuh. Sehingga tidak ada yang sanggup melewati jambatan shiratal mustaqim itu,” kata sang hamba sahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Azis tercegat karena merasakan takut dan khawatir dalam dadanya. Sebab, ia juga seorang khalifah. la sadar, menjaga amanah kepemimpinan dan kekuasaan itu sangat berat. Dan ia pun yakin, setiap pemimpin harus bisa mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Tidak ada seorang pun yang akan lolos dari hitungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung Umar seketika berdegub kencang. Nafasnya memburu. Ia cemas, jangan-jangan nasibnya akan sama dengan para pemimpin lain yang dikisahkan hamba sahaya itu. Karena cemas dan takut, Umar bin Abdul Azis meneteskan air mata. Ia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, apakah aku akan bernasib sama dengan mereka yang dilihat hamba sahaya ini di dalam mimpinya? Apakah aku telah berlaku tidak adil selama memimpin? Pantaskah aku merasakan surgaMu, ya Allah?” bisik Umar bin Abdul Azis di dalam hati. Air matanya kian deras mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu tibalah giliran Anda, Amirul Mukminin,” kata hamba sahaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan hamba sahaya itu menambah deras air mata Umar bin Abdul Azis. Umar kian cemas. Kecemasan Umar membuat tubuhnya gemetaran. Ia menggigil ketakutan. Wajahnya pucat. Matanya menatap nanar ke satu sudut ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Umar bin Abdul Azis mengingat dengan jelas peringatan Allah SWT, “Ingatlah pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. Dikatakan kepada mereka : Rasakanlah sentuhan api neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba sahaya itu justru kaget melihat reaksi khalifah Umar bin Abdul Aziz yang luar biasa. Dalam hati, ia merasa serba salah. Sebab, ia sama sekali tidak punya maksud untuk menakut-nakuti khalifah. Ia sekadar menceritakan mimpi yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kepanikan khalifah, hamba sahaya itu lalu berusaha menenangkan Umar bin Abdul Aziz. Namun, Umar bin Abdul Aziz belum bisa tenang. Maka, hamba sahaya itu pun meneruskan ceritanya dengan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, demi Allah, aku melihat engkau berhasil melewati jembatan itu. Engkau sampai di surga dengan selamat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Umar bin Abdul Azis bukan tersenyum apalagi tertawa. Ia diam. Cukup lama Umar tertegun. Cerita itu benar-benar membuatnya berpikir dan merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hikmah yang lalu dipetik Umar dari cerita itu. Dan sejak itu, ia menanamkan tekad untuk lebih berhati-hati dalam amanah kekuasaan. Itu adalah amanah Allah yang sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah 7 : Mau mengambil pelajaran &amp;amp; diingatkan oleh orang yang lebih muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar bin Abdul Aziz selesai menguburkan sepupunya, Sulaiman bin Abdul Malik (Amirul Mukminin yang menjabat sebelum dirinya), dia masuk ke kamar tidurnya untuk beristirahat sebentar. Akan tetapi dia mendengar suara ketukan pintu. Setelah dia tahu bahwa anaknya, Abdul Malik, meminta izin untuk masuk, maka ia mengizinkannya. Sesudah mengucapkan salam si anak berkata, “Wahai Amirul Mukminin, apa yang ingin kau kerjakan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan tidur sebentar,” kata Umar&lt;br /&gt;“Engkau tidur siang dan tidak mencegah kezaliman dari pelakunya,” kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anakkku, sesungguhnya aku berjaga  malam tadi untuk mengurus bapa saudaramu Sulaiman, setelah aku shalat Zhuhur nanti aku akan kembali mencegah kezaliman dari pelakunya,” kata Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak kemudian berkata kepada bapaknya, “Saya tidak tahu pasti apakah engkau tetap hidup sampai Zhuhur nanti, berdirilah sekarang wahai amirul mukminin, tolaklah kezaliman dari pelakunya pertama kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz berkata, “Mendekatlah kepadaku wahai anakku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak lalu mendekat, Umar kemudian mencium keningnya seraya berkata, “Segala puji milik Allah yang telah menjadikan dari tulang sulbiku orang yang membantuku dalam urusan agamaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Khalifah Umar bin Abdul Aziz hanya berusia tiga puluh bulan, tetapi kekuasaannya yang singkat itu bagi Allah Ta’ala bernilai lebih dari tiga puluh abad. Beliau meninggalkan dunia fana ini dalam usia muda, yakni pada usia empat puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, pasukan kaum muslimin sudah mencapai pintu kota Paris di sebelah barat dan negeri Cina di sebelah timur. Pada waktu itu kekuasaan pemerintahan di Portugal dan Sepanyol berada di bawah kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya akhlaq beliau, semoga kelak akan muncul pemimpn di benua ini seperti beliau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau mungkin kelak pemimpin itu adalah anda? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-6373407125752412300?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/6373407125752412300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=6373407125752412300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6373407125752412300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6373407125752412300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/11/indahnya-akhlaq-umar-bin-abdul-aziz.html' title='Indahnya Akhlaq Umar Bin Abdul Aziz'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-1113951493213308241</id><published>2009-11-12T09:04:00.002+08:00</published><updated>2009-11-12T09:08:18.778+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Rabiatul Adawiyah dan Tingkat Iman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm1.static.flickr.com/74/184540305_6cfdf8f28c.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 188px;" src="http://farm1.static.flickr.com/74/184540305_6cfdf8f28c.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rabiatul Adawiyah dan tingkatan iman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari orang-orang salih datang berziarah kerumah Rabiah. Ketika itu terjadilah tanya-jawab diantara Rabiah dengan tetamu itu berkenaan dengan masalah menyembah Allah. Salah seorang mereka ditanya Rabiah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa anda menyembah Allah?” tanya Rabiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kerana saya takut akan api neraka,” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa anda menyembah Allah?” Rabiah bertanya pula pada tetamu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya menyembah Allah kerana takut masuk api neraka dan ingin masuk ke dalam syurgaNya,” jawab tetamu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabiah menarik nafas panjang kemudian berkata:“Alangkah buruknya seorang hamba yang menyembah Allah hanya kerana mengharapkan syurga dan ingin menghindar dari api neraka!” Sejurus Rabiah terdiam seakan-akan kecewa mendengar jawapan mereka. Kemudian dari bibirnya keluar sebuah soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekiranya syurga dan neraka tidak ada, adakah kamu akan menyembah Allah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin saling berpandangan sesama mereka. Tidak menyangka kalau-kalau pertanyaan seperti itu akan dikemukakan oleh Rabiah. Agak lama tidak seorang pun diantara mereka berani menjawab.Salah seorang mereka itu memecahkan kesunyian dengan bertanya kepada Rabiah:“Kalau begitu, tolong jelaskan kepada kami kenapa anda menyembah Allah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya menyembah Allah adalah keranaNya. Nikmat yang dianugerahkanNya kepada saya sudah cukup untuk menggerakkan hati saya untuk menyembahNya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jawapan Rabiah, ringkas tetapi padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Moral of the story:&lt;/span&gt; Let’s do a reality check on ourselves, me and you. Dalam kisah di atas, kita dapat extract tiga tahap keimanan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menyembah Allah kerana takutkan api neraka.&lt;br /&gt;2.Menyembah Allah kerana takutkan api neraka dan inginkan syurga.&lt;br /&gt;3. Menyembah Allah semata-mata kerana cinta kepadaNya, bukan mengharapkan syurga dan ingin menjauhi neraka. (tahap pertama dan kedua adalah jelek dan buruk di mata Rabiah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang check diri kita. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Di mana iman kita berada?&lt;/span&gt; Adakah tahap pertama atau tahap kedua? Ramai yang sekurang-kurangnya akan meletakkan dirinya dalam tahap yang pertama. Ada juga yang mengatakan dirinya tidak mencapai tahap pertama sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Adakah kita tergolong dalam golongan ini?:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sangat jauh dari Allah. Golongan ini bukan sahaja mengabaikan suruhan Allah, malah melakukan maksiat dan mempertikaikan dan menentang suruhan Allah. Nauzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Bermain-main dengan Allah. Golongan ini kadang-kadang solat, kadang-kadang tidak. Ikut mood. Senang cerita orang yang malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beribadah yang tidak memberi kesan. Golongan ini tidak meninggalkan suruhan tetapi masih melakukan maksiat. Bukankah solat itu, mencegah perkara yang keji dan mungkar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Beribadah bukan kerana Allah. Golongan ini melakukan banyak suruhan Allah dan melakukan nahi mungkar tetapi tidak ikhlas. Sebaliknya ingin mendapatkan penghormatan daripada masyarakat, kononnya dialah ustaz, dialah yang paling alim dan semua orang kena ikut cakap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah anda tergolong dalam mana-mana golongan ini? Saya tidak tahu dan jangan beritahu saya. Anda lebih memahami diri anda sendiri dan terpulang pada diri anda untuk meletakkan di tahap keimanan yang mana. Mereka yang berada di tahap pertama akan meninggalkan segala perkara maksiat dari yang besar hingga sekecil-kecil pun dan melakukan ibadah yang wajib. Mereka yang berada di tahap kedua akan menambahkan amalannya dengan yang sunat-sunat.Mereka yang berada di tahap tertinggi, akan meninggalkan dunia dan meletakkan sepenuh cinta kepada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Rabiatul Adawiyah adalah sangat sukar untuk diungkapkan dan difahami. Pertama kali saya membaca kisahnya, pening kepala. Pergilah kekedai buku agama dan cuba cari buku yang menceritakan tentang Rabiatul Adawiyah. Itulah ‘chicken soup for the soul’ versi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ’alam..&lt;br /&gt;(Rujukan : Rabiatul Adawiyah &amp;amp; Cinta; Abdul Mun’im Qindil; Pustaka Syuhada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-1113951493213308241?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/1113951493213308241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=1113951493213308241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1113951493213308241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1113951493213308241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/11/rabiatul-adawiyah-dan-tingkat-iman.html' title='Rabiatul Adawiyah dan Tingkat Iman'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm1.static.flickr.com/74/184540305_6cfdf8f28c_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-9072997163091044005</id><published>2009-11-01T20:03:00.002+08:00</published><updated>2009-11-01T20:06:48.315+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Redha'/><title type='text'>Menjual diri kerana mencari Redha Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://soe.ucdavis.edu/ss0708/mcbrides/images/Orchid2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 234px;" src="http://soe.ucdavis.edu/ss0708/mcbrides/images/Orchid2.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sohaib dan Ammar memeluk Islam pada waktu yang sama. Pada masa itu Nabi Muhammad s.a.w. tinggal ditempat kediaman Arqam. Mereka datang secara berasingan untuk memeluk agama Islam dan telah bertemu dipintu rumah  Arqam. Sohaib seperti Ammar telah menderita akibat penyiksaan yang diterima ditangan pemusuh-pemusuh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia memutuskan hendak berhijrah ke Madinah.Kafir-kafir Quraish tidak mahu dia berbuat demikian lantas menghantar suatu gerombolan untuk memaksanya balik ke Mekah.Sebaik-baik sahaja kafir-kafir musyrikin itu mendekatinya, dia memekik kepada mereka:"Kamu semua tahu yang aku ini pemanah yang lebih handal daripada kamu. Selagi ada anak panah pada ku selama itulah kamu tidak dapat menghampiri aku. Apabila habis anak panah ku aku akan menggunakan pedang aku pula. Kalau kamu suka pergilah ambil wangku yang kutinggalkan di Mekah dan dua orang sahaya perempuanku sebagai penebusan diriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bersetuju. Dia pun memberitahu tempat dimana wangnya disimpan. Selepas itu dia meneruskan perjalanannya ke Madinah. Berkenaan dengan perbuatan Sohaib ini Allah s.w.t. telah menurunkan ayat yang berikut kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud:&lt;br /&gt;"Dan dari antara manusia ada yang menjual dirinya kerana hendak mencari keridhaan Allah dan Allah itu amat penyayang kepada hamba-hambaNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ketika menerima ayat ini Nabi Muhammad s.a.w.. berada di Qubo'. Apabila dilihatnya Sohaib, Baginda s.a.w. pun berkata: "Penjualan yang baik sungguh, Sohaib."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-9072997163091044005?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/9072997163091044005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=9072997163091044005' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/9072997163091044005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/9072997163091044005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/11/menjual-diri-kerana-mencari-redha-allah.html' title='Menjual diri kerana mencari Redha Allah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-3672561203487161685</id><published>2009-10-27T08:52:00.002+08:00</published><updated>2009-10-27T09:19:02.626+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasullulah wafat'/><title type='text'>Kewafatan Rasulullah s.a.w.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rC2wUbyiuRQ/ShYC-I_JHSI/AAAAAAAAADY/GreIRxiaqL0/s320/white+rose.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rC2wUbyiuRQ/ShYC-I_JHSI/AAAAAAAAADY/GreIRxiaqL0/s320/white+rose.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Daripada ibnu Mas’ud ra bahawasanya ia berkata: ketika ajal Rasulullah s.a.w. sudah dekat, baginda mengumpul sahabat-sahabat di rumah Siti Aisyah r.a. Kemudian baginda memandang mereka sambil berlinangan air matanya, dan bersabda:  “marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua,  semoga Allah menyayangi,  menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu.  Aku berwasiat kepada kamu,  agar bertakwa kepada Allah.  Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu.  Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa. ”  Kemudian mereka bertanya: “bilakah ajal baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke sidratulmuntaha dan ke jannatul makwa serta ke arsyila’ la. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya lagi: “siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: salah seorang ahli bait. Mereka bertanya: bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: “dengan bajuku ini atau pakaian yamaniyah. ” Mereka bertanya: “siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menangis dan Rasulullah s.a.w. pun turut menangis. Kemudian baginda bersabda: “tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku jibril a.s. Kemudian mikail, kemudian israfil kemudian malaikat izrail (malaikat maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak hari itulah Rasulullah s.a.w. bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari isnin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir. Sehari menjelang baginda wafat iaitu pada hari ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam: “Assalamualaikum ya Rasulullah?” Kemudian ia berkata lagi “Assolah yarhamukallah. ” Fatimah menjawab: “Rasulullah dalam keadaan sakit.” Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah s.a.w. bersabda: “saya sekarang dalam keadaan sakit, wahai Bilal, kamu perintahkan sahaja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat. ” Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata:  “aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut. Ketika Abu Bakar r.a. melihat ke tempat Rasulullah yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan. Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Rasulullah saw. Baginda bertanya: “wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu? Siti fatimah menjawab: orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah s.a.w. tidak ada bersama mereka. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah s.a.w. memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas r.a, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda solat dua rakaat, setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda: “ya ma’aasyiral muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah s.w.t, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari esoknya, iaitu pada hari Isnin, Allah mewahyukan kepada malaikat maut supaya ia turun menemui Rasulullah s.a.w. dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada malaikat maut mencabut nyawa Rasulullah s.a.w. dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah s.a.w. tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali sahaja. Maka turunlah malaikat maut untuk menunaikan perintah Allah s.w.t. Ia menyamar sebagai seorang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah saw, malaikat maut itupun berkata: “Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah.” Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu: “wahai Abdullah (hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit. ” Kemudian malaikat maut itu memberi salam lagi: “Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?” Akhirnya Rasulullah s.a.w. mendengar suara malaikat maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya fatimah: “siapakah yang ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab: “seorang lelaki memanggil baginda, saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma. ” Rasulullah s.a.w. bersabda: “tahukah kamu siapakah dia?” Fatimah menjawab: “tidak wahai baginda. ” Lalu Rasulullah s.a.w. menjelaskan: “wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “masuklah, wahai malaikat maut. Maka masuklah malaikat maut itu sambil mengucapkan ‘Assalamualaika ya Rasulullah. ”  Rasulullah s.a.w. pun menjawab: Wa'alaikassalam ya malaikat maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?”  Malaikat maut menjawab: “saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang.  Rasulullah s.a.w. bertanya: “wahai malaikat maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril?  “saya tinggal ia di langit dunia”  Jawab malaikat maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sahaja malaikat maut selesai bicara, tiba-tiba jibril a.s datang kemudian duduk di samping Rasulullah saw. Maka bersabdalah Rasulullah saw: “wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: ya, wahai kekasih Allah. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “beritahu kepadaku wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? Jibril pun menjawab; “bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda s.a.w. bersabda: “segala puji dan syukur bagi tuhanku. Wahai jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? Jibril menjawab lagi: bahawasanya pintu-pintu syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda s.a.w. bersabda lagi: “segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? Jibril menjawab: aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?” Jibril a.s bertanya: “wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan? Rasulullah s.a.w. menjawab: “tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca al-quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?” Jibril menjawab: “saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: aku telah mengharamkan syurga bagi semua nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkatalah Rasulullah saw: “sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai malaikat maut dekatlah kepadaku?” Lalu malaikat maut pun berada dekat Rasulullah saw.  Ali r.a bertanya: “wahai Rasulullah saw, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya? Rasulullah menjawab: adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian malaikat maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: “wahai Jibril, alangkah pedihnya maut. ” Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril a.s memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah s.a.w. bertanya: “wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku? Jibril menjawab: wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?” Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Anas r.a: “ketika aku lalu di depan pintu rumah Aisyah r.a aku dengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut neraka sa’ir. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahawasanya Mu’az bin Jabal r.a telah berkata: “Rasulullah s.a.w. telah mengutusku ke negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana selama 12 tahun. Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata kepadaku: “apakah anda masih lena tidur juga wahai Mu’az, padahal Rasulullah s.a.w. telah berada di dalam tanah. ” Mu’az terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan: “a’uzubillahi minasy syaitannir rajim?” Setelah itu ia lalu mengerjakan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama. Mu’az berkata: “kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?” Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman. Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu mu’az berkata kepada mereka: “malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami. Dahulu, bila Rasulullah s.a.w. bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka mushaf (al-quran). Maka berikanlah mushaf kepadaku. Setelah mu’az menerima mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud: “sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?” (az-zumar: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menjeritlah mu’az, sehingga ia tak sedarkan diri. Setelah ia sedar kembali, ia membuka mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?” (Ali-lmran: 144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mu’az pun menjerit lagi: “aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?” Kemudian ia keluar meninggalkan negeri Yaman menuju ke Madinah. Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata: “seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala. ” Kemudian ia berkata: “aduhai sedihnya berpisah dengan nabi muhammad saw?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu iapun pergi meninggalkan mereka. Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud: “setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mu’az mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu’az bertanya kepada orang tersebut: “bagaimana khabar Rasulullah saw? Orang tersebut menjawab: wahai Mu’az, sesungguhnya Muhammad s.a.w. telah meninggal dunia. Mendengar ucapan itu mu’az terjatuh dan tak sedarkan diri. Lalu orang itu menyedarkannya, ia memanggil mu’az: wahai mu’az sedarlah dan bangunlah. ” Ketika mu’az sedar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Assiddik, dengan cop dari Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Mu’az melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu. Setelah puas ia menangis iapun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’az sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing. Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan subuh. Bilal mengucapkan: “asyhadu allaa ilaaha illallah” Mu’az menyambungnya: “wa asyhadu anna muhammadur Rasulullah” Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sedarkan diri lagi. Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal: “wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu’az yang sedang pengsan. Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu’az, lalu ia berkata: “Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu’az, aku telah mendengar dari Rasulullah saw, baginda bersabda: “sampaikanlah salamku kepada Mu’az. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mu’az pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahawa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata: “demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra. ” Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Mu’az mengucapkan: “Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?” Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata: “Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mu’az menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan: “Assalamualaikum ya ahli bait. ” Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu’az bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah saw. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Fatimah berkata lagi: “masuklah wahai Mu’az?” Ketika Mu’az melihat Siti Fatimah dan Sisyah ra ia terus pengsan dan tak sedarkan diri. Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya: “saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: sampaikanlah salam saya kepada Mu’az dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama. ” Kemudian Mu’az bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah saw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-3672561203487161685?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/3672561203487161685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=3672561203487161685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/3672561203487161685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/3672561203487161685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/kewafatan-rasulullah-saw.html' title='Kewafatan Rasulullah s.a.w.'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rC2wUbyiuRQ/ShYC-I_JHSI/AAAAAAAAADY/GreIRxiaqL0/s72-c/white+rose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-2105291660643889863</id><published>2009-10-25T22:29:00.003+08:00</published><updated>2009-10-25T22:46:07.551+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasullulah'/><title type='text'>NABI MUHAMMAD SAW MAKHLUK TERAGUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:9l9MN1EYUAi6eM:http://www.rheng.net/fairimages/images/DSC_1299%2520master%252016X%2520white%2520tulip%2520garden.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 104px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:9l9MN1EYUAi6eM:http://www.rheng.net/fairimages/images/DSC_1299%2520master%252016X%2520white%2520tulip%2520garden.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nabi Muhammad saw meskipun sama kejadiannya dengan manusia lain di muka bumi ini, namun bentuk lahiriah dan rohaniahnya tidak sama. Baginda mempunyai keistimewaan yang sama sekali tidak terdapat pada manusia-manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang terbaik di muka bumi ini, Baginda dianugerahkan dengan keperibadian dan perwatakan yang istimewa kerana padanyalah terdapat contoh untuk diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umum mengetahui keadaan yang zahir adalah gambaran yang terjelma dari unsur-unsur batin. Rupa paras seseorang boleh membantu menjelaskan keperibadian setiap individu. Ciri-ciri seperti bentuk badan, sifat fizikal dan rupa bentuk anggota adalah menggambarkan tentang akal dan akhlak seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dengan Nabi Muhammad saw. yang mempunyai bentuk badan yang indah dan segak, namun tidak dapat digambarkan oleh mana-mana pelukis potret di dunia ini. Allah mengharamkan penggambaran potret Baginda oleh sesiapa saja. Sungguhpun begitu sifat-sifat kecantikan baginda masih boleh diillusikan melalui pertuturan dan riwayat para sahabat dan tabi'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda. Ulama Yahudi berkenaan terpukau dengan raut paras dan akhlak baginda yang sudah tentunya milik seorang Rasul Agung di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat yang sentiasa bersamanya sentiasa meneliti bentuk tubuh tokoh kesayangannya secara terperinci. Di antara kata-kata gambaran mereka yang pernah melihat baginda saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah. Aku melihat cahaya memancar dari lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Seandainya kamu melihat Rasulullah, kamu akan merasa seolah-olah sedang melihat matahari terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Aku pernah melihat Rasulullah saw di bawah sinaran bulan. Aku bandingkan wajahnya dengan bulan,&lt;br /&gt;       akhirnya aku sedari bahawa Rasulullah saw jauh lebih cantik daripada sinaran bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Rasulullah saw seumpama matahari yang bersinar. Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *Apabila Rasulullah saw berasa gembira, wajahnya bercahaya seperti bulan purnama dan dari situ kami mengetahui yang baginda sedang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Kali pertama memandangnya, sudah tentu kamu akan terpesona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Wajahnya seperti bulan purnama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Dahi Baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya. Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Mata Baginda hitam dengan bulu mata yang panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Mulut baginda sederhana luas dan cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Apabila berkata-kata cahaya kelihatan memancar dari giginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Janggutnya penuh dan tebal menawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca. Warna lehernya putih seperti perak sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Rambutnya sedikit ikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Rambutnya tebal kadang-kadang menyentuh pangkal telinga dan kadang-kadang mencecah bahu tapi disisir rapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Rambutnya terbelah di tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Dadanya bidang dan selaras dengan perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih daripada biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *Seimbang antara kedua bahunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya , jarinya juga besar dan tersusun dengan cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *Aku tidak pernah menyentuh sebarang sutera yang tipis mahupun tebal yang lebih lembut daripada tapak tangan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik. kakinya berisi, di tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air. Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *Warna kulitnya tidak putih seperti kapur atau coklat tapi campuran antara coklat dan putih. Warna putihnya lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Warna kulit Baginda putih kemerah-merahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Warna kulitnya putih tapi sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Kulitnya putih lagi bercahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Badannya tidak gemuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi kacak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Perutnya tidak buncit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Badannya cenderung kepada tinggi. Semasa berada di kalangan orang ramai, baginda kelihatan lebih tinggi daripada mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *   Sekalipun baginda miskin dan lapar tapi tubuhnya lebih gagah dan sihat daripada orang yang cukup makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Aku tidak pernah melihat seorang lelaki yang lebih gagah dan berani daripada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu hebat personaliti dan ketokohan Baginda saw., makhluk terpuji dan teragung di muka bumi. Kesimpulannya Nabi Muhammad saw. adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MORAL &amp;amp; IKTIBAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  * Nabi Muhammad saw. adalah manusia terbaik pilihan Allah.&lt;br /&gt;  * Sifatnya yang terpuji merangkumi aspek fizikal dan rohani.&lt;br /&gt;  * Atas sifatnya yang superior inilah baginda dilantik menjadi pemimpin seluruh manusia di dunia ini.&lt;br /&gt;  * Baginda adalah manusia mithali yang serba lengkap dan serba kamil dan layaklah baginda tidak disentuh sebarang dosa lagi bersifat dengan maksum.&lt;br /&gt;  * Kepimpinan Baginda sepatutnya menjadi contoh teladan kepada semua manusia di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Barangsiapa mentaati Allah tanpa mengakui kerasulan Nabi saw, nescaya Allah tidak menerima keimanannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-2105291660643889863?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/2105291660643889863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=2105291660643889863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2105291660643889863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2105291660643889863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/nabi-muhammad-saw-makhluk-teragung.html' title='NABI MUHAMMAD SAW MAKHLUK TERAGUNG'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-2028181597224152551</id><published>2009-10-17T23:09:00.002+08:00</published><updated>2009-10-17T23:17:46.930+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taubat'/><title type='text'>AWAN MENGIKUTI ORANG YANG BERTAUBAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:yMpg8FV2TNuwlM:http://img371.imageshack.us/img371/7813/bunga1dl4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 125px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:yMpg8FV2TNuwlM:http://img371.imageshack.us/img371/7813/bunga1dl4.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diriwayatkan bahwa seorang tukang jaga terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat gadis itu mendapatkan tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jaga lalu mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil menemukannya. Si tukang jaga lalu memanggil gadis itu dan mengajaknya menikmati kesempatan berasmara. Tetapi gadis itu menjawab, "Jangan lakukan. Meskipun sangat mencintaimu, aku sangat takut kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawapan itu, si tukang jaga merasa dunia berputar. Kerana menyesal dan sedar hatinya gementar, tenggoroknya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, "Kau takut kepada Allah sedangkan aku tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pulang sambil bertaubat. Di jalan ia diserang haus dan nyaris mati. Is kemudian bertemu seorang soleh. Mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka berdua sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahwa awan itu untuk orang yang soleh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si tukang jaga itu sampai dia tiba di rumahnya. Orang soleh tadi heran melihat kenyataan ini. Dia lalu mengikuti tukang jaga tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya juga di tempat itu. Maka laki-laki soleh itu berkata, "Janganlah heran terhadap apa yang kau lihat, kerana orang yang bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-2028181597224152551?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/2028181597224152551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=2028181597224152551' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2028181597224152551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2028181597224152551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/awan-mengikuti-orang-yang-bertaubat.html' title='AWAN MENGIKUTI ORANG YANG BERTAUBAT'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-1453887922860473210</id><published>2009-10-17T23:02:00.003+08:00</published><updated>2009-10-17T23:19:30.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahmat selepas kematian'/><title type='text'>TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i231.photobucket.com/albums/ee102/my7710/bunga/bunga1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 115px;" src="http://i231.photobucket.com/albums/ee102/my7710/bunga/bunga1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-1453887922860473210?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/1453887922860473210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=1453887922860473210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1453887922860473210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/1453887922860473210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/tujuh-macam-pahala-yang-dapat.html' title='TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i231.photobucket.com/albums/ee102/my7710/bunga/th_bunga1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-5413514269632228324</id><published>2009-10-17T20:33:00.001+08:00</published><updated>2009-10-17T20:34:37.731+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak soleh'/><title type='text'>Anak soleh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RKauSu5tpcg/SnasEYmk7RI/AAAAAAAAANA/plAtusUQRP4/s400/anak+soleh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 397px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RKauSu5tpcg/SnasEYmk7RI/AAAAAAAAANA/plAtusUQRP4/s400/anak+soleh.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-5413514269632228324?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/5413514269632228324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=5413514269632228324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5413514269632228324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5413514269632228324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/anak-soleh.html' title='Anak soleh'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RKauSu5tpcg/SnasEYmk7RI/AAAAAAAAANA/plAtusUQRP4/s72-c/anak+soleh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-164458137905393464</id><published>2009-10-08T16:15:00.003+08:00</published><updated>2009-10-08T16:19:55.735+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkahwinan Rasulullah'/><title type='text'>Rahsia Poligami Rasullulah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:NRjLX5YOhlTvHM:http://srv.fotopages.com/2/18566853.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 179px; height: 135px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:NRjLX5YOhlTvHM:http://srv.fotopages.com/2/18566853.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah kewafatan Rasulullah SAW, masih terdapat 9 isteri baginda yang masih hidup. Sebahagian orang bertanya rahsia ramainya isteri baginda. Apakah Rahsianya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia suka mencari kelemahan orang baik-baik. Pelbagai tuduhan yang dilontarkan antaranya, Nabi SAW seorang hiperseks dan gila wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita, selama 26 tahun Nabi SAW bersama Khadijah menanda kesucian dan kebersihan jiwa baginda, padahal ketika itu, usia Khadijah adalah 66 tahun yang boleh dikatakan ‘nenek’. Jika mengikut syahwat manusia biasa, Nabi SAW boleh mencari gadis yang cantik berbanding ‘nenek’ Khadijah. Ini adalah bukti yang kuat bagi meruntuhkan tuduhan penfitnah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menikahi ramai perempuan ada beberapa sebab;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Pengorbanan Harta untuk Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini berlaku atas diri Khadijah sendiri. Khadijah banyak membantu Rasulullah SAW semasa baginda susah. Bantuan Khadijah menambah kasih Rasulullah SAW terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Memadam Fitnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkahwinan Rasulullah dengan Shafiyah Binti Huyay bagi mengelak fitnah. Pada waktu itu, Shafiyah adalah gadis yang paling cantik dan ramai lelaki berebut-rebut nak menikahinya. Jika Nabi SAW tidak menikahinya, maka ia akan menjadi sumber fitnah bagi bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah dan para isteri Rasulullah selalu bergurau dengan Shafiyah dengan panggilan ‘Hai gadis Yahudi’. Shafiyah terasa hati dan mengadu kepada Nabi SAW. Nabi SAW berkata nyatakan kepada mereka ‘Ayahku Harun, Pakcikku Musa dan suamiku Muhammad’. Kata-kata Shafiyah ini berjaya mengunci mulut para isteri Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Pelaksanaan Syariat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkahwinan ini berlaku apabila baginda menikahi Syaidah Zainab Bin Jahsy&lt;br /&gt;‘Dan(ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu(juga) telah memberi kan nikmat kepadanya, ‘tahan isterimu dan bertaqwalah kepada Allah’, sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah lebih berhak untuk kamu takuti. Maka sesudah telah selesai hubungan Zaid dengan isterinya(menceraikannya), Kami kahwinkan kamu dengannya supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk(mengahwini) isteri-isteri anak angkat mereka apabila telah selesai hubungannya dengan mereka. Dan bahawa ketetapan Allah pasti berlaku(al ahzab:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tradisi Arab ketika itu, anak angkat seumpama anak kandung. Tatkala Allah SWT menyuruh Nabi SAW, menikahkan Zaid dengan Zainab. Zainab bersetuju akur perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab tidak bahagia dengan Zaid ekoran sikap Zainab yang suka membangkang dan tidak taat kepada Zaid. Zaid mengadu kepada Rasulullah SAW. Baginda menyuruh Zaid bersabar. Akhirnya Zaid menceraikan Zainab dan baginda Nabi SAW mengakuri wahyu Allah agar mengahwini Zainab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkahwinan ini penting bagi syariat mengahwini bekas isteri anak angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Penghargaan Terhadap Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah masuk Islam awal dan berjihad. Abu Salamah meninggal ketika puteranya masih kecil. Ummu Salamah berhijrah seorang diri. Ummu Salamah sangat mencintai suami yang terkorban dalam jihad. Akhirnya, Allah SWT mengantikan suami terbaik untuk beliau iaitu Rasulullah SAW sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah tujuan luhur poligami Rasulullah SAW. Perkahwinan baginda bukan berlandas nafsu tapi mengikuti perintah Allah SWT dan sifat kemanusiaan baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Imam Hasan al Banna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-164458137905393464?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/164458137905393464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=164458137905393464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/164458137905393464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/164458137905393464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/rahsia-poligami-rasullulah.html' title='Rahsia Poligami Rasullulah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-86033948484241155</id><published>2009-10-08T16:06:00.003+08:00</published><updated>2009-10-08T16:10:38.110+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bunga'/><title type='text'>BUNGA CINA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ougS-6PwTD1e3M:http://2.srv.fotopages.com/2/12685495.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 120px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ougS-6PwTD1e3M:http://2.srv.fotopages.com/2/12685495.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gardenia augusta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bunga cina atau nama saintifiknya Gardenia augusta, Merr dari famili Rubiaceae banyak ditanam sebagai tumbuhan hiasan atau sebagai pagar kerana daunnya yang rimbun dan mempunyai banyak cabang. Bunganya yang berwarna putih berbentuk seperti bunga mawar dan berbau harum. warna putih akan berubah menjadi kekuningan selepas bunga mekar sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan ini boleh tumbuh ditempat sejuk atau panas dan ia merupakan tumbuhan yang senang dijaga.Tempat yang paling sesuai untuk pertumbuhannya adalah ditempat yang beriklim agak sejuk seperti dikawasan pergunungan dengan ketinggian lebih kurang 400 meter dari paras laut.Pokok ini boleh mencapai ketinggian 1 - 2 meter.Ia membiak melalui keratan batang dan semaiannya boleh dilakukan dengan memilih ranting yang agak tua, buang semua daunnya dan tanamkan di dalam polybag berisi pasir. pastikan air mencukupi semasa pertumbuhan akarnya.Pokok ini mempunyai potensi untuk di komersialkan sebagai minyak wangi kerana bau bunganya yang harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia boleh digunakan untuk mengubati penyakit seperti Kencing manis (diabetes mellitus), sariawan, demam dan sembelit. carnya untuk kencing manis 12 helai daun bunga cina direbus dengan 2 gelas air hingga tinggal satu gelas dan diminum sekali sehari. Untuk sariawan pula 7 helai daunnya diramas dengan secawan air,tapis dan campurkan air itu dengan 2 sudu makan madu dan seketul gula batu.minum 2 kali sehari. Manakala untuk demam pula, ramas 7 helai daunnya dengan secawan air, tapi , capur dengan gula batu dan minum 2 kali sehari.Untuk sembelit pula ambil 3 biji buahnya, rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan tinggal satu gelas, minum airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.melur.com/myherba.asp?plant_id=8&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-86033948484241155?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/86033948484241155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=86033948484241155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/86033948484241155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/86033948484241155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/bunga-cina.html' title='BUNGA CINA'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-6439276870865277324</id><published>2009-10-08T15:57:00.002+08:00</published><updated>2009-10-08T16:01:51.443+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkahwinan Rasulullah'/><title type='text'>Siti Khadijah isteri Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y236HQx1kxw/Sm2-qjvopII/AAAAAAAAAPg/_5ZEHCJycGw/s320/DSCN3646.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y236HQx1kxw/Sm2-qjvopII/AAAAAAAAAPg/_5ZEHCJycGw/s320/DSCN3646.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DAN setengah daripada tanda-tanda kebesaran-Nya bahawa Dia ciptakan untuk kamu daripada dirimu sendiri akan isteri-isteri, agar tenteramlah kamu kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kamu cinta dan kasih sayang.Sesungguhnya pada yang demikian adalah tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SITI Khadijah merupakan seorang wanita yang berasal daripada suku kaum Asadiyah, iaitu satu keturunan Quraisy yang amat dihormati dan disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah iaitu 15 tahun sebelum tahun gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. Beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibu bapanya dengan penuh kasih sayang serta diberikan tarbiah yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dan tunjuk ajar oleh ibu bapanya diterima dengan patuh dan taat, sehingga beliau tampil sebagai seorang wanita budiman dan berakhlak luhur serta tidak pernah bangga atau sombong dengan taraf kebangsawanannya. Kaumnya memanggil beliau dengan gelaran Al-Tahirah yang bermaksud perempuan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berkahwin dengan Rasulullah, beliau pernah berkahwin dua kali, tetapi kedua-dua suaminya telah meninggal dunia. Ketika berkahwin dengan baginda, umur beliau ialah 40 tahun, manakala umur baginda 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berbeza usia 15 tahun, tetapi rumah tangga mereka penuh dengan kedamaian dan ketenteraman, aman bahagia dan tidak pernah berselisih faham terhadap sesuatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga merupakan Ummul Mukmin pertama yang mempunyai keistimewaan-keistimewaan yang tersendiri, berbeza dengan isteri-isteri baginda yang lain. Beliau bukan sahaja wanita yang jelitawan tetapi mempunyai harta kekayaan dan tergolong di antara orang-orang yang ternama di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sangat pandai mentadbir perniagaannya sehingga berjaya sampai ke Yaman dan Syam. Beliau pernah menyerahkan urusan perniagaannya kepada baginda kerana percaya dengan kejujuran baginda. Sehinggalah sampai suatu ketika beliau jatuh cinta dengan kebaikan dan kelembutan Rasulullah, lalu menyatakan hasrat untuk mengahwini baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hidup bersama Rasulullah selama 24 tahun. Sepanjang menjadi isteri baginda, beliau menjadi suri rumah tangga dan kekal menjadi satu-satunya isteri baginda sehinggalah beliau meninggal dunia. Beliau telah melahirkan enam orang anak sedangkan isteri-isteri baginda yang kemudian tidak seorangpun yang melahirkan anak sepertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menanggung berbagai-bagai penderitaan bersama-sama Rasulullah dalam usaha berdakwah dan menyeru kepada Islam. Ketika dua orang anak lelakinya iaitu Kasim dan Abdullah meninggal dunia, beliau bersama dengan baginda berdukacita menangisi pemergian anak-anaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah untuk pergi ke Gua Hira kerana ingin bertafakur dan bermunajat kepada Allah seorang diri. Setiap kali baginda ke sana, baginda akan membawa sedikit bekalan yang disediakan oleh isterinya, Siti Khadijah. Apabila makanan sudah habis, baginda turun semula ke Mekah dan tawaf di Kaabah sebanyak tujuh pusingan, kemudian barulah kembali menemui isteri tercinta. Demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah, berulang alik dalam tempoh masa lebih kurang lima tahun di Gua Hira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun demikian, Siti Khadijah tidak pernah berasa kecil hati terhadap Rasulullah. Malah, beliau berusaha agar baginda lebih memperoleh ketenangan dalam bermunajat kepada Allah. Oleh yang demikian, apabila Rasulullah pulang ke rumah, beliau tidak pernah bersungut apatah lagi bermasam muka. Beliau melayan suaminya dengan baik, penuh hormat dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah tanggungjawab sebagai seorang isteri yang taat dan setia kepada suami sehinggalah beliau meninggal dunia dalam usia 64 tahun dan enam bulan. Semenjak pemergian Siti Khadijah, Rasulullah sangat sedih dan murung kerana begitu terasa kehilangan seorang kawan, teman, isteri, pembantu dan pembela ketika baginda menjalankan seruan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sebagai isteri yang solehah, si isteri hendaklah sentiasa menghormati, setia, taat dan patuh kepada suami kerana syurga seorang isteri terletak di bawah tapak kaki suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERBENDAHARAAN KATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarbiah: pendidikan atau pengasuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermunajat: mendekati atau mendampingi Allah dengan cara berdoa, berzikir dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tawaf: mengelilingi Kaabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Nama penuh Siti Khadijah iaitu Siti Khadijah binti Khuwalid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai, yang tergolong daripada golongan bangsawan dan ternama di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Petikan daripada buku Untaian 366 Kisah Daripada al-Quran, Edusystem Sdn. Bhd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-6439276870865277324?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/6439276870865277324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=6439276870865277324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6439276870865277324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6439276870865277324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/siti-khadijah-isteri-rasulullah.html' title='Siti Khadijah isteri Rasulullah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y236HQx1kxw/Sm2-qjvopII/AAAAAAAAAPg/_5ZEHCJycGw/s72-c/DSCN3646.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-7121961059073108877</id><published>2009-10-06T14:45:00.002+08:00</published><updated>2009-10-06T14:48:29.332+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solat'/><title type='text'>Balasan Meninggalkan Solat</title><content type='html'>Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.s. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam.”&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu p&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;un bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat.” Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka cuba membunuh ular itu. Apabila m&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;ereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, menagapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?”. Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;- Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang berjamaah.&lt;br /&gt;- Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.&lt;br /&gt;- Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka inilah balasannya.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.prepaidboy.com/insan/solat_imad.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 184px;" src="http://www.prepaidboy.com/insan/solat_imad.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-7121961059073108877?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/7121961059073108877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=7121961059073108877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7121961059073108877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7121961059073108877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/balasan-meninggalkan-solat.html' title='Balasan Meninggalkan Solat'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-5224282548736416491</id><published>2009-10-04T05:58:00.000+08:00</published><updated>2009-10-04T06:04:37.694+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keinsafan'/><title type='text'>Menguji Iman</title><content type='html'>Sebenarnya musibah dan malapetaka yang datang kepada manusia bukan lah satu bencana sebaliknya ujian menguji keimanan manusia. Kita selalu dengar sumatera sering dilanda musibah. Kenapa? Adakah kerana mereka selalu melanggar perintah tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid tertua runtuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bharian.com.my/Saturday/Nasional/20091003003202/mainpix"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 280px;" src="http://www.bharian.com.my/Saturday/Nasional/20091003003202/mainpix" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="font-style: italic;" src="file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PENDUDUK menunaikan solat Jumaat di luar Majid Raya Ganting di Padang, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang rosak akibat gempa bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;WALAUPUN sebahagian Masjid Raya Ganting yang berusia 194 tahun di sini runtuh dalam gempa bumi yang melanda Sumatera Selatan, pada Rabu lalu, umat Islam tetap menunaikan solat Jumaat di masjid antara yang tertua di wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan hamparan sejadah dan tikar di perkarangan masjid, kira-kira 300 penduduk menahan terik matahari mendengar khutbah Jumaat, seterusnya menunaikan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatarkan bumbung depan masjid yang runtuh, suasana sepi dan suram menyelubungi jemaah yang sebahagian besarnya kehilangan sanak saudara dan harta benda dalam tragedi terburuk dalam sejarah bandar pelancongan terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan Berita Harian dalam masjid yang sebelum ini menjadi lokasi tumpuan pelancong itu mendapati bahagian menempatkan mimbar runtuh sama sekali, manakala sebahagian bumbung runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekurang-kurangnya 15 daripada 25 tiang yang dibina melambangkan 25 Rasul retak menyebabkan struktur masjid yang dibina pada zaman penjajahan Belanda itu tidak selamat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Masjid Raya Ganting, Hidayat Juli, 36, berkata ketika gempa, tiada jemaah berada di dalamnya kerana selesai solat Asar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amat menyedihkan melihat masjid yang baru selesai dibaiki setahun selepas rosak ketika gempa bumi pada 2007 musnah semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun ini semua ketentuan Allah dan kita tidak harus melihatnya daripada sudut negatif kerana keperluan mengerjakan ibadat boleh dilakukan di mana-mana saja," katanya yang sudah lapan tahun menjadi imam masjid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, berdasarkan struktur asas masjid yang rosak teruk, kemungkinan ia tidak dapat lagi digunakan melainkan kerajaan membina bangunan baru di tapak berkenaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saharudin Sharip, 50, berkata penduduk tidak kisah berpanas asalkan dapat mengerjakan solat Jumaat yang wajib bagi umat Islam yang berkemampuan.&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 136, 0);"&gt;&lt;br /&gt;"Saya terharu melihat penduduk tidak mengabaikan suruhan agama dengan menjadikan kerosakan masjid sebagai alasan tidak hadir bersolat Jumaat," katanya sebak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, khatib dalam bacaan khutbahnya mengingatkan jemaah bahawa bencana itu adalah musibah yang diturunkan Allah bagi memberi peringatan kepada umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musibah adalah ujian Allah supaya kita kembali ke jalan-Nya dan sebenarnya ini tanda Tuhan masih sayangkan kita di Padang ini. Jadi, wajib bagi kita sentiasa meningkatkan amalan dan meninggalkan larangannya," katanya&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(221, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ulasan: &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Bukanlah sejarah masjid ini yang ingin riwayatkan, tapi pengajaran dari peristiwa gempa bumi yang berlaku yang ingin saya paparkan. Melihat kepada ketaqwaan mereka yang ditimpa musibah, walaupun masjid runtuh, mereka tetap datang ke masjid untuk melaksanakan perintah Allah. bersolat di bawah panahan matahari terik. Cuba bandingkan suasana di negara kita ini pada hari Jumaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan aman dan selesa, tanpa ada kesusahan, betapa ramai yang tidak bersolat Jumaat? Solat ini hanya diwajib seminggu sekali sahaja. Itu pun tidak dilaksanakan, apatah lagi solat 5 waktu yang diwajibkan sehari 5 kali. Mungkin negara kita zon stabil, bukan laluan gempa bumi, letusan gunung berapi dan juga laluan ribut taufan. Maka mereka-mereka ini lalai dan lupa tuhan. tidak mahu bersyukur dengan nikmat kestabilan kerak bumi Malaysia. Sebenarnya orang-orang yang sering dilanda musibah dan bencana alam ini, adalah orang-orang yang dalam perhatian dan kasih sayang Allah SWT. Allah menguji mereka, untuk melihat sejauh mana keimanan mereka di kala dilanda musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lebih mudah memelihara iman di kala kemiskinan dari masa kekayaan". Jarang orang miskin lupa tuhan. Sebenar kesihatan yang sentiasa baik dan kekayaan melimpah ruah itu adalah ujian juga. Allah mahu melihat adakah mereka-mereka ini dari kalangan orang yang bersyukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang kaya yang bersyukur dan membelanjakan hartanya di jalan Allah lebih disayangi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita wajib memelihara iman dalam apa jua keadaan, samada ketika keadaan negara stabil, dikala dilanda musibah, dikala sihat ,dikala sakit, di kala kaya , dikala miskin, dikala bahagia dan dikala resah gelisah. Semua ini perlu dihadapi dengan penuh kesabaran dan keinsafan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-5224282548736416491?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/5224282548736416491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=5224282548736416491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5224282548736416491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5224282548736416491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/10/menguji-iman.html' title='Menguji Iman'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-2296824391322321340</id><published>2009-09-12T09:49:00.000+08:00</published><updated>2009-09-12T10:09:38.240+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amanah'/><title type='text'>Sabar, budi, amanah,hajat dan ghibah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ibnismail.files.wordpress.com/2008/08/bunga-raya1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 151px;" src="http://ibnismail.files.wordpress.com/2008/08/bunga-raya1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqah yang masyhur. Suatu ketika dia pernah berkata,ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-Nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara. Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau dikehendaki berbuat :-&lt;br /&gt;1. Apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah,&lt;br /&gt;2. Engkau sembunyikan,&lt;br /&gt;3. Engkau terimalah,&lt;br /&gt;4. Jangan engkau putuskan harapan,&lt;br /&gt;5. Larilah engkau daripadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi kebingungan sambil berkata, “Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu&lt;br /&gt;yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.” Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi itu, “Aku telah melaksanakan perintahmu.”  Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu, mangkuk emas itu keluar semula dari tempat ia ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku.” Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil&lt;br /&gt;burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku&lt;br /&gt;dari rezekiku.” Lantas Nabi teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging&lt;br /&gt;pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalananya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu,&lt;br /&gt;maka kembalilah Nabi ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, “Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anak-anakku kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, “Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Allah S.W.T., “Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu.” Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan&lt;br /&gt;mengata hal orang walaupun ia benar&lt;span id="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-2296824391322321340?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/2296824391322321340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=2296824391322321340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2296824391322321340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2296824391322321340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/09/sabar-budi-amanahhajat-dan-ghibah.html' title='Sabar, budi, amanah,hajat dan ghibah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-9124633455166773265</id><published>2009-09-09T09:59:00.000+08:00</published><updated>2009-09-09T10:08:40.723+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memuliakan tetamu'/><title type='text'>Menahan lapar kerana Menghormati Tetamu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:L1c4Jpexc2jyqM:https://images.famousid.com/ProdImg300/5253.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 116px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:L1c4Jpexc2jyqM:https://images.famousid.com/ProdImg300/5253.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang telah datang menemui &lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan telah menceritakan kepada&lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; Baginda s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu &lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Baginda s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri &lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Baginda s.a.w.&lt;/b&gt; mahupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; Baginda s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;kemudian bertanya kepada para sahabat,"Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tetamunya pada malam ini bagi pihak aku?" Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai &lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;,&lt;/span&gt; saya sanggup melakukan seperti kehendak tuan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Ansar itu pun telah membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya seraya berkata, "Lihatlah bahawa orang ini ialah tetamu &lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita." Lalu isterinya menjawab, "&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Demi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);" &gt;&lt;b&gt; Allah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbual-bual dengan tetamu ini di samping jamuan makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidakk akan ketahui bahawa saya tidak makan bersama-samanya." Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa kenyang. Berikutan dengan peristiwa itu, &lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 204, 255);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;telah berfirman yang bermaksud,&lt;b style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;i&gt; "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; (Al-Hasy : 9)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika begini keimanan sahabat pada zaman duhulu, kenapa kita tidak boleh buat pada hari ini? Mengutamakan tetamu, memuliakan tetamu ini merupakan hadiah bonus Allah kepada kita. Kadang mungkin kita ada memalkukan dosa-dosan yang kita tidak sedari, untuk membantu menghapuskan dosa itu, Allah datangkan tetamu ke rumah  kita. Jika kita muliakan tetamu itu, seperti mana sahabat dan Rasullulah lakukan, maka pasti ganjarannya ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan susah benar untuk melayan tetamu ini... sediakan makan minum dan tempat tidurnya jika dia mahu bermalam...kita tidak perlu meraikan keterlaluan, buat seadanya seperti biasa yang kita makan dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bila ada tetamu, kita rasa tetamu itu menyusahkan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-9124633455166773265?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/9124633455166773265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=9124633455166773265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/9124633455166773265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/9124633455166773265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/09/menahan-lapar-kerana-menghormati-tetamu.html' title='Menahan lapar kerana Menghormati Tetamu'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-7350689924351787597</id><published>2009-09-09T09:51:00.000+08:00</published><updated>2009-09-09T09:57:59.886+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:RgJhcuPCOFn96M:http://www.flowerstochennai.com/images/flowers/50white.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 132px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:RgJhcuPCOFn96M:http://www.flowerstochennai.com/images/flowers/50white.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;Suatu ketika tatkala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui &lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Baginda s.a.w.&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;. &lt;/span&gt;Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;.&lt;/span&gt; Pedangnya yang tajam ikut dibawanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira, tambah pula rela akan maju bersama &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk apa ikut ke mari ya Amar?" Demikian tanya orang yang hairan melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut sahaja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Allah s.w.t&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan Rasul&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Nya&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;,&lt;/span&gt; lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi." Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat &lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Illahi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, maka &lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Baginda s.a.w.&lt;/b&gt; pun bersabda,:&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;&lt;i&gt;"Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/b&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit." Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui &lt;b style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;.&lt;/span&gt; Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-7350689924351787597?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/7350689924351787597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=7350689924351787597' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7350689924351787597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/7350689924351787597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/09/syahid-selepas-mengucapkan-syahadah.html' title='SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-8841315595409736766</id><published>2009-09-06T16:11:00.000+08:00</published><updated>2009-09-06T16:28:34.772+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam yang dilalui manusia'/><title type='text'>5 Alam yang dilalui</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 128); font-weight: bold; margin-left: 40px; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Dengan nama Allah yang maha Pengasih maha Penyayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div face="Verdana" style="margin-left: 40px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://timepass.onlyfanpics.com/w/wonderfulanimations/part-006.gif" style="width: 157px; height: 125px;" alt="" vspace="3" align="left" hspace="3" /&gt;Segala puji bagi Allah S.W.T yang mana telah mencipta bumi dan langit, bumi itu pula berlapis, dan langit itu bertingkat walaupun kita tidak dapat lihat dengan mata kasar. Begitu juga dengan manusia yang hidupnya itu akan melalui alam-alam, yang bermula dengan penciptaan datuk moyang kita Nabi Adam A.s hingga ke alam barzakh sebelum kita ke alam yang abadi iaitu kekal di Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 0, 128); font-weight: bold; margin-left: 40px; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Berapa alam yang manusia akan lalui sebenarnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="margin-left: 40px; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Alam yang pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alam yang kita lalui di sulbi ayah.&lt;br /&gt;2. Kemudian berpindah ke dalam Rahim ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“Dan ketika Tuhan kamu menjadikan keturunan Adam dari punggungnya, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka dengan berkata: Bukankah Aku ini Tuhan kamu? Mereka berkata: Bahkan! Kami menjadi saksi, bahwa kamu nanti di Hari Kiamat tiada dapat  mengatakan, bahwa kami ini lalai dari perkara itu”&lt;/span&gt;(Surah Al-A’raaf ayat 172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah di ayat ini, yang mana Allah S.W.T telah menyatakan kisah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Hari Mitsaaq&lt;/span&gt; (hari perjanjian) yang mana kita zuriat Nabi Adam A.s telah pun berjanji untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah S.W.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam yang manusia akan telah pun lalui di alam yang mana masanya sejak Allah Ta’ala mencipta Adam A.s dan &lt;img src="http://timepass.onlyfanpics.com/w/wonderfulanimations/part-012.gif" style="width: 183px; height: 125px;" alt="" vspace="3" align="right" hspace="3" /&gt;membekalkan zuriat di tulang punggungnya yang penuh keberkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Alam yang kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam yang kita menjalani hidup di dunia.&lt;br /&gt;Ibnul Jawzi telah membahagikan peringkat-peringkat umur itu kepada lima kategori:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masa kanak-kanak: iaitu dari peringkat umur bayi hingga seseorang itu mencapai umur lima belas tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masa muda: iaitu dari peringkat umur lima belas tahun (15), hingga umur tiga puluh lima tahun (35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masa dewasa: iaitu dari peringkat umur 35 tahun, hingga 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Masa tua: iaitu dari peringkat umur 50 tahun hingga umur 70tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masa tua Bangka, iaitu dari peringkat umur 70 tahun hinggalah ke akhir umur yang dikurniakan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapakah para Ulama telah membahagikan umur-umur manusia hingga sedemikan peringkat? Apa yang kita sebagai manusia -lebih lebih lagi umat Islam dapat mempelajari dari pembahagian ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana di alam yang kedua inilah alam yang tidak kekal alam yang manusia diminta untuk beramal dan diuji, amalan kita di ambil kira dihisab, oleh itu, maka elok kita mengenal pasti peringkat mana yang harus kita mula mendidik dan anak-anak kita mula beramal. Bukan kah Nabi Muhammad S.A.W telah memesan umat Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“Kedua kaki anak Adam itu akan tetap berdiri di hadapan Tuhannya pada Hari Kiamat, sehingga selesai ditanya tentang empat perkara”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan.&lt;br /&gt;2. Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan.&lt;br /&gt;3. Tentang hartanya, dari mana diperolehi dan untuk apa dibelanjakan.&lt;br /&gt;4. Tentang ilmunya, apa yang sudah dibuat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Alam yang ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Di alam Barzakh, ketika kita di kubur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermulanya dari masa manusia keluar dari dunia ini dengan menempuhi mati hinggalah ia dibangkitkan dari kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Siksaan kubur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan Kubur adalah HAK iaitu benar, sepertimana Rasulullah s.a.w pernah berpesan. Dan beliau telah mengkhabar pada umatnya, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“Kebanyakan siksa kubur disebabkan tiada memelihara diri dari kencing.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi juga berpesan supaya kita memohon pada Allah Ta’ala supaya dihindarkan dari siksaan kubur. Alam yang Allah S.W.T telah nyatakan dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“Dan di hadapan mereka terdapat Barzakh, hinggalah ke hari mereka dibangkitkan.”&lt;/span&gt;(Al-Mu’minun: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam ini, walau jasad musnah  kecuali para wali-wali Allah S.W.T ditelan bumi dek zaman, tetapi roh manusia itu kekal di alam Barzakh. Di alam yang mana manusia lalui antara alam Dunia dan alam Akhirat di masa antara dua tiupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Alam yang keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Di Padang Mahsyar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermulanya daripada kebangkitan manusia dari kuburnya untuk menerima pengadilan Tuhan, sehinggalah kepada masuknya ahli syurga ke syurga, dan masuknya ahli neraka ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“ Dan ditiupkanlah pada sangkakala, maka mereka pun bangun dari kubur masing-masing, lalu datang kepada Tuhan mereka dengan berbondong-bondong.”&lt;/span&gt;(Yassin:51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Mizan (Amalan ditimbang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam ini, umat manusia akan melalui saat genting, mereka akan menuju ke padang Mahsyar supaya amalan mereka dihitung oleh Allah S.W.T, bahkan amalan mereka akan di timbang, sebagaimana firman Allah Taa’la:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“ Dan neraca pada hari itu tepat, maka barangsiapa yang berat timbangannya (kebaikan), niscayalah mereka itu menjadi orang-orangyang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangannya, niscayalah mereka itu adalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka tiada mempercayai keterangan-keterangan Kami.”&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;(Al-A’raf:8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Di titian Shirath&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu manusia akan melalui Shirath (jambatan), yang mana ianya dipasang di atas muka jahannam, seperti diriwayatkan, Shirath itu lebih tajam dari pedang dan lebih halus dari rambut, tatkala itu manusia akan melaluinya menurut kadar amalan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ada yang umpama kilat ketika melintasi titian Shirath. Ada yang umpama angin. Ada yang seperti burung atau kuda.&lt;br /&gt;b. Begitu juga ada yang merangkak dan ada yang dijilat api, dan yang ada terjerumus ke gaung nereka.&lt;img src="http://timepass.onlyfanpics.com/w/wonderfulanimations/part-007.gif" style="width: 177px; height: 133px;" alt="" vspace="3" align="right" hspace="3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Di telaga Nabi Muhammad S.a.w (Haudh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terlepas dari titian Shirath, tatkala itu umat manusia yang beriman akan menghampiri Haudh (telaga) Rasulullah S.a.w dan sekali teguk saja segala haus dan dahaga akan hilang. –Supaya Allah mengurniakan pada kita seteguk dari cawan Rasulullah S.a.w- Air dari Haudh itu lebih putih dari susu, lebih manis dari madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan Rasulullah S.a.w&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“Siapa yang melepaskan dari seorang Muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan daripadanya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan Hari Kiamat. Siapa yang menutup rahsia (keburukan) seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup rahsianya di dunia dan akhirat.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan marilah kita hayati kata mutiara dari Rasulullah S.a.w sebagai pedoman untuk kita tempuhi alam yang keempat ini, dan kita mengharapkan Syafaat dari Baginda S.a.w disaat itu sepertimana kita mengharapkan Syafaat serta Wasilah. Beliau setiap kali kita membaca Doa azan,&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt; “Wahai Tuhanku yang mempunyai seruan yang sempurna ini dan sembahyang yang akan didirikan ini, berikanlah dengan limpahan kurniaMu kepada Muhammad Wasilah(kedudukan yang paling tinggi dalam syurga) dan keutamaan serta limpahkanlah kepadanya Maqam yang terpuji yang Engkau telah janjikan baginya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Alam yang Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Di negeri Abadi (Syurga dan Neraka)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam ini, adalah masa kemasukan ahli neraka dan kemasukan ahli syurga ke syuga buat selama-lamanya yang tiada hujung dan penghabisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Nabi Muhammad S.a.w diutuskan untuk membawa rahmat untuk alam-alam, namun begitu ada yang telah mengingkari risalah yang diutuskan oleh Allah S.w.t. Maka balasan buat oleh yang telah mendustakan Nabi dan tidak beriman, maka balasan mereka seperti tertera dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“ Maka Aku memperingatkan kamu akan api yang bernyala. Tiada masuk ke dalamnya melainkan  orang yang jahat. Yang mendustakan (kebenaran) dan yang membelakangkan.”&lt;/span&gt;(Al-Lail: 14-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah Allah ciptakan neraka itu dengan mempunyai tujuh pintu. Sebagaimanayang tersebut di dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;“Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu daripadanya ada bahagian yang sudah ditentukan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama pintu dan tingkat neraka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jahannam&lt;br /&gt;2. Saqar&lt;br /&gt;3.Lazha&lt;br /&gt;4.Huthamah&lt;br /&gt;5. Sa’iir&lt;br /&gt;6.Jahim&lt;br /&gt;7. Hawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua lapisan neraka yang tujuh itu telah diasak dengan berbagai-bagai penyiksaan yang berat, hukuman yang dahsyat serta penghinaan yang terkeji.  Kami memohon Allah Ta’ala, agar Dia melindungi kami sekalian dari siksaan api neraka dan melindungi datuk-nenek kita, kekasih-kekasih kita dan semua kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Syurga buat mukmin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam syurga yang mana telah dijanjikan buat orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Bukankah Allah S.w.t telah mengkhabarkan kepada kita :&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 128);"&gt; “ &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Dan pimpinlah orang-orang yang bertaqwa (memenuhi kewajiban) ke dalam syurga berbondong-bondong, sehingga apabila mereka mendatanginya, dibukakan pintu-pintunya, dan penjaga-penjaganya berkata: Selamat sejahtera untuk kamu! Kamu telah melakukan yang baik, maka masuklah kamu ke dalamnya buat selama-lamanya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Az-Zumar:73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga yang mana Nabi Muhammad S.a.w penah bersabda: “ Berfirman Allah Ta’ala: Aku sediakan untuk hamba-hambaKu yang saleh sesuatu yang tiada pernah:&lt;br /&gt;a.dilihat oleh mata.&lt;br /&gt;b. didengar oleh telinga&lt;br /&gt;c. tiada telintas di hati sesiapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;img src="http://timepass.onlyfanpics.com/w/wonderfulanimations/part-008.gif" style="width: 182px; height: 135px;" alt="" vspace="3" align="left" hspace="3" /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Nikmat-nikmat di syurga:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, segala nikmat yang berlaku didunia ini, tiada bandingannya di Syurga, yang penuh dengan nikmat-nikmat yang hebat diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka ahli syurga: bersandar di atas permaidani yang sebelah dalamnya diperbuat dari sutera.&lt;br /&gt;2. Ada gadis-gadis sopan santun, belum pernah disinggung oleh manusia dan jin, dan mereka itu bagaikan permata delima dan mutiara.&lt;br /&gt;3. di syurga An-Naim: ada sofa yang bertatahkan emas dan batu permata.&lt;br /&gt;4. Mereka tiada merasa pening kepala atau mabuk.&lt;br /&gt;5. Bidadari-bidadari yang bemata bulat jelita.&lt;br /&gt;6. Tiada matahari yang berhawa panas dan bulan yang berhawa dingin.&lt;br /&gt;7. Air mata Salsabil.&lt;br /&gt;8. Mereka memakai pakaian dari sutera halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Nikmat yang besar selepas masuk ke syurga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Melihat Allah S.w.t&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga-syurga yang sediakan ini, ada lapan pintu, dan ianya berbeza dari satu yang lain dan antara satu darjat dengan darjat yang lain sama seperti antara langit dan bumi.Darjat yang paling tinggi ialah Syurga FIRDAUS yang mana diatas nya terletak Arasy Allah S.w.t dan orang-orang beriman tatkala itu dilimpahi berbilang-bilang nikmat, sehingga ditanya pada mereka: Apakah ada sesuatu yang lain yang kamu mahukan Aku tambahkan? Mereka menjawab:&lt;br /&gt;a. bukankah Engkau telah memasukkan kami syurga&lt;br /&gt;b. dan menyelamatkan kami dari api neraka?&lt;br /&gt;Kemudian Hijab pun terangkat. Maka pada ketika itu, tiada sesuatu yang diberikan kepada kamu lebih utama daripada nikmat melihat kepada Wajah Tuhan Azzawajalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="text-align: center; margin-left: 40px;font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Petikan dari buku: Peringatan Tentang Umur Insan oleh Imam Habib Abdullah Haddad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terjemahan: Syed Ahmad Semait&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-8841315595409736766?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/8841315595409736766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=8841315595409736766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8841315595409736766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8841315595409736766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/09/5-alam-yang-dilalui.html' title='5 Alam yang dilalui'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-4738799469500383407</id><published>2009-09-06T16:02:00.000+08:00</published><updated>2009-09-06T16:04:17.873+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wali'/><title type='text'>Wali wafat di hadapan para wali</title><content type='html'>Ada seorang wali Allah bernama Abu Jahir telah keluar dari negerinya dan tinggal di sebuah tempat yang jauh dari kampung asal bersama isteri dan keluarganya yang lain. Di tempat baru ini, dia telah mendirikan sebuah masjid dan beribadah di situ dengan tekun dan tenang. Beliau sentiasa diku&lt;img alt="" style="width: 159px; height: 188px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:q6Fqgrpslrvs9M:http://1.bp.blogspot.com/_HtITFCpxdt0/SRG1yUaguBI/AAAAAAAACGI/1AyAxDAZwek/s320/ulama%2B%26%2Bilmuwan.jpg" vspace="3" align="right" hspace="3" /&gt;njungi oleh orang yang ingin belajar dan mendalami jalan menuju Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang wali Allah yang lain bernama Soleh Al-Mari berazam untuk menziarahi Abu Jahir untuk mendapatkan barakah dari beliau. Maka pada hari yang telah ditetapkan, berangkatlah Soleh menuju negeri tempat tinggalnya Abu Jahir. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan Muhammad bin Wasi’, kenalannya yang juga seorang Wali Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalaamuálaikum.” kata Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waálaikumussalaam warahmatuLlah” jawab Muhammad bin Wasi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua wali Allah ini pun berpelukan sambil bertanyakan khabar masing-masing dan berbual mengenai masalah kesufian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau hendak pergi ke mana?” tanya Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku hendak menziarahi rumah Abu Jahir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ke rumah Abu Jahir?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, betul”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah, aku juga hendak pergi bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-duanya pun berangkat menuju ke tempat tinggal Abu Jahir dan setelah berjalan beberapa batu, mereka bertemu dengan seorang lagi Wali Allah bernama Hubaibul Ajami. Mereka bersalaman dan bertanyakan khabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendak ke mana anda berdua ini?” tanya Hubaibul Ajami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami hendak menziarahi rumah Abu Jahir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga dalam perjalanan ke sana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu eloklah kita pergi bersama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meneruskan perjalanan dalam keadaan yang sungguh menggembirakan kerana bilangan mereka semakin ramai. Setelah sampai di suatu tempat, tiba-tiba mereka berjumpa dengan Malik bin Dinar, seorang wali Allah yang masyhur. Mereka bersalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendak pergi ke manakah kamu ini?” tanya Malik bin Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami hendak menziarahi rumah Abu Jahir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah, aku juga sedang menuju ke sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, kita pergi bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mereka menjadi berempat dengan tujuan yang sama. Dengan kuasa Allah SWT, di tengah perjalanan, mereka berjumpa seorang lagi rakan Wali Allah yang bernama Thabit Al-Bannani. Mereka pun bersamalam dan saling bertanyakan khabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu hendak ke mana?” tanya Thabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami hendak menziarahi rumah Abu Jahir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah, saya juga akan ke sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, kita pergi bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segala puji-pujian bagi Allah sWT yang telah mengumpulkan kita dan pergi bersama-sama walaupun tanpa perjanjian” kata Thabit Al-Bannani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalanlah kelima-lima Wali Allah berkenaan menuju rumah Abu Jahir. Sepanjang perjalanan, mereka tidak putus-putus memuji dan bersyukur ke hadhirat Allah SWT justeru mengurniakan peluang berjalan bersama menuju ke rumah WaliNya. Tidak satu pun ucapan yang keluar dari mulut mereka melainkan perkataan yang mendatangkan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan beberapa lama, mereka singgah di suatu tempat untuk berehat dan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Marilah kita solat dua rakaat di sini, agar tempat ini ikut menjadi saksi esok di hari Kiamat di hadapan Allah Azza Wajalla” kata Thabit Al-Bannani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu cadangan yang baik” sahut yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka mengerjakan solat bersama-sama dengan penuh khusyuk dan tawadduk. Setelah menunaikan solat, mereka berdoa untuk kepentingan umat Islam sekeliannya untuk di dunia dan di akhirat. Kemudian mereka meneruskan perjalanan dan akhirnya tiba di rumah Abu Jahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa kedamaian pada mereka apabila terpandang rumah dan masjid yang didirikan oleh Abu Jahir. Namun mereka tidak terburu-buru mengetuk pintu atau minta izin untuk masuk demi menjaga peradaban Wali Allah. Mereka pun duduk di masjid menunggu Abu Jahir keluar untuk solat. Tidak berapa lama kemudia, waktu Zohor pun masuk. Maka keluarlah Abu Jahir tanpa bercakap apa-apa sebaliknya terus masuk ke masjid, berazan, iqamah dan solat. Kelima-lima tetamunya yang mulia itu solat berjemaah berimamkan Abu Jahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas solat, barulah mereka menemui Abu Jahir satu persatu. Mula-mula sekali Muhammad bin Wasi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalaamuálaikum” kata Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waálaikumussalaam” jawab Abu Jahir disambung dengan pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda ini siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya saudaramu Muhammad bin Wasi’ “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O...Kalau begitu andalah orang Basrah yang terkenal paling bagus solatnya itu kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad diam tanpa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Thabit Al-Bannani maju ke hadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah anda ini?” tanya Abu Jahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya saudaramu Thabit Al-Bannani”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O...Kalau begitu kamu yang dikatakan sebagai orang Basrah yang paling banyak solatnya itu kan?” Tanya Abu Zahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabit juga diam tanpa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba pula giliran Malik bin Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah anda ini?” tanya Abu Jahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya saudaramu Malik bin Dinar” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah, jadi kamulah yang termasyhur sebagai orang yang paling zuhud di kalangan penduduk Basrah, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik juga tidak berkata apa-apa. Kemudian Hubaib Al-Ajami menemui Abu Jahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda ini siapa?” tanya Abu Jahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya adalah saudaramu Hubaib Al-Ajami”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah, kalau begitu andalah yang terkenal di kalangan penduduk Basrah sebagai orang yang mustajab doanya” kata Abu Jahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang lain, Hubaib mendiamkan diri. Akhirnya tiba giliran Soleh Al-Mari maju ke hadapan untuk memperkenalkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda pula siapa?” tanya Abu Jahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya saudaramu Soleh Al-Mari” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah, kalau begitu andalah yang terkenal di kalangan penduduk Basrah sebagai qari yang fasih dan bagus suaranya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleh juga tidak mengeluarkan apa-apa komen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahir bertafakur sebentar seperti mengenangkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sebenarnya sangat rindu dan ingin mendengar suaramu wahai saudaraku” kata Abu Jahir. “Oleh itu, aku suka engkau bacakan empat atau lima ayat Al-Qurán kerana aku ingin sangat mendengarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleh memenui permintaannya lalu dia membuka Al-Qurán dan membaca Surah Al-Furqan : Ayat 22 yang bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada khabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata “Hijraan mahjuuraa” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu kami jadikan amal itu debu yang berterbangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja mendengar bacaan ‘debu yang berterbangan’, Abu Jahir berteriak kuat sehingga pengsan disebabkan rasa ketakutan yang teramat sangat kepada Allah SWT. Apabila beliau sedar dari pengsannya, dia berkata “Sila ulangi pembacaan ayat tadi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleh mengulangi bacannya dan apabila sampai kepada “Debu yang berterbangan”, sekali lagi Abu Jahir berteriak sehingga rebah di tempat sujud dan wafat ketika itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleh dan teman-teman Wali Allah nya sangat terharu menyaksikan kewafatan Abu Jahir yang mengkagumkan itu. Beliau wafat dalam keadaan amat ketakutan mendengar Kalam Ilahi. Tidak lama kemudian, isteri Abu Jahir muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah kalian ini?” tanya isteri Abu Jahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami datang dari Basrah. Yang ini Malik bin Dinar, Hubaib Al-Ajami, Muhammad bin Wasi’, Thabit Al-Bannani dan saya adalah Soleh Al-Mari” jawab Soleh mewakili para aulia sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba perempuan itu berkata “Innaa lillaahiwainnaa ilaihi raajiúun...kalau begitu Abu Jahir telah wafat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleh dan rakan-rakan wali Allah nya merasa hairan terhadap perempuan itu, kerana dia telah memastikan kematian suaminya, padahal dia belum menyaksikannya dan mereka juga belum memberitahunya apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" style="width: 193px; height: 206px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:GAQ23RvU8tfG2M:http://pustakamawar.files.wordpress.com/2007/09/1442.JPG" vspace="3" align="left" hspace="3" /&gt;“Dari mana puan tahu bahawa Abu Jahir telah wafat?” tanya mereka kehairanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya telah banyak kali mendengar doanya di mana beliau sering mengucapkan “Ya Allah, kumpulkanlah para Aulia-Mu pada saat ajalku” dan perempuan itu menyambung “Jadi, tidaklah kamu berkumpul di sini sekarang ini melainkan Abu Jahir telah wafat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa-rupanya doa Abu Jahir telah dimakbulkan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka para Aulia itu pun menguruskan mayatnya dari memandikan, mengkafankan, menyembahyangkan sehinggalah menguburkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, yang telah mewafatkan hambaNya yang mulia dan diuruskan oleh tangan-tangan yang mulia pula. Semoga kita dikumpulkan oleh Allah SWT dalam golongan orang yang baik-baik dan mati syahid..Amin Ya Rabbal Aa’lamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-4738799469500383407?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/4738799469500383407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=4738799469500383407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4738799469500383407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4738799469500383407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/09/wali-wafat-di-hadapan-para-wali.html' title='Wali wafat di hadapan para wali'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-5776782755816724978</id><published>2009-08-19T00:06:00.000+08:00</published><updated>2009-08-19T00:07:40.517+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><title type='text'>Menjelang Wahyu Tiba</title><content type='html'>&lt;img style="font-style: italic;" src="http://www.mymasjid.com.my/images/user_icon/salam.gif" width="127" border="0" height="21" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Menjelang Wahyu Tiba &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mekah memang nampak tenang. Penduduk bekerja seperti biasa, dan sesekali -terutama bila menghadapi kesulitan-- datang ke Ka'bah untuk menyembah atau menyerahkan korban makanan pada patung-patung atau berhala. Ada lebih 300 patung di sana. Hubal adalah patung terbesar berbentuk laki-laki. Kononnya, patung itu dibuat dari batu akik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Di perkampungan di luar Mekah, tiga berhala lebih didewakan. Mereka dinamakan Latta, Uzza dan Manat. Ketiga-tiganya adalah patung berupa perempuan. Penyembahan berhala itu bukan saja tidak masuk akal, namun juga tak membuat perilaku masyarakat mengarah pada kebaikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Diam-diam penolakan terhadap berhala mulai terjadi. Hal tersebut nyata ketika semua warga berkumpul di Nakhla menghormati Uzza. Beberapa orang menyelinap pergi. Mereka adalah Waraqah bin Naufal, Zaid bin Amr, Usman bin Huwairith serta Ubaidullah bin Jahsy. Mereka cuba mencari kebenaran yang dapat memuaskan dahaga rohani dan pemikirannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Waraqah kemudian menjadi pemeluk teguh agama Nasrani. Demikian pula Usman yang pergi ke Romawi. Suatu saat, ia kembali ke Mekah dan berusaha menakluk wilayah Romawi sehingga ia diangkat menjadi Gabenor Romawi di situ. Namun ia dibunuh warga Arab. Ubaidullah sempat masuk Islam dan ikut hijrah ke Mesir, namun ia memutuskan tinggal di sana dan berganti agama menjadi Nasrani. Isterinya, Ummu Habiba, tetap memeluk Islam dan dinikahi Rasulullah SAW setelah Khadijah wafat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Muhammad s.a.w. telah berinteraksi dengan para pemeluk Nasrani dan Yahudi yang juga mengesakan Sang Pencipta. Secara diam-diam ia menggugat masyarakatnya yang menyembah berhala. Maka, Muhammad s.a.w. pun sering mengasingkan diri ke Gua Hira -tempat yang mempunyai pemandangan indah di puncak bukit batu, 6 km di Utara Mekah. Sepanjang bulan Ramadhan, setiap tahun, Muhammad s.a.w. selalu berada di sana sendirian dengan hanya membawa sedikit bekal. Hati dan fikirannya bergolak mencari kebenaran, sampai terjadilah satu peristiwa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Saat itu Muhammad s.a.w. berusia 40 tahun. Pada malam yang diyakini sebagai tanggal 17 Ramadhan, 610 Masehi, 'seseorang' yang kemudian diketahui sebagai Malaikat Jibril, mendatanginya di Gua Hira ketika ia tertidur. Malaikat itu mendesaknya. "Bacalah," katanya. "Aku tak bisa membaca," kata Muhammad s.a.w. "Bacalah," seru malaikat itu lagi dengan tangan seraya mencekik Muhammad. "Apa yang akan kubaca?" tanya Muhammad pula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Selanjutnya, Malaikat itupun mengajarnya untuk membaca ayat-ayat yang kemudian disebut sebagai wahyu pertama bagi Muhammad SAW. "Bacalah! Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya..." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Muhammad s.a.w. gemetar. Ia segera berlari menuruni gunung, pulang menjumpai Khadijah. Khadijah pun membimbing Muhammad s.a.w., menyelimutinya di pembaringan, serta menghiburkan hati suaminya dengan kata-kata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Wahai putra pamanku (cara Khadijah memanggil Muhammad s.a.w.), bergembiralah dan tabahkan hatimu. Demi Dia pemegang kendali hidup Khadijah, aku berharap engkau (Muhammad) akan menjadi Nabi atas umat ini. Allah sama sekali tak akan memperolokkanmu, sebab engkau yang mempererat tali kekeluargaan, jujur dalam kata-kata; kau yang mau memikul beban orang lain, menghormati tamu dan menolong mereka yang dalam kesulitan atas jalan yang benar." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Malam itu, jarum waktu telah bermula. Muhammad s.a.w. telah ditunjuk sebagai Rasul -detik-detik yang memungkinkan kebenaran tersebar ke seluruh alam hingga sekarang. Juga yang membuat para pelaku keonaran dan kemaksiatan terus memusuhi Muhammad s.a.w. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-5776782755816724978?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/5776782755816724978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=5776782755816724978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5776782755816724978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5776782755816724978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/08/menjelang-wahyu-tiba.html' title='Menjelang Wahyu Tiba'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-4467848537965948755</id><published>2009-08-18T20:26:00.000+08:00</published><updated>2009-08-18T20:28:12.346+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akal untuk berfikir'/><title type='text'>Kisah Pemuda bernama Uzair</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk memikirkan rahsia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik buah-buahan dia pulang dengan keldainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keldai yang ditungganginya tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sedar bahwa dia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebaik saja dia sampai ke daerah itu dilihatnya kampung itu baru saja diserbu oleh musuh-musuh sehingga menjadi rosak-binasa sama sekali. Di tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihatkan pemandangan yang mengerikan itu, dia pun turun dari keldainya dengan membawa dua keranjang buah-buahan. Manakala keldainya itu ditambat di situ, kemudian dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh bagi melepaskan penatnya. Dalam pada itu, fikirannya mula memikirkan mayat manusia yang sudah busuk itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Bagaimana orang-orang yang sudah mati dan hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan kembali di negeri akhirat?" begitulah pertanyaan yang datang bertalu-talu da tidak terjawab olehnya sehingga dia menjadi lemah-longlai dan kemudian terus tertidur. Dalam tidur itu, dia seakan-akan bertemu dengan semua arwah (roh-roh) orang-orang yang sudah meninggal itu. Tidurnya amat luar biasa sekali, bukan hanya sejam atau semalam, tetapi dia telah tidur terus-menerus tanpa bangun-bangun selama seratus tahun lamanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam masa dia tertidur itu, keadaan di sekitarnya sudah ramai lapisan baru, rumah serta bangunan-bangunan banyak yang telah didirikan. Dalam masa seratus tahun itu, segala-galanya sudah berubah, manakal 'Uzair tetap terus tidur tersandar di dinding buruk itu menjadi jasad (tubuh) yang tidak bernyawa lagi. Dagingnya sudah hancur dan tulang belulangnya sudah hancur lebur berderai. Kemudian jasad 'Uzair yang telah mati, daging dan tulangnya yang sudah hancur itu disusun kembali oleh Allah pada bahagiannya masing-masing lalu ditiupkan ruhnya. Dan ketika itu juga 'Uzair hidup kembali seperti dahulu. 'Uzair terus berdiri seperti orang yang bangun dari tidur lantas dia mencari keldai dan buah-buahannya di dalam keranjang dahulu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak berapa lama kemudian, turunlah beberapa malaikat seraya bertanya, "Tahukah engkau ya 'Uzair berapa lama engkau tidur?" Tanpa berfikir panjang 'Uzair menjawab, "Saya tertidur sehari dua ataupun setengah hari." Lalu malaikat pun berkata kepadanya, "Bahwa engkau terdampar di sini genap seratus tahun lamanya. Disinilah engkau berbaring, berhujan dan berpanas matahari, kadang-kadang ditiup badai dan berhawa sejuk dan juga panas terik. Dalam masa yang begitu panjang, makanan engkau tetap baik keadaannya. Tetapi cuba lihat keadaan keldai itu, dia sendiri pun sudah hancur dan dagingnya sudah busuk." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berkata malaikat lagi, "Lihatlah dan perhatikanlah sungguh-sungguh. Demikianlah kekuasaan Allah. Allah dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur lebur dan dengan semudah itu pulalah Tuhan akan membangkitkan semua manusia yang sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala perbuatannya. Hal ini diperlihatkan oleh Tuhan kepada engkau supaya iman engkau tetap dan engkau sendiri dapat menjadi bukti kepada manusia-manusia lain supaya engkau dan manusia-manusia lain tiada syak dan ragu-ragu lagi tentang apa yang diterangkan Tuhan tentang akhirat itu." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah 'Uzair melihat makanan dan keldainya yang sudah hancur itu, maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah itu adalah berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu." Tiba-tiba keldai yang sudah hancur berderai itu dilihatnya mulai dikumpulkan daging dan tulangnya. Dan akhirnya menjadi seperti sediakala iaitu hidup kembali bergerak-gerak dan berdiri sebagaimana sebelum mati. Maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah berkuasa di atas segala-galanya." Lalu dia pun terus mengambil keldainya dahulu dan terus menunggangnya pulang ke rumahnya dahulu dengan mencari-cari jalan yang sukar untuk dikenali. Dilihatnya segala-gala telah berubah. Dia cuba mengingati apa yang pernah dilihatnya seratus tahun dahulu. Setelah menempuhi berbagai kesukaran, akhirnya dia pun sampai ke rumahnya. Sebaik saja dia sampai di situ, dia mendapati rumahnya sudah pun buruk di mana segala dinding rumahnya telah habis runtuh. Semasa dia memandang keadaan sekeliling rumahnya, dia ternampak seorang perempuan tua, lantas dia pun bertanya, "Inikah rumah tuan 'Uzair?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ya," jawab perempuan itu. "Inilah rumah 'Uzair dahulu, tetapi 'Uzair telah lama pergi dan tiada didengar berita tentangnya lagi sehingga semua orang pun lupa padanya dan saya sendiri tidak pernah menyebut namanya selain kali ini saja." Kata perempuan itu sambil menitiskan airmata. 'Sayalah 'Uzair," jawab 'Uzair dengan pantas. "Saya telah dimatikan oleh Tuhan seratus tahun dahulu dan sekrang saya sudah dihidupkan oleh Allah kembali." Perempuan tua itu terkejut seakan-akan tidak percaya, lalu dia pun berkata, "'Uzair itu adalah seorang yang paling soleh, doanya selalu dimakbulkan oleh Tuhan dan telah banyak jasanya di dalam menyembuhkan orang yang sakit tenat." Sambunya lagi, "Saya ini adalah hambanya sendiri, badan saya telah tua dan lemah, mata saya telah pun buta kerana selalu menangis terkenangkan 'Uzair. Kalaulah tuan ini 'Uzair maka cubalah tuan doakan kepada Tuhan suaya mata saya terang kembali dan dapat melihat tuan." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Uzair pun mendaha kedua belah tangannya ke langit lalu berdoa ke hadrat Tuhan. Tiba-tiba mata orang rua itupun terbuka dan dapat melihat dengan lebih terang lagi. Tubuhnya yang tua dan lemah itu kembali kuat seakan-akan kembali muda. Setelah merenung wajah 'Uzair dia pun berkata, "Benar, tuanlah 'Uzair. Saya masih ingat." Hambanya itu terus mencium tangan 'Uzair lalu keduanya pergi mendapatkan orang ramai, bangsa Israil. 'Uzair memperkenalkan dirinya bahwa dialah 'Uzair yang pernah hidup di kampung itu lebih seratus tahun yang lalu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berita itu bukan saja mengejutkan bangsa Israil, tetapi ada juga meragukan dan ada yang tidak percaya kepadanya. Walau bagaimanapun berita itu menarik perhatian semua orang yang hidup ketika itu. Kerana itu mereka ingin menguji kebenaran 'Uzair. Kemudian datanglah anak kandungnya sendiri seraya bertanya, "Saya masih ingat bahwa bapa saya mempunyai tanda di punggungnya. Cubalah periksa tanda itu. Kalau ada benarlah dia 'Uzair." Tanda itu memang ada pada 'Uzair, lalu percayalah sebahagian daripada mereka. Akan tetapi sebahagian lagi mahukan bukti yang lebih nyata, maka mereka berkata kepada 'Uzair, "Bahwa sejak penyerbuan Nebukadnezar ke atas bangsa dan negara Israil dan setelah tentera tersebut membakar kitab suci Taurat, maka tiadalah seorang pun bani Israil yang hafal isi Taurat kecuali 'Uzair saja. Kalau benarlah tuan Uzair, cubalah tuan sebutkan isi Taurat yang betul." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;'Uzair pun membaca isi Taurat itu satu persatu dengan fasih dan lancar serta tidak salah walaupun sedikit. Mendengarkan itu barulah mereka percaya bahwa sungguh benar itulah 'Uzair. Ketika itu, semua bangsa Israil punpercaya bahwa dialah 'Uzair yang telah mati dan dihidupkan semual oleh Tuhan. Banyak di antara mereka yang bersalam dan mencium tangan 'Uzair serta meminta nasihat dan panduan daripadanya. Tetapi sebahagian daripada kaum Yahudi yang bodoh menganggap 'Uzair sebagai anak Tuhan pula. Maha Suci Allah tidak mempunyai anak samada 'Uzair mahupun Isa kerana semua makhluk adalah kepunyaan-Nya belaka. Janganlah kita was-was tentang kekuasaan Allah, maka hendaklah dia fikir siapakah yang menciptakan dirinya itu. Adalah mustahil sesuatu benda itu terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Kalau masih ada orang yang ragu-ragu tentang kekuasaan Allah, ubatnya hanya satu saja, hendaklah dia membaca dan memahami al-Qur'an, was-was terhadap kekuasaan Allah itu hanya datangnya dari syaitan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah S.W.T telah meletakkan komputer dalam kepala kita untuk berfikir, oleh itu gunakanlah akal kita untuk berfikir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-4467848537965948755?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/4467848537965948755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=4467848537965948755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4467848537965948755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4467848537965948755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/08/kisah-pemuda-bernama-uzair.html' title='Kisah Pemuda bernama Uzair'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-4113936537751740713</id><published>2009-08-02T01:50:00.000+08:00</published><updated>2009-08-02T01:54:44.430+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>PUASA DAN KEPENTINGANNYA DARI SUDUT KESIHATAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:5ekxkDBSkcZ07M:http://smtpjb.com/ramadhan/wp-content/uploads/2008/08/ramadhanwish1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 215px; height: 187px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:5ekxkDBSkcZ07M:http://smtpjb.com/ramadhan/wp-content/uploads/2008/08/ramadhanwish1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam Bahasa Arab puasa atau saum bermakna menahan diri daripada melakukan sesuatu. Firman Allah S.W.T yang bermaksud, ?Maka katakanlah (wahai Maryam), sesungguhnya aku sudah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang maha pemurah. Maka aku tidak akan sekali-kali berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.? (Maryam: 26).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang dimaksudkan oleh Maryam disini ialah dia menahan dirinya daripada bercakap. Dari segi syarak, puasa beerti menahan diri daripada melakukan sesuatu yang membatalkan puasa sejak dari terbit fajar sehingga tenggelam matahari dengan niat tertentu. Hal ini diingatkan di dalam Al-Quran, maksudnya: ?wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan keatas kamu puasa seperti mana diwajibkan ke atas mereka sebelum kamu,mudah-mudahan kamu bertakwa.? (Al-Baqarah: 183)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Puasa adalah suatu ibadah yang telah lama dilakukan oeh umat manusia sebelum Islam. Ia adalah sejenis amalan yang umum (universal) dimana puasa merupakan ajaran semua agama , baik yang samawi seperti Yahudi dan Nasrani mahupun yang tabi?i seperti Hindu dan Budha. Perbezaannya terletak pada niatnya,sebabnya,serta cara perlaksanaannya. Ada yang berpuasa daripada memakan daging,telur,ikan susu dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namun semua situasi ini adalah jauh berbeza dengan puasa yang difardhukan ke atas umat Islam di mana puasa adalah satu ibadah yang tertera dalam Rukun Islam yang lima. Kita berpuasa bukan memperingati sesuatu peristiwa atau berpantang daripada satu-satu jenis makanan dan bukan pula kerana nazar yang tidak disyariatkan. Allah mensyariatkan puasa dengan tujuan untuk melatih hamba-Nya sepertimana yang disebut di dalam Al-Quran maksudnya: ? Mudah-mudahan kamu bertakwa? (al-Baqarah: 183.) Demikian pula Allah telah memberikan ganjaran yang besar kepada umatnya yang berpuasa sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis Qudsi yang maksudnya : ? Setiap amalan Bani Adam itu adalah untuknya melaainkan puasa. Ia adalah untuk-Ku dan akulah yang akan membalasnya?. (Abu Hurairah) Dalam hal ini Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan bahawa ?puasa sebenarnya adalah merupakan (komunikasi) rahsia diantara hamba dengan Tuhan-Nya.?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepentingan Puasa Dari Aspek Kesihatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lumrahnya kita kurang faham tentang tatacara puasa yang boleh mendatangkan faedah kepada kesihatan kerana terlalu biasa dengan cara tertentu yang menjadi budaya masyarakat. Amalan puasa yang diwarisi sejak turun-temurun ini bukan sahaja tidak memenuhi kaifiat puasa,malah ianya akan mengurangkan pahala puasa dan boleh mendatangkan mudharat kepada orang yang berbuat demikian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Umumnya dalam keadana tidak berpuasa, banyak tenaga digunakan untuk proses menghadaman makanan. Pada masa yang sama, proses metabolisma dalam sel-sel sentiasa berjalan selagi kita makan dan minum. Sel-sel badan ini berfungsi memproses bahan makanan untuk digunakan oleh sel dan badan. Semasa menjalankan proses ini, bahan buangan turut dihasilkan dan is perlu dikeluarkan dari sel. Jika sel-sel badan terlalu sibuk memproses makanan yang diterima, proses buangan ini akan menjadi kurang efisyen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada kebiasaannya, pergerakan zat makanan (dan toksin) adalah kearah lemak dan daging. Oleh itu, makanan yang diambil dengan kuantiti yang melebihi keperluan badan akan menyebabkan terkumpunya bahan-bahan simpanan yang disimpan sebagai lemak. Di samping itu, jika fungsi perkumuhan bahan buangan kurang efisyen, maka toksin yang wujud pun akan tersimpan didalam lemak. Oleh itu sewaktu kita tidak benpuasa (dan tidak pula melakukan senaman), proses membakaran lemak akan menjadi tidak efisyen. Maka secara tidak langsung proses pembuangan toksin juga turut akan tergendala. Ini adalah kerana lemak dalam badan hanya menjadi tenaga yang tersimpan dan hanya akan digunakan jika bahan bakar biasa yang terhasil dari karbohidrat tidak mencukupi. Jika proses perkumuhan sentiasa dalam keadan tidak efisyen, lama-kelamaan sel-sel badan akan berfungsi dengan tidak optima kerana proses pembuangan tergendala. Ini akan menyebabkan sistem-sistem lain dalam badan seperti sistem penghadaman dan lain-lain akan turut tergendala. Akibat dari gangguan berbagai sistem ini, kita akan mengalami gejala gangguan kesihatan seperti lenguh-lenguh badan,cepat letih, mudah demam dan berbagai ?bagai penyakit lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berlainan pula semasa berpuasa, aktiviti memproses makanan akan berkurangan (atau berhenti bagi tempoh waktu yang telah ditetapkan ) tetapi proses perkumuhan atau pembuangan masih tetap berjalan. Oleh kerana sel badan dapat memberi tumpuan kepada proses pembuangan bahan buangan dan toksin, proses ini dapat berjalan dengan lebih efisyen. Dalam keadaan ini juga, badan kita akan mengalihkan sumber tenaga dari glukosa kepada lemak yang tersimpan. Pembakaran lemak ini akan mengeluarkan toksin dari sel dan seterusnya dapat dibuang keluar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagi proses perkumuhan ini, hati dan buah pinggang memberi lebih tumpuan kepada pembuangan toksin dan bahan buangan lain kerana dapat berehat dari memproses bahan makanan. Pada masa yang sama, darah (bersama oksigen dan bahan buangan dari sel-sel) dapat mengalir ke otak dan organ-organ lain. Perlu dinyatakan bahawa proses pembuangan toksin dari badan yang berlaku semasa berpuasa tidak akan dapat dilakukan dengan baik jika seseorang itu mengalami sembelit (susah membuang air besar) Usus besar adalah organ utama badan. Organ perkumuhan lain adalah termasuk hati, ginjal, paru-paru dan kulit. Jika seseorang itu mengalami kekurangan air di dalam badan, buag pinggang akan menjadi kurang efisyen. Oleh itu semasa berpuasa, usus besar dan buah pinggang harus dijaga dengan baik supaya berupaya menjalankan proses perkumuhan yang akan membersihkan badan dan memulihkan fungsi sel secara optima. Proses pembuangan toksin dari dalam sel-sel badan terutama sel lemak akan menyebabkan penyaliran semula toksid ini ke saluran da&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rah sebelum ia dapat keluar dari badan. Proses pengaliran toksin ini akan menimbulkan gejala-gejala yang sering berlaku pada awal puasa seperti :-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i. Sakit kepala ? ini berlaku kerana toksin yang terkumpul dalam sel mengalir ke saluran darah sebelum ia dikeluarkan dari badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ii. Lenguh-lenguh badan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iii. Lidah berdaki dan mulut berbau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iv. Kencing pekat dan berbau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;v. Ceret-beret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;vi. Letih lesu ? keadana ini berlaku diawal puasa kerana badan kita tidak menggunakan tenaga yang tersimpan dalam badan dan masih mengharap tenaga daripada makanan luar. Maka gula didalam darah berada ditahap rendah dan badan terasa lemah longlai, walupun pada hakikatnya tenaga tersimpan dalam bentuk lemak yang mencukupi untuk beberapa bulan tanpa makan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berpuasa yang tidak berkesan untuk kesihatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebelum kita membincangkan cara-cara berpuasa yang berkesan, adalah kita memahami puasa yang tidak berkesan. Berikut adalah beberapa cara atau kebiasaan yang harus dijauhi supaya kita mendapat manfaat puasa sepenuhnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i. Makan terlalu banyak sama ada waktu sahur atau berbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ii. Memakan makanan yang pedas, berempah atau payah untuk dihadam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iii. Memakan terlalu banyak daging terutama mereka yang menghidap batu karang, gout, allergi (alahan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iv. Kerap makan sepanjang malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;v. Kurang minum air pada malam hari atau lebih minum air semasa makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;vi. Tidur selepas makan (perut kenyang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;vii. Minum terlalu banyak kopi atau teh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika kita masih meneruskan amalan diatas, kita bukan sahaja kurang mendapat manfaat puasa,malah kita akan merasa letih dan juga mungkin juga akan mengalami berbagai masalah kesihatan akibat daripada amalan tersebut. Malangnya masih ramai orang yang berpuasa dengan cara sedemikian. Dr. Alan Cott menyatakan dalam bukunya ?Fasting: The Ultimate Diet?, ??Muslims fast religiously and unhealthily for a whole month. They eat and drink nothing during the day and gorge themselves at night.?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenyataan ini tidak boleh dinafikan memang ada kebenaranya. Oleh itu kita harus berusaha untuk membaikinya agar berjaya mendapatkan manfaat sepenuhnya dari amalan puasa kerana puasa yang berjaya akan membuatkan keadaan rohani dan jasmani yang dinamik, kuat dan sihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Puasa yang sihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kunci bagi kejayaan yang berkesan ialah kawalan yang baik semasa berbuka dan bershur. Oleh itu semasa berbuka, eloklah memakan makanan yang mudah di hadam,mengandungi banyak serat dalam kadar yang sederhana. Amalan Rasulullah s.a.w memakan buah kurma (tamar) semasa berbuka adalah baik untuk kesihatan kerana tamar mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi disamping mengandungi asid amino ? diantaranya ialah triptofan yang didapati boleh menenangkan perasaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan makan terlalu banyak. Malah sewaktu berpuasa kita sepatutnya merebut peluang untuk berjimat cermat khususnya dalam hal perbelanjaan iaitu dengan mengawal kuantiti pengambilan makanan atau minuman agar tidak berlaku pembaziran tetapi bersederhana sama ada ketika berbuka atau makan sahur. Jika banyak juadah yang dihidang dari aneka jenis dan rasa, sudah tentu sukar untuk kita mengawal apa yang sudah ada di depan mata. Begitu juga dengan air minuman. Sediakan minuman dari bahan semulajadi serta elakkan menggunakan gula putih, sirap, pewarna dan perasa tiruan. Sebaliknya kita boleh menggunakan gula merah, madu lebah atau jus buah asli. Dalam hal ini, satu pertua yang baik diamalkan iaitu untuk mencuci usus dan menyenangkan pembuangan air besar ialah dengan meminum air yang dicampur dengan bunga kembang semangkuk dan biji selasih serta getah anggur semasa berbuka. Cuba elakakan daripada mengambil minuman berupa kopi dan teh kerana minuman ini mempunyai kafein yang boleh memberi banyak rangsangan kepada saraf dan jantung semasa berpuasa. Kafein juga sebenarnya memberi rangsangan kepada perut menyebabkan pengeluaran asid hidroklorik secara berlebihan dan ini boleh menyebabkan perut kita terasa pedih sehingga menyebabkan gastrik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaedah puasa yang sihat juga adalah dengan mengurangkan memakan protein binatang semasa berbuka atau bersahur. Ini disebabkan protein binatang adalah makanan yang paling kompleks dan susah untuk dihadam. Ia juga adalah makanan yang mempunyai kandungan bahan buangan yang paling banyak lantaran keadaan ternakan dan cara ternakan yang diamalkan sekarang menyebabkan protein binatang menjadi bahan yang paling tercemar dengan bahan kimia dan berbagai jenis racun termasuklah kuman, horman, antibiotik dan logam-logam berat, racun serangga dan sebagainya. Sebagai gantinya, banyakkanlah memakan protein sayur dalam bentuk kekacang seperti kacang dhal, kacang soya, kacang hijau, kacang merah dan lain-lain Walaupun protein di dalam sayur tidak lengkap, ia dapat diatasi dengan mempelbagaikan sayuran dan mencapurkan jenis yang dimakan di mana ini akan melengkapkan diantara satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Imam Ghazali dalam Ihya ?Ulumuddinnya mengatakan bahawa bencana paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut (kuat makan). Oleh itu janganlah sekali-kali kita merasa berat untuk ?berpuasa? apalagi puasa yang wajib di bulan Ramadhan kerana puasa itu hakikatnya bukan sahaja boleh membentuk rohani manusia menjadi individu yang baik dan taat bahkan dengan berpuasa itu sendiri mampu mengimbangi kesihatan tubuh badan dan persekitaran kehidupan manusia. Kehausan dan kelaparan yang diakibatkan oleh puasa akan mengingatkan kita kepada fakir miskin yang sering merasa haus dan lapar sehingga akan timbul perasaan belas kasihan di samping meningkatkan kepekaan sosial individu untuk bergaul mesra dengan masyarakat melalui aktiviti solat terawih berjemaah, menghadiri majlis berbuka puasa dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga kita tidak tergolong di kalangan orang-orang yang disebutkan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadith baginda yang maksudnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.? (Ibn Majah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-4113936537751740713?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/4113936537751740713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=4113936537751740713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4113936537751740713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/4113936537751740713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/08/puasa-dan-kepentingannya-dari-sudut.html' title='PUASA DAN KEPENTINGANNYA DARI SUDUT KESIHATAN'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-6594422594789090089</id><published>2009-07-29T22:47:00.001+08:00</published><updated>2009-10-08T16:04:59.860+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkahwinan Rasulullah'/><title type='text'>PERNIKAHAN RASULULLAH DAN KHADIJAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y236HQx1kxw/SltC07oJfuI/AAAAAAAAAPQ/KnCqj-pDg9g/s320/plumeria1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y236HQx1kxw/SltC07oJfuI/AAAAAAAAAPQ/KnCqj-pDg9g/s320/plumeria1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermimpi Matahari Turun Ke Rumahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Khadijah r. a, seorang wanita janda, bangsawan, hartawan, cantik dan budiman. Ia disegani oleh masyarakat Quraisy khususnya, dan bangsa Arab pada umumnya. Sebagai seorang pengusaha, ia banyak memberikan bantuan dan modal kepada pedagang-pedagang atau melantik orang-orang untuk mewakili urusan-urusan perniagaannya ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemuka Quraisy yang ingin menikahinya dan sanggup membayar mas kawin berapa pun yang dikehendakinya, namun selalu ditolaknya dengan halus kerana tak ada yang berkenan di hatinya. Pada suatu malam ia bermimpi melihat matahari turun dari langit, masuk ke dalam rumahnya serta memancarkan sinarnya ke semua tempat sehingga tiada sebuah rumah di kota Makkah yang luput dari sinarnya. Mimpi itu diceritakan kepada anak bapak saudaranya yang bernama Waraqah bin Naufal. Dia seorang lelaki yang berumur lanjut, ahli dalam mentakbirkan mimpi dan ahli tentang sejarah bangsa- bangsa purba. Waraqah juga mempunyai pengetahuan luas dalam agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu. Waraqah berkata: "Takwil dari mimpimu itu ialah bahwa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nabi itu berasal dari negeri mana?" tanya Khadijah bersungguh- sungguh."Dari kota Makkah ini!" ujar Waraqah singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari suku mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari suku Quraisy juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah bertanya lebih jauh: "Dari keluarga mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari keluarga Bani Hasyim, keluarga terhormat," kata Waraqah dengan nada menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah terdiam sejenak, kemudian tanpa sabar meneruskan pertanyaan terakhir: "Siapakah nama bakal orang agung itu, hai anak bapa saudaraku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu mempertegas: "Namanya Muhammad SAW. Dialah bakal suamimu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah pulang ke rumahnya dengan perasaan yang luar biasa gembiranya. Belum pernah ia merasakan kegembiraan sedemikian hebat. Maka sejak itulah Khadijah sentiasa bersikap menunggu dari manakah gerangan kelak munculnya sang pemimpin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Berniaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad, bakal suami wanita hartawan itu, adalah seorang yatim piatu yang miskin sejak kecilnya, dipelihara oleh bapa saudaranya, Abu Thalib, yang hidupnya pun serba kekurangan. Meskipun demikian, bapa saudaranya amat sayang kepadanya, menganggapnya seperti anak kandung sendiri, mendidik dan mengasuhnya sebaik-baiknya dengan adab, tingkah laku dan budi pekerti yang terpuji. Pada suatu ketika, Abu Thalib berbincang-bincang dengan saudara perempuannya bernama 'Atiqah mengenai diri Muhammad. Beliau berkata: "Muhammad sudah pemuda dua puluh empat tahun. Semestinyalah sudah kahwin. Tapi kita tak mampu mengadakan perbelanjaan, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memikirkan segala ikhtiar, 'Atiqah pun berkata: "Saudaraku, saya mendengar berita bahwa Khadijah akan memberangkatkan kafilah niaga ke negeri Syam dalam waktu dekat ini. Siapa yang berhubungan dengannya biasanya rezekinya bagus, diberkati Allah SWT. Bagaimana kalau kita pekerjakan Muhammad kepadanya? Saya kira inilah jalan untuk memperolehi nafkah, kemudian dicarikan isterinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalib menyetujui saranan saudara perempuannya. Dirundingkan dengan Muhammad, ia pun tidak keberatan.'Atiqah mendatangi wanita hartawan itu, melamar pekerjaan bagi Muhammad, agar kiranya dapat diikut sertakan dalam kafilah niaga ke negeri Syam. Khadijah, tatkala mendengar nama "Muhammad", ia berfikir dalam hatinya: "Oh... inilah takbir mimpiku sebagaimana yang diramalkan oleh Waraqah bin Naufal, bahwa ia dari suku Quraisy dan dari keluarga Bani Hasyim, dan namanya Muhammad, orang terpuji, berbudi pekerti tinggi dan nabi akhir zaman." Seketika itu juga timbullah hasrat di dalam hatinya untuk bersuamikan Muhammad, tetapi tidak dilahirkannya karena khuatir akan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah," ujar Khadijah kepada 'Atiqah, "saya terima Muhammad dan saya berterima kasih atas kesediaannya. Semoga Allah SWT melimpahkan berkatnya atas kitabersama.". Wajah Khadijah cerah, tersenyum sopan, menyembunyikan apa yang tersudut di kalbunya. Kemudian ia meneruskan: "Wahai 'Atiqah, saya tempatkan setiap orang dalam rombongan niaga dengan penghasilan tinggi, dan bagi Muhammad SAW akan diberikan lebih tinggi dari biasanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atiqah berterima kasih, ia pulang dengan perasaan gembira menemui saudaranya, menceritakan kepadanya hasil perundingannya dengan wanita hartawan dan budiman itu. Abu Thalib menyambutnya dengan gembira. Kedua bersaudara itu memanggil Muhammad SAW seraya berkata: "Pergilah anakanda kepada Khadijah r. a, ia menerima engkau sebagai pekerjanya. Kerjakanlah tugasmu sebaik-baiknya."Muhammad SAW menuju ke rumah wanita pengusaha itu. Sementara akan keluar dari pekarangan rumah bapa saudaranya, tiba-tibalah ia mencucurkan air mata kesedihan mengenang nasibnya. Tiada yang menyaksikannya dan menyertainya dalam kesedihan hati itu selain para malaikat langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian Seorang Rahib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kafilah niaga itu siap akan berangkat, berkatalah Maisarah, kepala rombongan: "Hai Muhammad, pakailah baju bulu itu, dan peganglah bendera kafilah. Engkau berjalan di depan, menuju ke negeri Syam!"Muhammad SAW melaksanakan perintah. Setelah iring- iringan keluar dari halaman memasuki jalan raya, tanpa sedar Muhammad SAW menangis kembali, tiada yang melihatnya kecuali Allah dan para malaikat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mulutnya terucap suara kecil: "Aduh hai nasib! Mana gerangan ayahku Abdullah, mana gerangan ibuku Aminah. Kiranyalah mereka menyaksikan nasib anakandanya yang miskin yatim piatu ini, yang justeru lantaran ketiadaannyalah sehingga terbawa jadi buruh upahan ke negeri jauh. Aku tidak tahu apakah aku masih akan kembali lagi ke negeri ini, tanah tumpah darahku."Jeritan batin itu membuat para malaikat langit bersedih. Mereka memintakan rahmat baginya. Maisarah memperlakukan Muhammad SAW dengan agak istimewa, sesuai dengan wasiat Khadijah. Diberinya pakaian terhormat, kenderaan unta yang tangkas dengan segala perlengkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mengambil waktu beberapa hari. Terik matahari begitu panas sekali. Tetapi Muhammad SAW berjalan sentiasa dipayungi awan yang menaunginya hingga mereka berhenti di sebuah peristirehatan dekat rumah seorang Rahib Nasrani. Muhammad SAW turun dari untanya, pergi berangin-angin melepaskan lelah di bawah pohon yang teduh. Rahib keluar dari tempat pertapaannya. Ia hairan melihat gumpalan awan menaungi kafilah dari Makkah, padahal tak pernah terjadi selama ini. Ia tahu apa erti tanda itu karena pernah dibacanya di dalam Kitab Taurat. Rahib menyiapkan suatu perjamuan bagi kafilah itu dengan maksud untuk menyiasat siapa pemilik karamah dari kalangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota rombongan hadir dalam majlis perjamuan itu, kecuali Muhammad SAW seorang diri yang tinggal untuk menjaga barang- barang dan kenderaan. Ketika Rahib melihat awan itu tidak bergerak, tetap di atas kafilah, bertanyalah beliau: "Apakah di antara kalian masih ada yang tidak hadir di sini?"Maisarah menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya seorang yang tinggal untuk menjaga barang-barang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahib pergi menjemput Muhammad SAW dan terus menjabat tangannya, membawanya ke majlis perjamuan. Ketika Muhammad SAW. bergerak, Rahib memperhatikan awan itu turut bergerak pula mengikuti arah ke mana Muhammad SAW berjalan. Dan di saat Muhammad SAW masuk ke ruangan perjamuan, Rahib keluar kembali menyaksikan awan itu, dan dilihatnya awan itu tetap di atas, tidak bergerak sedikit pun walaupun dihembus angin. Maka mengertilah ia siapa gerangan yang memiliki karamah dan keutamaan itu. Rahib masuk kembali dan mendekati Muhammad SAW, bertanya: "Hai pemuda, dari negeri mana asalmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Makkah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari qabilah mana?" tanya sang Rahib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Quraisy, tuan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari keluarga siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keluarga Bani Hasyim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Siapa namamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namaku, Muhammad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta merta ketika mendengar nama itu, Rahib berdiri dan terus memeluk Muhammad SAW serta menciumnya di antara kedua alisnya seraya mengucapkan: "Laa IlaahaIllallaah, Muhammadar Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap wajah Muhammad SAW dengan perasaan takjub, seraya bertanya: "Sudikah engkau memperlihatkan tanda di badanmu agar jiwaku tenteram dan keyakinanku lebih mantap?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanda apakah yang tuan maksudkan?" tanya Muhammad SAW."Silakan buka bajumu supaya kulihat tanda akhir kenabian di antara kedua bahumu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW. memperkenankannya, dimana Rahib tua itu melihat dengan jelas ciri-ciri yang dimaksudkan."Ya.... ya.... tertolong, tertolong!" seru Rahib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pergilah ke mana hendak pergi. Engkau terus ditolong!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahib itu mengusap wajah Muhammad SAW, sambil menambahkan: "Hai hiasan di hari kemudian, hai pemberi syafa'at di akhirat, hai peribadi yang mulia, hai pembawa nikmat, hai nabi rahmat bagi seluruh alam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengakuan demikian, Rahib dari Ahlil-Kitab itu telah menjadi seorang muslim sebelum Muhammad SAW. dengan rasmi menerima wahyu kerasulan dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paderi-paderi Yahudi Gemetar Ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar dibuka beberapa hari lamanya. Semua jualan laris dengan keuntungan berlipat ganda, mengatasi pengalaman yang sudah-sudah. Kebetulan pada saat itu bertepatan dengan hari Yahudi, yang dimeriahkan dengan upacara besar-besaran. Muhammad SAW, Abu Bakar dan Maisarah keluar menonton keramaian itu. Tatkala Muhammad SAW memasuki tempat upacara untuk menyaksikan cara mereka beribadat, maka tiba-tiba berjatuhanlah semua lilin-lilin menyala yang bergantungan pada tali di sekitar ruangan, yang menyebabkan paderi- paderi Yahudi gemetar ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang di antara mereka bertanya: "Alamat apakah ini?" Semuanya hairan, cemas dan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bererti ada orang asing yang hadir di sini,"jawab pengerusi upacara. "Kita baca dalam Taurat bahwa alamat ini akan muncul bilamana seorang lelaki bernama Muhammad SAW, Nabi akhir zaman, mendatangi hari raya agama Yahudi. Mungkinlah sekarang orang itu berada di ruangan kita ini. Carilah lelaki itu, dan kalau bertemu, segeralah tangkap!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar r. a, sahabat Muhammad SAW sejak dari kecil, dan Maisarah, yang mendengar berita itu segera mendekati Muhammad SAW yang berdiri agak terpisah, dan mengajaknya keluar perlahan-lahan di tengah-tengah kesibukan orang yang berdesak-desakan keluar masuk ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunda waktu lagi, Maisarah segera memerintahkan kafilah berangkat pulang ke Makkah. Dengan demikian tertolonglah Muhammad SAW dari kejahatan orang- orang Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Pulang Ke Makkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam perjalanan pulang, kira-kira jarak tujuh hari lagi mendekati Makkah, Maisarah mengirim seorang utusan kepada Khadijah r. a, memberitahukan bakal kedatangan kafilah serta perkara- perkara lain yang menyangkut perjalanan. Maisarah menawarkan kepada Muhammad SAW: "Apakah engkau bersedia diutus membawa berita ke Makkah?" Muhammad SAW berkata: "Ya, saya bersedia apabila ditugaskan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin rombongan mempersiapkan unta yang cepat untuk dinaiki oleh utusan yang akan berangkat terlebih dahulu ke kota Makkah. Ia pun menulis sepucuk surat memberikan kepada majikannya bahwa perniagaan kafilah yang disertai Muhammad SAW mendapat hasil laba yang sangat memuaskan, dan menceritakan pula tentang pengalaman- pengalaman aneh yang berkaitan dengan diri Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Muhammad SAW menuntun untanya dan sudah hilang dari pandangan mata, maka Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibril a. s .:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Jibril, singkatkanlah bumi di bawah kaki-kaki unta Muhammad SAW! Hai Israfil, jagalah ia dari sebelah kanannya! Hai Mikail, jagalah ia dari sebelah kirinya! Hai awan, teduhilah ia di atas kepalanya!" Kemudian Allah SWT mendatangkan ngantuk kepadanya sehingga baginda SAW tertidur nyenyak dan tiba-tiba telah sampai di Makkah dalam tempo yang cukup singkat. Saat terbangun, ia hairan mendapati dirinya telah berada di pintu masuk kota kelahirannya. Baginda SAW sedar bahwa ini adalah mukjizat Tuhan kepadanya, lalu bersyukur memuji Zat Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara baginda SAW mengarahkan untanya menuju ke tempat Khadijah r. a, secara kebetulan Khadijah r. a pada saat itu sedang duduk sambil kepalanya keluar jendela memandangi jalan ke arah Syam, tiba-tiba dilihatnya Muhammad SAW di atas untanya dari arah bertentangan di bawah naungan awan yang bergerak perlahan-lahan di atas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah r. a menajamkan matanya, bimbang kalau-kalau tertipu oleh penglihatannya, sebab yang dilihatnya hanyalah Muhammad SAW sendirian tanpa rombongan, padahal telah dipesannya kepada Maisarah agar menjaganya sebaik-baik. Ia bertanya kepada wanita-wanita sahayanya yang duduk di sekitarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu mengenali siapa pengendara yang datang itu?" sambil tangannya menunjuk ke arah jalan. Seorang di antara mereka menjawab: "Seolah-olah Muhammad Al-Amiin, ya sayyidati!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan Khadijah r. a terlukis dalam ucapannya: "Kalau benar Muhammad Al-Amiin, maka kamu akan kumerdekakan bilamana ia telah sampai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian muncullah Muhammad SAW di depan pintu rumah wanita hartawan itu, yang langsung menyambutnya dengan tutur sapa tulus ikhlas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan anda unta pilihan, tunggangan khusus dengan apa yang ada di atasnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW mengucapkan terima kasih, kemudian menyerahkan surat dari ketua rombongan. Ia minta izin pulang ke rumah bapa saudaranya setelah melaporkan tentang perniagaan mereka ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah Menawarkan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Al-Amiin muncul di rumah Khadijah. Wanita usahawan itu berkata: "Hai Al-Amiin, katakanlah apa keperluanmu!" Suaranya ramah, bernada dermawan. Dengan sikap merendahkan diri tapi tahu diharga dirinya, Muhammad SAW berbicara lurus, terus terang, meskipun agak malu-malu tetapi pasti. Katanya: "Kami sekeluarga memerlukan nafkah dari bahagianku dalam rombongan niaga. Keluarga kami amat memerlukannya untuk mencarikan jodoh bagi anak saudaranya yang yatim piatu". Kepalanya tertunduk, dan wanita hartawan itu memandangnya dengan penuh ketakjuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, itukah....! Muhammad, upah itu sedikit, tidak menghasilkan apa- apa bagimu untuk menutupi keperluan yang engkau maksudkan," kata Khadijah r. a. "Tetapi biarlah, nanti saya sendiri yang mencarikan calon isteri bagimu". Ia berhenti sejenak, meneliti. Kemudian meneruskan dengan tekanan suara memikat dan mengandungi isyarat: "Aku hendak mengawinkanmu dengan seorang wanita bangsawan Arab. Orangnya baik, kaya, diingini oleh banyak raja-raja dan pembesar-pembesar Arab dan asing, tetapi ditolaknya. Kepadanyalah aku hendak membawamu". Khadijah tertunduk lalu melanjutkan: "Tetapi sayang, ada aibnya...! Dia dahulu sudah pernah bersuami. Kalau engkau mahu, maka dia akan menjadi pengkhidmat dan pengabdi kepadamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Al-Amiin tidak menjawab. Mereka sama-sama terdiam, sama-sama terpaku dalam pemikirannya masing-masing. Yang satu memerlukan jawapan, yang lainnya tak tahu apa mahu dijawab. Khadijah r. a tak dapat mengetahui apa yang terpendam di hati pemuda Bani Hasyim itu, pemuda yang terkenal dengan gelaran Al-Amiin (jujur). Pemuda Al- Amiin itupun mungkin belum mengetahui siapa kira-kira calon yang dimaksud oleh Khadijah r. a. Ia minta izin untuk pulang tanpa sesuatu keputusan yang ditinggalkan. Ia menceritakan kepada bapa saudaranya: "Aku merasa amat tersinggung oleh kata-kata Khadijah r. a. Seolah-olah dia memandang enteng dengan ucapannya ini dan itu "anu dan anu...."Ia mengulangi apa yang dikatakan oleh perempuan kaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atiqah juga marah mendengar berita itu. Dia seorang perempuan yang cepat naik darah kalau pihak yang dinilainya menyinggung kehormatan Bani Hasyim. Katanya: "Muhammad, kalau benar demikian, aku akan mendatanginya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atiqah tiba di rumah Khadijah r. a dan terus menegurnya: "Khadijah, kalau kamu mempunyai harta kekayaan dan kebangsawan, maka kamipun memiliki kemuliaan dan kebangsawanan. Kenapa kamu menghina puteraku, anak saudaraku Muhammad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah r. a terkejut mendengarnya. Tak disangkanya bahwa kata- katanya itu akan dianggap penghinaan. Ia berdiri menyabarkan dan mendamaikan hati 'Atiqah:"Siapakah yang sanggup menghina keturunanmu dan sukumu? Terus terang saja kukatakan kepadamu bahwa dirikulah yang kumaksudkan kepada Muhammad SAW. Kalau ia mahu, aku bersedia menikah dengannya; kalau tidak, aku pun berjanji tak akan bersuami hingga mati".Pernyataan jujur ikhlas dari Khadijah r. a membuat 'Atiqah terdiam. Kedua wanita bangsawan itu sama-sama cerah. Percakapan menjadi serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Khadijah, apakah suara hatimu sudah dimaklumi oleh anak bapa saudaramu Waraqah bin Naufah?" tanya 'Atiqah sambil meneruskan: "Kalau belum cubalah meminta persetujuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia belum tahu, tapi katakanlah kepada saudaramu, Abu Thalib, supaya mengadakan perjamuan sederhana. Jamuan minum, dimana sepupuku diundang, dan disitulah diadakan lamaran", Khadijah r. a berkata seolah-olah hendak mengatur siasat. Ia yakin Waraqah takkan keberatan kerana dialah yang menafsirkan mimpinya akan bersuamikan seorang Nabi akhir zaman. 'Atiqah pulang dengan perasaan tenang, puas. Pucuk dicinta ulam tiba. Ia segera menyampaikan berita gembira itu kepada saudara-saudaranya: Abu Thalib, Abu Lahab, Abbas dan Hamzah. Semua riang menyambut hasil pertemuan 'Atiqah dengan Khadijah r. a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bagus sekali", kata Abu Thalib, "Tapi kita harus bermesyuarat dengan Muhammad SAW lebih dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janda Cantik Bermata Jeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dijemput oleh bapa saudaranya, maka terlebih dahulu ia pun telah menerima seorang perempuan bernama Nafisah, utusan Khadijah r. a yang datang untuk menjalin hubungan kekeluargaan. Utusan peribadi Khadijah itu bertanya: "Muhammad, kenapa engkau masih belum berfikir mencari isteri?" Muhammad SAW menjawab: "Hasrat ada, tetapi kesanggupan belum ada." "Bagaimana kalau seandainya ada yang hendak menyediakan nafkah? Lalu engkau mendapat seorang isteri yang baik, cantik, berharta, berbangsa dan sekufu pula denganmu, apakah engkau akan menolaknya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah dia?" tanya Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khadijah!" Nafisah berterus terang. "Asalkan engkau bersedia, sempurnalah segalanya. Urusannya serahkan kepadaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Nafisah berjaya. Ia meninggalkan putera utama Bani Hasyim dan langsung menemui Khadijah r. a, menceritakan kesediaan Muhammad SAW. Setelah Muhammad SAW menerima pemberitahuan dari saudara- saudaranya tentang hasil pertemuan dengan Khadijah r. a, maka baginda tidak keberatan mendapatkan seorang janda yang usianya lima belas tahun lebih tua daripadanya. Betapa tidak setuju, apakah yang kurang pada Khadijah? Ia wanita bangsawan, cantik, hartawan, budiman. Dan utamanya pula karena hatinya telah dibukakan Tuhan untuk mencintainya, telah ditakdirkan akan dijodohkan dengannya. Kalau dikatakan janda, biarlah! Ia memang janda umur empat puluh, tapi janda yang masih segar, bertubuh ramping, berkulit putih dan bermata jeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diadakanlah acara yang penuh keindahan itu. Hadir sama Waraqah bin Naufal dan beberapa orang-orang terkemuka Arab yang sengaja dijemput. Abu Thalib dengan rasmi meminang Khadijah r. a kepada saudara sepupunya. Orang tua bijaksana itu setuju. Tetapi dia meminta tempoh untuk berunding dengan wanita berkenaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan Muhammad dengan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah r. a diminta pendapat. Dengan jujur ia berkata kepada Waraqah: "Hai anak bapa saudaraku, betapa aku akan menolak Muhammad SAW padahal ia sangat amanah, memiliki keperibadian yang luhur, kemuliaan dan keturunan bangsawan, lagi pula pertalian kekeluargaannya luas". "Benar katamu, Khadijah, hanya saja ia tak berharta",ujar Waraqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ia tak berharta, maka aku cukup berharta. Aku tak memerlukan harta lelaki. Kuwakilkan kepadamu untuk menikahkan aku dengannya," demikian Khadijah r. a menyerahkan urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waraqah bin Naufal kembali mendatangi Abu Thalib memberitakan bahwa dari pihak keluarga perempuan sudah bulat mufakat dan merestui bakal pernikahan kedua mempelai. Lamaran diterima dengan persetujuan mas kahwin lima ratus dirham. Abu Bakar r. a, yang kelak mendapat sebutan "Ash-Shiddiq" sahabat akrab Muhammad SAW. sejak dari masa kecil, memberikan sumbangan pakaian indah buatan Mesir, yang melambangkan kebangsawaan Quraisy, sebagaimana layaknya dipakai dalam upacara adat istiadat pernikahan agung, apalagi karena yang akan dinikahi adalah seorang hartawan dan bangsawan pula. Peristiwa pernikahan Muhammad SAW dengan Khadijah r. aberlangsung pada hari Jumaat, dua bulan sesudah kembali dari perjalanan niaga ke negeri Syam. Bertindak sebagai wali Khadijah r. a ialah bapa saudaranya bernama 'Amir bin Asad, sedang Waraqah bin Naufal membacakan khutbah pernikahan dengan fasih, disambut oleh Abu Thalib sebagai berikut:"Alhamdu Lillaah, segala puji bagi Allah Yang menciptakan kita keturunan&lt;br /&gt;(Nabi) Ibrahim, benih (Nabi) Ismail, anak cucu Ma'ad, dari keturunan Mudhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitupun kita memuji Allah SWT Yang menjadikan kita penjaga rumah-Nya, pengawal Tanah Haram-Nya yang aman sejahtera, dan menjadikan kita hakim terhadap sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya anak saudaraku ini, Muhammad bin Abdullah, kalau akan ditimbang dengan laki-laki manapun juga, niscayalah ia lebih berat dari mereka sekalian. Walaupun ia tidak berharta, namun harta benda itu adalah bayang-bayang yang akan hilang dan sesuatu yang akan cepat perginya. Akan tetapi Muhammad SAW, tuan-tuan sudah sama mengenalinya siapa dia. Dia telah melamar Khadijah binti Khuwailid. Dia akan memberikan mas kahwin lima ratus dirham yang akan segera dibayarnya dengan tunai dari hartaku sendiri dan saudara-saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah SWT, sesungguhnya aku mempunyai firasat tentang dirinya bahwa sesudah ini, yakni di saat-saat mendatang, ia akan memperolehi berita gembira (albasyaarah) serta pengalaman- pengalaman hebat. "Semoga Allah memberkati pernikahan ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyambutan untuk memeriahkan majlis pernikahan itu sangat meriah di rumah mempelai perempuan. Puluhan anak-anak lelaki dan perempuan berdiri berbaris di pintu sebelah kanan di sepanjang lorong yang dilalui oleh mempelai lelaki, mengucapkan salam marhaban kepada mempelai dan menghamburkan harum-haruman kepada para tamu dan pengiring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai upacara dan tamu-tamu bubar, Khadijah r. a membuka isi hati kepada suaminya dengan ucapan: "Hai Al-Amiin, bergembiralah! Semua harta kekayaan ini baik yang bergerak mahupun yang tidak bergerak, yang terdiri dari bangunan-bangunan, rumah-rumah, barang- barang dagangan, hamba-hamba sahaya adalah menjadi milikmu. Engkau bebas membelanjakannya ke jalan mana yang engkau redhai !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagaimana Firman Allah SWT yang bermaksud:"Dan Dia&lt;br /&gt;(Allah) mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kekayaan".(Adh-Dhuhaa: 8) Alangkah bahagianya kedua pasangan mulia itu, hidup sebagai suami isteri yang sekufu, sehaluan, serasi dan secita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijamin Masuk Syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah r. a mendampingi Muhammad SAW. selama dua puluh enam tahun, yakni enam belas tahun sebelum dilantik menjadi Nabi, dan sepuluh tahun sesudah masa kenabian. Ia isteri tunggal, tak ada duanya, bercerai karena kematian. Tahun wafatnya disebut "Tahun Kesedihan" ('Aamul Huzni).Khadijah r. a adalah orang pertama sekali beriman kepada Rasulullah SAW. ketika wahyu pertama turun dari langit. Tidak ada yang mendahuluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW menceritakan pengalamannya pada peristiwa turunnya wahyu pertama yang dihantar Jibril 'alaihissalam, dimana beliau merasa ketakutan dan menggigil menyaksikan bentuk Jibril a. s dalam rupa aslinya, maka Khadijahlah yang pertama dapat mengerti makna peristiwa itu dan menghiburnya, sambil berkata: "Bergembiralah dan tenteramkanlah hatimu. Demi Allah SWT yang menguasai diri Khadijah r. a, engkau ini benar-benar akan menjadi Nabi Pesuruh Allah bagi umat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah SWT tidak akan mengecewakanmu. Bukankah engkau orang yang sentiasa berusaha untuk menghubungkan tali persaudaraan? Bukankah engkau selalu berkata benar? Bukankah engkau sentiasa menyantuni anak yatim piatu, menghormati tetamu dan menghulurkan bantuan kepada setiap orang yang ditimpa kemalangan dan musibah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah r. a membela suaminya dengan harta dan dirinya di dalam menegakkan kalimah tauhid, serta selalu menghiburnya dalam duka derita yang dialaminya dari gangguan kaumnya yang masih ingkar terhadap kebenaran agama Islam, menangkis segala serangan caci maki yang dilancarkan oleh bangsawan-bangsawan dan hartawan Quraisy. Layaklah kalau Khadijah r. a mendapat keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain iaitu, menerima ucapan salam dari Allah SWT. yang dihantar oleh malaikat Jibril a. s kepada Rasulullah SAW. disertai salam dari Jibril a. s peribadi untuk disampaikan kepada Khadijah radiallahu 'anha serta dihiburnya dengan syurga. Kesetiaan Khadijah r. a diimbangi oleh kecintaan Nabi SAW kepadanya tanpa terbatas. Nabi SAW pernah berkata: "Wanita yang utama dan yang pertama akan masuk Syurga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad SAW., Maryam binti 'Imran dan Asyiah binti Muzaahim, isteri Fir'aun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanjungan lain yang banyak kali diucapkan Rasulullah SAW. terhadap peribadi Khadijah r. a ialah: "Dia adalah seorang wanita yang terbaik, karena dia telah percaya dan beriman kepadaku di saat orang lain masih dalam bimbang keingkaran; dia telah membenarkan aku di saat orang lain mendustakanku; dia telah mengorbankan semua harta bendanya ketika orang lain mencegah kemurahannya terhadapku; dan dia telah melahirkan bagiku beberapa putera-puteri yang tidak ku dapatkan dari isteri-isteri yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera-puteri Rasulullah SAW. dari Khadijah r. a sebanyak tujuh orang: tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, dinikahkan dengan Ali bin Abu Thalib, sama-sama sesuku Bani Hasyim. Keturunan dari kedua pasangan inilah yang dibangsakan sebagai keturunan langsung dari Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-6594422594789090089?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/6594422594789090089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=6594422594789090089' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6594422594789090089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/6594422594789090089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/pernikahan-rasulullah-dan-khadijah.html' title='PERNIKAHAN RASULULLAH DAN KHADIJAH'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y236HQx1kxw/SltC07oJfuI/AAAAAAAAAPQ/KnCqj-pDg9g/s72-c/plumeria1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-43904011777301745</id><published>2009-07-26T09:12:00.000+08:00</published><updated>2009-07-26T09:13:18.788+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Suri Teladan Akhlak Rasullulah</title><content type='html'>"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah " Orang yang mengharapkan rahmat dan kasih Allah hendaklah mengikuti jejak Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam, kerana pada diri baginda terdapat suri teladan yang baik. Baginda berlaku baik terhadap jiran tetangga, kasih sayang kepada fakir miskin, anak yatim, para janda dan lain-lain, pakar di bidang kenegaraan, peperangan dan politik, mahir di dalam perniagaan dan pertanian, maka seharusnya umat Islam mengikutinya Baginda sangat benci kepada sifat-sifat sombong, angkuh, berdusta, khianat dan semua sifat-sifat yang buruk, maka umat Islam juga hendaklah mengikutinya Pendek kata, segala tingkah laku dan keperibadian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam hendaklah ditiru dan diamalkan di dalam kehidupan ini. Tidak seharusnya umat Islam hanya meniru sebahagian daripadanya yang mudah dan meninggalkan yang dianggapnya sukar. Hendaklah kita mengikuti baginda secara keseluruhan supaya kita menjadi Muslim yang benar benar mengikuti ajaran dan kepercayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, keimanan kita adalah diukur sejauh manakah ketaatan kita terhadap Allah dan RasulNya. Semoga Allah meredhai kita di dalam menegakkan kebenaran dan kebaikan melalui ajaran-ajaran Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, sehingga Islam benar-benar tegak sebagai agama yang luhur di bumi ini.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-43904011777301745?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/43904011777301745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=43904011777301745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/43904011777301745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/43904011777301745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/suri-teladan-akhlak-rasullulah.html' title='Suri Teladan Akhlak Rasullulah'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-551223572754520518</id><published>2009-07-26T08:04:00.000+08:00</published><updated>2009-07-26T08:12:59.176+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Antara Peribadi dan Akhlak Rasulullah S.A.W</title><content type='html'>~Wajahnya sentiasa ceria yang menyejukkan mata memandangnya&lt;br /&gt;~Sangat elok dan sempurna wajahnya&lt;br /&gt;~Baginda memilik perasaan yang halus&lt;br /&gt;~Beliau mengambil wudhu' sebelum tidur dan berzikir hingga lena&lt;br /&gt;~Suka makan beramai-ramai daripada berseorangan&lt;br /&gt;~Bencikan kemegahan dan perhiasan yang cantik melambangkan kesombongan dan kemegahan&lt;br /&gt;~Beliau makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang&lt;br /&gt;~Tidak pernah mengumpat , mencerca atau menghina orang lain&lt;br /&gt;~Baginda memelihara rambutnya dengan kemas&lt;br /&gt;~Baginda memakai serban di atas kopiahnya&lt;br /&gt;~Suka membalas hadiah&lt;br /&gt;~Baginda mengucapkan salam kepada ahli rumah ketika hendak keluar atau masuk&lt;br /&gt;~Baginda sangat berlemah-lembut dengan isterinya dan ahli keluarganya&lt;br /&gt;~Sentiasa memulakan salam kepada sesiapa yang ditemuinya&lt;br /&gt;~Baginda bersalaman dengan sahabatnya dan memeluk mereka ketika berjumpa&lt;br /&gt;~Ketika berjabat tangan ia tidak melepaskan tangannya sehinggalah orang dijabatnya itu melepaskan tangannya.&lt;br /&gt;~Apabila melepasi kumpulan kanak-kanak , baginda mengangkat tangannya tanda hormat kepada mereka.&lt;br /&gt;~Tidak menatap atau merenung wajah orang lain lama-lama&lt;br /&gt;~Sangat menghormati orang-orang tua dan mengasihani orang-orang muda dan kanak-kanak&lt;br /&gt;~Tidak bangun dari sesuatu majlis makan sehingga tetamu lain bangun&lt;br /&gt;~Tidak pernah menjulurkan kakinya di depan para sahabat&lt;br /&gt;~Baginda suka bercakap lambat-lambat dan menyebut perkataan dengan jelas&lt;br /&gt;~Sentiasa menumpukan perhatian kepada orang yang bercakap dengannya&lt;br /&gt;~Tidak pernah ketawa terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum lembut&lt;br /&gt;~Sangat fasih dan manis dalam tutur bicara .&lt;br /&gt;~Tersangat sabar dan tabah bila menghadapi setiap cabaran dan kesusahan&lt;br /&gt;~Amat kasih terhadap umatnya.&lt;br /&gt;~Tidak pernah mengambil rezeki kurnian Allah melebihi keperluan makan minumnya .&lt;br /&gt;~Rezeki yang melebihi keperluan akan ditaburkan untuk jihad Fisabilillah .&lt;br /&gt;~Sentiasa membantu orang lain walaupun ia sendiri dalam kesusahan&lt;br /&gt;~Tidak pernah menghina orang miskin dan tidak rasa terhina bergaul dengan mereka&lt;br /&gt;~Suka menziarahi orang sakit&lt;br /&gt;~Amat pemurah hingga digambarkan seperti angin lalu pemurahnya&lt;br /&gt;~Baginda tidak suka tidur di bilik gelap dan di bawah bumbung yang terbuka dan tidak beratap .&lt;br /&gt;~Tangannya tidak pernah menyentuh kulit wanita ajnabi&lt;br /&gt;~Bersikap tegas , pemaaf dan pengasih dalam perjuangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-551223572754520518?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/551223572754520518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=551223572754520518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/551223572754520518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/551223572754520518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/antara-peribadi-dan-akhlak-rasulullah.html' title='Antara Peribadi dan Akhlak Rasulullah S.A.W'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-5579426492175337288</id><published>2009-07-26T07:05:00.000+08:00</published><updated>2009-07-26T07:36:26.983+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasullulah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Ketinggian akhlak asas keteguhan iman</title><content type='html'>Islam telah mengingatkan kepada umatnya mengenai pentingnya memelihara akhlak dan mengamalkan nilai-nilai mulia dalam kehidupan seharian kita dan sebagai hamba yang taat kepada perintah Allah s.w.t., sama sekali kita tidak dibenarkan melakukan sebarang kemungkaran, kemaksiatan, kekejian dan seumpamanya kerana ia merupakan satu tegahan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman  Allah s.w.t. dalam Al-Quran surah al-Anbiyaa’ ayat 107 iaitu  bermaksud : " Dan tidaklah kami mengutuskan engkau( wahai Muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi sekalian alam " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan keimanan kepada Baginda adalah termasuk dalam kesempurnaan rukun iman kita. Mengapa Rasulullah s.a.w dipilih oleh Allah s.w.t. untuk membawa misi kesejahteraan ini kepada semua umat di dunia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci kejayaan Rasulullah s.a.w dalam menyampaikan risalah dakwah ialah dengan memiliki ketinggian akhlak dan mengamalkan dalam kehidupan Baginda seperti hubungan dengan keluarga, jiran tetangga, sahabat handai, bahkan dengan kaum kafir juga Baginda sering menunjukkan akhlak mulia ini . Ummul Mu’minin Saidatina Aisyah r.a. pernah ditanya, mengenai akhlak Baginda s.a.w, maka Saidatina Aisyah menjawab dengan katanya :"akhlak Baginda adalah Al-Quran".Gambaran ketinggian akhlak Baginda s.a.w. juga dirakamkan oleh Allah s.w.t di dalam surah Al-Qalam ayat 4 yang bermaksud : "Dan bahawa sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang sangat mulia ” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menyatakan bahawa Baginda tercipta di dalam keaslian fitrahnya melalui tarbiah Ilahaiyat. Dan ini adalah anugerah Allah s.w.t. ke atas kekasihnya Rasul utusan terakhir junjungan mulia Nabi Muhammad s.a.w. Keistimewaan yang tiada taranya menjadikan Baginda dipilih dan dilantik oleh Allah s.w.t. sebagai penghulu kepada sekalian Nabi dan Rasul . Dan kita umat Islam turut menumpang keistimewaan Baginda, kerana Allah menjadikan umat Muhammad sebagai umat terbaik diantara umat Nabi dan Rasul terdahulu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak dan sirah perjalanan yang ditunjukkan oleh Rasul s.a.w adalah sebagai contoh teladan yang dapat mendidik diri dan peribadi Muslim agar sentiasa beriman dan bertakwa,  Ini kerana setiap perkataan, perbuatan, pengakuan dan tingkah laku Baginda mengandungi hikmat dan sebagai huraian kepada prinsip-prinsip yang terkandung didalam Al-Quran . maka sudah tentu, setiap perkataan dan tindakan kita yang berpandukan akhlak dan sirah perjalanan Baginda, tidak akan terpesong atau tersasar dari landasan agama dan tuntutan syariat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatatkan bahawa akhlak Rasulullah s.a.w  adalah modal utama yang dapat menarik minat golongan bukan Islam kepada Islam . contohnya, Kesah tauladan seorang Badawi membuang air kecil di dalam masjid, melihat kejadian ini maka para sahabat yang berada di situ,  naik berang dan hendak memukul Badawi tadi . Bagaimanapun tindakan mereka dihalang oleh Rasulullah s.a.w, sebaliknya Baginda membiarkan Badawi itu selesai membuang air kecil . kemudian Baginda meminta sebekas air lalu disiramkan ditempat kencing tersebut . Rasulullah s.a.w  bertanya kepada para sahabat, apakah yang akan terjadi jika mereka mengejar dan memukul Badawi itu semasa sedang membuang air kecil . maka jawab sahabat, seluruh kawasan masjid akan terkena najis air kencingnya . kisah ini menjadikan Badawi yang menyaksikan tindakan Rasulullah itu, merasa kagum dengan ketinggian akhlak Baginda, lalu beliau pun menyatakan hasratnya untuk memeluk Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana masyarakat kita pada hari ini berhadapan krisis nilai, begitu banyak budaya luar dan fahaman atau idealogi yang tidak sehat, telah mempengaruhi cara kehidupan seperti percakapan, gaya berpakaian dan pergaulan, dan apa yang lebih membimbangkan terdapat segelintir masyarakat yang mula terpengaruh dan terjebak dengan aliran Islam liberal, dan lebih dasyat lagi pengaruh Black Metal, dan sebagainya yang mencemarkan nama baik serta identiti umat Islam, dan ini membawa gambaran negatif kepada imej Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anasir-anasir yang tidak sehat ini dengan mudah menyelinap masuk serta menjajah pemikiran, seterusnya mempengaruhi kehidupan kita, sekiranya benteng iman kita tipis, cetek pengetahuan tentang Agama, meremehkan nasihat para ulama mengabaikan suruhan agama dan tidak berpegang dengan tuntutan syariat . Mereka yang diresapi dengan fahaman atau aliran yang merbahaya ini, akan mudah meminggirkan akhlak dan nilai-nilai murni sebagaimana yang dituntut oleh Allah dan RasulNya . Ingatlah, bahawa Islam sentiasa diperhatikan, dan kelemahan-kelemahan serta kecelaruan yang sedang dialami oleh umat Islam akan dijadikan sebagai asas dan modal untuk musuh-musuh Islam membina seribu satu alasan untuk memburuk-burukkan Islam. Tidak mustahil mereka akan memperalatkan saudara-saudara kita sendiri seperti yang pernah berlaku di abad lalu, khususnya ketika negara-negara umat Islam dijajah oleh kuasa penjajah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua menandakan Islam sedang diuji . Dan ia merupakan satu peringatan kepada kita . Cara terbaik malah wajib dilakukan oleh kita ialah kembali mencontohi akhlak Baginda Nabi Muhammad s.a.w. Adalah wajar bagi kita memperingati kelahiran Baginda s.a.w sebagai tanda rasa kecintaan terhadap perjuangan Baginda. Dengan sentiasa mengingati Rasulullah s.a.w  khususnya sejarah kelahiran Baginda setiap tahun sekaligus akan memberikan kita kekuatan, pengajaran dan pendidikan yang tidak secara langsung kepada masyarakat kita terutama sekali generasi muda yang bakal memimpin negara yang kini sedang berhadapan dengan zaman canggih, teknologi  cyber  dan penuh dengan godaan dan ancaman aqidah songsang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara akhlak Baginda Rasulullah s.a.w  yang perlu dicontohi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baginda sentiasa memberi salam kepada sesiapa yang ditemui .&lt;br /&gt;2. Baginda sangat menghormati orang-orang tua, mengasihani orang-orang muda dan kanak-kanak .&lt;br /&gt;3. Baginda bercakap dengan lemah lembut dan sentiasa menumpukan perhatian kepada orang yang bercakap dengannya .&lt;br /&gt;4. Baginda tidak pernah menghina orang miskin dan tidak merasa terhina bergaul dengan Mereka .&lt;br /&gt;5. Baginda sentiasa membantu orang lain, walaupun Baginda sendiri dalam kesusahan .&lt;br /&gt;6.  Baginda sangat berlemah lembut dengan isteri, anak-anak dan ahli keluarganya .&lt;br /&gt;7. Baginda tersangat sabar dan tabah apabila mengahadapi setiap cabaran dan kesusahan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang sepatutnya kita lakukan sebagai rasa tanda kasih dan sayang kepada Baginda Rasulullah s.a.w. yang telah banyak berjasa kepada kita semua ? Selain mencontohi akhlak Rasulullah s.a.w dan mengamalkannya, kita juga dituntut melakukan muhasabah diri dan mengambil iktibar untuk dihayati . Dan dalam masa yang sama,  tanya diri kita, apakah  roh kehidupan, akhlak dan perjuangan Rasulullah s.a.w telah kita hayati dan perjuangkan? atau apakah sebaliknya kita telah hanyut oleh arus kehidupan duniawi sehingga mengabaikan nilai agama? Amat rugi sekali sekiranya kita mengamalkan cara hidup yang bertentangan dengan amalan dan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah s.a.w .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita akan menjadi umat yang terbaik dan terbilang. Firman Allah di dalam Al Quran surah Al-Ahzab , ayat 21  yang bermaksud " Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik,  iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan ( keredaan ) Allah dan   ( balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan memperingati Allah banyak-banyak ( dalam masa susah dan senang )” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ameen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-5579426492175337288?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/5579426492175337288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=5579426492175337288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5579426492175337288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5579426492175337288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/ketinggian-akhlak-asas-keteguhan-iman.html' title='Ketinggian akhlak asas keteguhan iman'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-5265035454761450088</id><published>2009-07-03T20:57:00.000+08:00</published><updated>2009-07-03T21:13:25.643+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Akhlak umpama bunga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Akhlak umpama bunga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Bila bercakap tentang sekuntum bunga mawar, bayangan indah, harum semerbak akan tergambar di benak kalangan kita. Mawar adalah sekuntm bunga yang bukan sahaja indah dan cantik, bahkan harum pula. Ramai yang sukakan bunga ini. Lelaki atau perempuan semua menyukainya. Cuma kekadang lelaki agak egois untuk mengakuinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Dalam hidup bermasyarakat dan bersahabat, kita jadikanlah diri kita sebagai bunga yang disukai oleh semua orang. Bukan senang untuk mencuri hati semua orang. Lain manusia….lain pula perangainya. Tapi walau apapun manusia, mereka tetap mempunyai fitrah yang sama. Mungkin warna kulit tidak sama, citarasa berbeza tetapi fitrah mereka sama dan serupa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Fitrah manusia sukakan akhlak yang mulia. Akhlak yang mulia umpama bunga mawar yang disukai setiap mata yang memandangnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Melihatnya sudah menyejukkan hati, bahkan kasih sayang pula ditebarkan seluasnya untuk dinikmati bersama. Akhlak mulia seperti selalu menghormati orang tua yang lemah, mengasihi kanak-kanak, menghargai kaum perempuan, tidak menyakitkan hati orang lain dan segala macam sifat mahmudah yang dijelmakan samaada secara zahir mahupun dalaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Akhlak dalam Islam mempunyai kedudukan yang tinggi. Akhlak termasuk dalam perkara-perkara yang asas dalam islam dan tidak dibenarkan berlakunya perselisihan pendapat yang berlaku padanya seperti wujud perselisihan pandangan dalam perkara ibadah dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Akhlak diletakkan dalam keutamaan agama pada kedudukan yang kedua selepas soal akidah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Bahkan tuhan sendiri dalam Al Quran, menyatakan bahawa tujuan Rasullulah diutuskan adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Memang dalam masyarakat pada fitrahnya adalah berakhlak mulia, tapi kedatangan Rasullulah adalah untuk menyempurnakan lagi dan memperkukuhkan lagi supaya selaras dengan fitrah Islam sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Bagaimana akhlak boleh lahir? Sekuntum bunga yang mekar lahir dari pohon yang subur dan sihat. Begitulah akhlak yang mulia; ia lahir daripada tapak IMAN kepada Allah yang kukuh. Rasullulah pernah menyatakan bahawa “ kamu tidak akan masuk syurga jika kamu tidak beriman, dan kamu tidak dikira beriman jika kamu tidak berkasih sayang…” ini menunjukkan wujud perkaitan antara iman dan akhlak. Jika iman itu baik, akan lahirlah akhlak yang baik. Begitulah jua yang berlaku sebaliknya. Akhlak ialah manifestasi dari keimanan yang teguh pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Iman pada Allah ialah percaya bahawa Allah adalah tuhan dan kita adalah makhluk ciptaanNya. Semua manusia adalah sama disisi Allah. Dengan mengakui ketuhanan dan ketuanan Allah, secara automatik rasa bangga diri, ego, rasa hebat, menghina orang lain akan terhapus dengan sendiri. Bila rasa –rasa ini terhapus, rasa hormat, rasa kasih sayang, rasa bangga dengan orang lain akan datang dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Orang yang berakhlak mulia akan disukai oleh semua orang. Pandai mengambil hati orang lain sekalipun emosi sendiri terpaksa dikorbankan. Memang sukar untuk menjadikan kita disukai oleh orang. Cakap soal akhlak yang baik adalah senang, tapi bagaimana untuk berakhlak itu dalah susah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-5265035454761450088?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/5265035454761450088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=5265035454761450088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5265035454761450088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/5265035454761450088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/akhlak-umpama-bunga.html' title='Akhlak umpama bunga'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-8208038121650497677</id><published>2009-07-03T09:23:00.000+08:00</published><updated>2009-07-03T09:25:43.146+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puteri Rasullulah'/><title type='text'>FATHIMAH AZ-ZAHRA Puteri Ke empat</title><content type='html'>&lt;h2 class="post_title"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://ummahat.co.cc/?p=81" rel="bookmark" title="Permanent Link to FATHIMAH AZ-ZAHRA, IBU BAGI BAPAKNYA"&gt;FATHIMAH AZ-ZAHRA, IBU BAGI BAPAKNYA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;                 &lt;div class="post_datetime"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                        &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pemimpin wanita pada masanya ini adalah puteri ke-4 dari anak-anak Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;, dan ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Sesungguhnya Allah telah menghendaki kelahiran Fatimah yang mendekati tahun ke-5 sebelum Muhammad diangkat sebagai Rasul diiringi dengan peristiwa yang sangat besar, yang menjadikan kaum Quraisy ridha terhadap Muhammad. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Yakni sebagai pemutus perselisihan sengit yang terjadi di kalangan mereka. Berkaitan dengan peletakkan batu hitam (Hajar Aswad) setelah bangunan Ka’bah diperbaharui. Dengan kecerdasan akal beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam perselisihan itu mampu diselesaikan dan pedang-pedang pun disarungkankembali setelah sebelumnya dihunus untuk berperang diantara kabilah-kabilah.&lt;span id="more-81"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam merasa gembira dengan kelahiran Fathimah dan nampaklah tanda berkah dan kebaikan pada dirinya. Beliau memberi nama Fathimah dan memberi julukan Az-Zahra. Sedangkan kunyahnya adalah Ummu Abiha (ibu bagi bapaknya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ia puteri yang paling mirip dengan ayahnya. Fathimah tumbuh di bawah asuhan ayahnya yang penyayang. Rasulullah selalu memperhatikan pendidikan Fathimah agar ia bisa mengambil pelajaran yang banyak dari beliau berupa adab, kasih sayang dan bimbingan yang lurus. Seperti yang telah didapat oleh ibunya, Khadijah, berupa sifat-sifat yang suci dan perangai yang terpuji. Dengan dasar itu Fathimah tumbuh di atas kesucian yang sempurna, kemuliaan jiwa, cinta kepada kebaikan dan berakhlak baik. Ia mampu mengambil keteladanan yang tinggi dari ayahnya dalam segala perbuatan dan tingkah laku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat mencapai usia 5 tahun, Fathimah Az-Zahra melihat perubahan yang sangat besardalam kehidupan ayahnya disebabkan wahyu mulai turun kepada beliau. Ia merasakan mulai munculnyapermasalahan pada dakwah yang diemban ayahnya. Ia pun menyaksikan ibunya selalu berada di samping ayahnya ikut serta berbagai peristiwa besar yang dihadapi ayahnya. Fathimah menyaksikan berbagai tipu daya dilakukan orang-orang kafir terhadap ayahnya. Ia berharap seandainya dirinya mampu menggantikan apa yang dihadapi ayahnya dengan kehidupannya dan mencegah kaum musyirikin kepada bapaknya. Tetapi bagaimana ia mampu melakukan hal itu sedangkan dirinya masih kecil!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di antara penderitaan yang amat berat di awal dakwah adalah pemboikotan yang dilakukan terhadap kaum muslimin. Kaum muslimin diboikot bersama Bani Hasyim di lembah Abu Thalib yang mengakibatkan kelaparan dan hal ini mempengaruhi kesehatan Fathimah. Namun dalam kondisi yang lemah, selama hidupnya ia tetap membantu ayahnya. Ketika Fathimah yang masih kecil ini berhasil melewati ujian pemboikotan yang keras itu, ia dikejutakan denganujian baru berupa kematian ibunya, Khadijah. Ia pun sangat sedih dengan kematian ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah ibunya wafat, Fathimah memiliki peran dan tanggung jawab yang besar di depan ayahnya sebagai seorang Nabi yang mulia yang semakinbanyak rintangan dakwah khususnya setelah kematian pamannya yaitu Abu Thalib dan istrinya yang selalu menepati janji. Penderitaan yang berlipat-lipat dan berbagai peristiwa itu dihadapi Fathimah dengan sabar karena mencari pahala di sisi Allah. Ia menempatkan dirinya di samping ayahnya untuk memberikan bakti sebagai pengganti ibunya. Karena itu, ia dibri kunyah Ummu Abiha (Ibu bagi bapaknya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam mengizinkan para shahabatnya berhijrah ke Madinah, peristiwa itu membutuhkan peran yang sangat besar dari Ali bin Abi Thalib karena memiliki resiko yang tinggi. Dimana Ali bin Abi Thalib diminta menggantikan posisi Rasulullah. Ali pun tiduur di pembaringan Rasulullah untuk mengelabuhui para pemuda Quraisy. Kemudian secara diam-diam selama 3 hari di Mekkah dia berupaya menyampaikan amanat Nabi yang telah berhijrah yaitu memberikan barang-barang titipan untuk orang-orang yang berhak menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fathimah dan Ummu Kultsum tetap berada di Mekkah sampai Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam mengutus seorang shahabat untuk menjemput keduanya. Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-13 sejak beliau diutus dan saat itu Fathimah telah berusia 12 tahun. Di Madinah ia menyaksikan orang-orang Muhajirin telahmemiliki perasaan yang aman dan rasa ngeri karena keterasingan telah lenyap dari diri-diri mereka. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam telah mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan beliau menjadikanAli bin Abi Thalib sebagai saudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam menikahi Sayyidah Aisyah, maka para tokoh-tokoh shahabat berupaya meminang Fathimah Az-Zahra setelah sebelumnya mereka menahan untuk melakukan hal itu karena ia masih bersama ayahnya dan disibukkan dengan berbagai urusan ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Abu Bakar dan Umar maju lebih dahulu untuk meminang, tetapi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam menolakdengan lemah lembut yang tinggi. Lalu Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah untuk melamar Fathimah. Ali berkata (menceritakan peristiwa tersebut):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Saya ingin bertemu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam untuk melamar Fathimah. Saya berkata: Demi Allah, saya tidak mamiliki harta apapun. Namun kemudian saya ingat akan kedermawanan dan kebaikan Rasulullah. Maka saya pun melamar Fathimah kepada beliau. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam berkata kepadaku: ”Apakah di sisimu ada sesuatu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;”Tidak ada, ya Rasulullah, ”jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Di mana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu? ”tanya Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;”Masih ada padaku wahai Rasulullah, ”jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Berikan itu kepadanya, ”kata Beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lalu Ali bergegas pergi dan kembali lagi dengan membawapakaian perang yang dimaksud. Nabi memerintahkannnya untuk menjual pakaian perang tersebut agar uangnya bisa digunakan untuk biaya perkawinan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Utsman bin Affan membeli pakaian perang tersebut dengan harga 470 dirham. Lalu Ali menyerahkan uang tersebut kepada Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;. Beliau memberikan uang itu kepada Bilal supaya memakai sebagian untuk membeli parfum. Sisanya Beliau berikan kepada Ummu Salamah supaya ia membelikan perlengkapan pengantin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kemudian Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam mengundang para shahabatnya. Rasulullah menjadikan mereka sebagai saksi bahwa sesungguhnya beliau menikahkan Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib dengan mahar 400 &lt;em style=""&gt;mistqal &lt;/em&gt;perak sebagai pelaksanaan sunnah (ajaran Nabi) yang tetap dan kewajiban yang harus dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beliau menutup khutbah pernikahan dengan memintakan berkah bagi kedua mempelai dan memintakan keturunan yang baik untuk keduanya. Kemudian beliau menyuguhkan bejana yang berisi korma kepada para shahabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada malam pengantin saat Fathimah Az-Zahra akan menemui pahlawan Islam yakni Ali bin Abi Thallib, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam memerintahkan Ummu salamah agar mengantar pengantin puteri kepada Ali di tempat yang telah di persiapkan untuk tinggal keduanya. Beliau menghendaki agar mereka berdua nantinya menetap di sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Setelah shalat Isya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam pergi menemui keduanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kemudian beliau meminta air, berwudhu darinya, kemudian beliau mengucurkan air wudhu tersebut kepada keduanya dan beliau berdo’a:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;”Ya Allah Ya Tuhan kami, berkahilah keduanya dan curahkanlah berkah atas keduanya, serta berkahilah keturunan keduanya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kaum muslimin merasa gembira atas pernikahan Fathimah Az-Zahra dengan Al-Imam Ali. Datanglah Hamzah, paman Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam dan juga paman Ali dengan membawa 2 ekor kambing kibas,lalu menyembelihnya, kemudian dia menjamu orang-orang Madinah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah 1 tahun pernikahan mereka berlalu, Fathimah melahirkan cucu laki-laki untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam pada tahun ke-3 Hijriyah. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam sangat gembira dengan kelahiran Al-Hasan. Beliau mengumandangkan adzan pada telinganya, mentahniknya dan menamakannya Hasan. Beliau pula yang membersihkan kotoran dari kepala Hasan (mencukur rambut) dan bershadaqah untuk para fakir miskin dengan perak seberat rambutnya. Saat umur Hasan genap 1 tahun lahirlah Husain pada bulan Sya’ban tahun ke-4 Hijriyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hati Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam amat suka cita atas keberadaan 2 cucunya yang mulia. Beliau (bisa) melihat ada suatu keistimewaan pada keduanya karena kehidupan beliau yang khusus di atas bumi ini. Beliau melimpahi keduanya dengan kecintaan dan kasih sayang yang besar. Tatkala ayat yang mulia diturunkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;”Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;(Al-Ahzab: 33)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam (saat itu) berada di sisi Ummu Salamah. Lalu beliau memanggail Ali, Fathimah, Hasan dan Husain, kemudian beliau menutupi mereka dengan kain dan berdo’a:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Ya Tuhan kami, mereka adalah keluargaku (ahlul baitku), maka hilangkanlah kot&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;o&lt;em style=""&gt;ran (dosa) dari mereka, dan sucikanlah mereka dengan kesucian yang benar.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beliau mengucapkannya 3 kali, kemudian berdo’a:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt; &lt;em style=""&gt;Ya Tuhan kami, jadikanlah shalawat Engkau dan berkah Engkau kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau menjadikannya kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Buah dari do’a yang penuh berkah itu menghasilkan keberkahan yang beruntun. Pada tahun ke-5 Hijriyah Fathimah Az-Zahra melahirkan anak perempuan dan kakeknya (Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;) menamakannya Zainab. Setelah 2 tahun dari kelahiran Zainab, ia melahirkan anak perempuan lagi dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam memberi nama untuknya dengan nama Ummu Kultsum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dengan demikian Allah telah melimpahkan nikmat yang sangat besar kepada Fathimah. Allah telah membatasi keturunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam pada anaknya dan dengan itu Dia telah menjaga keturunan yang mulia yang diketahui oleh manusia. Sesungguhnya kecintaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam kepada Fathimah memiliki tempat tersendiri. Ketika beliau datang dari safar (misalnya), beliau masuk masuk masjid lalu shalat 2 rakaat kemudian mendatangi Fathimah lebih dulu baru mendatangi para istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aisyah Ummul Mukminin berkata: ”Saya tidak melihat seseorang yang perkataan dan pembicaraannya paling menyerupai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam selain Fathimah. Jika Fathimah masuk menemui Rasulullah maka beliau berdiri menuju kepadanya, menciumnya dan menyambutnya. Seperti itu juga Fathimah berbuat terhadap beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam telah mengungkapkan rasa cinta kepad puterinya ini tatkala beliau berkata di atas mimbar:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em style=""&gt;”Sesungguhnya Fathimah bagian dari saya, barang siapa yang membuatnya marah, maka dia telah membuatku marah.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dalam riwayat lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em style=""&gt;”Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dari saya, mendustakan saya apa-apa yang mendustakannya dan menyakiti saya apa-apa yang menyakitkannya.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Selain beliau memiliki kecintaan yang sangat besar, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam juga menjelaskan kepada Fathimah dan yang lainnya bahwa setiap orsng harus memiliki amal dan perbekalan taqwa. Pada suatu hari beliau berdiri lalu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em style=""&gt;”Wahai kaum Qurasiy, belilah diri-diri kalian, karena saya tidak bisa memberikan manfaat sedikitpun dari Allah untuk kalian. Wahai…wahai…wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah kepada saya apa yang engkau inginkan dari harta saya. Sesungguhnya saya tidak bisa memberikan manfaat sedikitpun dari Allah untuk kalian.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dalam satu riwayat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em style=""&gt;”Wahai Fathimah binti Muhamad, selamatkan dirimu dari api neraka, sesungguhnya aku tidak mampu (menolak) bahaya dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(memberi) manfaatdari Allah untuk engkau…”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Diririwayakan dari Tsauban, dia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam masuk menemui Fathimah dan saya bersama beliau. Fathimah memegangi lingkaran kalung pada lehernya, kemudian ia berkata: ”Abdul Hasan (Ali bin Abi thalib) telah mnghadiahkan ini kepadaku.” Maka beliau berkata: ”Wahai Fathimah, apakah engkau senang kalau manusia berkata kepada engkau: Fathimah binti Muhammad di tangannya ada lingkaran api?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beliau mencerca dan mencela puterinya dengan celaan yang sangat keras, kemudian keluar dan tidak duduk. Maka Fathimah melepas kalung itu lalu menjualnya dan uangnya dipakai untuk membeli budak lalu ia memerdekakannya. Ketika sikapnya itu terdengar oleh Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;, maka beliau berkata:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em style=""&gt;”Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menyelamatkan Fathimah dari api neraka.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Inilah kedudukan yang telah dicapai Fathimah di sisi Rasulullah. (Meski demikian) hal itu tidak menghalangi beliau untuk mencerca dan mencelanya. Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam memperingatkannya bahwa sesungguhnya beliau tidak bisa memberikan manfaat sedikitpun terhadapnya dari (adzab) Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasulullah mengancam jika ia mencuri, maka beliau akan menegakkan hukuman kepadanya dan memotong tangannya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadist wanita Al- Makhzumiyah yang telah mencuri dan kaumnya meminta pertolongan untuknya melalui kesayangan beliau yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Disebutkan dalam hadist:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em style=""&gt;”Demi Allah, kalau Fathiamah puteri Muhammad mencuri, tentu saya memotong tangannya.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bahkan lebih dari itu, sesungguhnya bagian dari cinta Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam adalah beliau bersikap keras terhadap Fathimah. Sampai beliau lebih mengutamakan para fakir miskin dalam keadaan ia mengalami kehidupan yang sempit dan keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ali berkata kepada Fathimah: ”Sesungguhnya engkau telah merasakan kesulitan dan kerepotan (dalam mengurusi rumah tangga) wahai Fathimah, sehingga aku engelus dadaku (karena merasa kasihan). Sesungguhnya Allah telah mendatangkan tawanan, maka pergilah engkau (kepada ayahmu) dan mintalah seorang wanita yang akan menjadi pelayan bagimu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fathimah berkata: ”Akan saya lakukan insya Allah.” kemudian ia mendatangi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam . Tatkala melihatnya, Rasulullah merasa gembira dan bertanya: ”Apa yang engkau inginkan wahai puteriku?” Fathimah berkata: ”Saya datang untuk memberikan salam kepada ayah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ia merasa malu untuk mengutarakan permintaannya dan ia pun kembali. Namun Fathimah datang lagi dengan ditemani suaminya. Ali menyebutkan tentang keadaan Fathimah kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam berkata kepadanya: ”Tidak. Demi Allah saya tidak akan memberi kepada kalian berdua (dalam keadaan) saya tinggalkan Ahlus Suffah (orang-orang miskin yang tinggal di sekitar masjid Nabi) dalam keadaan perut-perut mereka melilit. Saya tidal mendapati sesuatu yang bisa saya infakkan untuk mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Keduanya pun kembali ke rumahnya. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam mendatangi rumah Ali dan Fathimah, sedangkan mereka berdua dalam keadaan memakai selimut. Jika keduanya menutupkan (selimut tersebut) ke kepala maka telapak kaki mereka tampak, jika keduanya menutupi telapak kaki, maka kepala keduanya terbuka. Keadaan ini menggugah (perasaan) Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beliau berkata: ”Tetaplah kalian di tempat kalian (dan tidak usah berdiri untuk menyambutku)! Maukah kalian kuberitahu tentang suatu amalan yang lebih baik daripada yang kalian minta?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”Mau, wahai Rasulullah, ”jawab mereka berdua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beliau berkata: ”Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku, bacalah ssetelah shalat &lt;em style=""&gt;tasbih&lt;/em&gt; 10 kali, &lt;em style=""&gt;tahmid&lt;/em&gt; 10 kali, dan &lt;em style=""&gt;takbir &lt;/em&gt;10 kali. Kemudian jika kallian berdua hendak tidur, bacalah &lt;em style=""&gt;tasbih&lt;/em&gt; sebanyak 33 kali, &lt;em style=""&gt;tahmid &lt;/em&gt;33 kali dan &lt;em style=""&gt;takbir&lt;/em&gt; sebanyak 33 kali. Hal itu lebih baik bagi kalian berdua dari seluruh pelayan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(132, 30, 117); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ali berkata: ”Demi Allah, saya tidak akan meninggalkan bacaan tersebut sejak beliau mengajarkannya kepadaku.” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-8208038121650497677?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/8208038121650497677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=8208038121650497677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8208038121650497677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/8208038121650497677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/fathimah-az-zahra-puteri-ke-empat.html' title='FATHIMAH AZ-ZAHRA Puteri Ke empat'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-835231022546884514</id><published>2009-07-03T09:22:00.000+08:00</published><updated>2009-07-03T09:27:38.757+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puteri Rasullulah'/><title type='text'>UMMU KALTSUM  Puteri Ketiga</title><content type='html'>&lt;h2 style="color: rgb(102, 0, 204);" class="post_title"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://ummahat.co.cc/?p=83" rel="bookmark" title="Permanent Link to UMMU KULTSUM BINTI RASULULLAH, WANITA YANG TERPENJARA DI LEMBAH"&gt;UMMU KULTSUM BINTI RASULULLAH, WANITA YANG TERPENJARA DI LEMBAH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;                 &lt;div style="color: rgb(102, 0, 204);" class="post_datetime"&gt;| &lt;/div&gt;                 &lt;div style="color: rgb(102, 0, 204);" class="post_body"&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ia adalah wanita yang memiliki tubuh padat berisi, wajah yang sangat cantik dengan kedua pipi lurus dan panjang (oval). Bapaknya Shalallahu ‘alaihi wassalaam menamakannya Ummu Kultsum. Ia dilahirkan setelah saudarinya (Ruqayyah), sehingga keduanya memiliki pertumbuhan yang sama, sangat dekat dan akrab sertasaling menyayangi seakan-akan seperti saudara kembar.&lt;span id="more-83"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat mencapai usia yang matang, Ruqayyah dan Ummu Kltsum secara bersamaan dilamar oleh kedua anak Abu Lahab yaitu ’Utbah dan ’Utaibah. Tetapi Allah menghendaki kebaikan bagi keduanya, sehingga mereka dikembalikan secara bersama-sama dikarenakan adanya dorongan dari musuh Allah, Abu Lahab yang berkata kepada kedua anaknya: ”Haram kepalaku menjadi bagian dari kedua kepala kalian jika kalian tidak menceraikan kedua anak perempuan Muhammad.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Demikianlah, dengan perceraian ini Ummu Kultsum selamat dari penderitaan hidup bersama wanita pembawa kayu bakar (istri Abu Lahab). Sebagaimana Ruqayyah juga selamat, yang tidak lama kemudian menikah dengan Utsman bin Affan serta berhijrah bersamnya ke Habasyah. Ummu Kultsum tetap bersama saudarinya yang kecil yaitu Fathimah di rumah ayah mereka Shalallahu ‘alaihi wassalaam di Mekkah menyertai ibu mereka, Khadijah Ummul Mukminin dalam menahan beban kehidupan. Mereka berdua berupaya meringankan gangguan kaum Quraisy yang didapati ayahnya. Tatkala kaum Quraisy telah mencapai titik kemarahan yang paling tinggi, mereka memutuskan untuk melakukan pemboikotan terhadap kaum muslimin dan orang-orang dari Bani Hasyim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Pemboikotan itu -yang merupakan salah satu bentuk kejahatan- berupa tekanan ekonomi dan pemutusan hubungan kemasyarakatan. Di lembah itu, Ummu Kultsum sebagaiman kaum muslimin lainnya, merasakan penderitaan pemboikotan dan penderitaan karena kelaparan sehingga mereka makan daun-daunan. Mereka mengalami kondisi demikian selama 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ummu Kultsum pada masa-masa itu menanggung beban tanggungjawab yang sangat besar. Dikarenakan ibunya Khadijah, akibat tekanan pemboikotan tersebut sampai tergeletak di atas tempat tidur karena menderita sakit keras. Sementara saudari kecilnya yaitu Fathimah Az-Zahra membutuhkan penjagaan dan perhatian. Hanya Ummu Kultsum yang merawat ibu dan menjaga saudari kecilnya tersebut serta meringankan penderitaan dan kesedihan ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketika kaum muslimin terlepas dari pemboikotan, keimanan mereka semakin bertambah dan memiliki kemantapan yang teguhdalm menghadapi ujian yang keras. Sementara itu di dalam rumah Nabi, Khadijah Ummul Mukminin sedang menghadapi saat-saat terakhir dan 3 anak puterinya yaitu Zainab, Ummu Kultsum dan Fathimah mengelilinginya. Suami yang tercinta Shalallahu ‘alaihi wassalaam juga berada di sisinya sambil berupaya meringankan beban sakaratul maut dan memberikan kabar gembira kepadanya tentang kenikmatan yang kekal yang telah Allah janjikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-10 dari masa beliau diutus sebagai Rasul, ruh yang suci itu beralih ke sisi Tuhannya &lt;/span&gt;&lt;strong style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;. Sejak itu Ummu Kultsum menjadi penanggung jawab yang utama di rumah Nabi yang mulia itu. Ketika kaum Quraisy mengalami kegagalan dalam upaya penekanan ssecara politik, ekonomi dan kemasyarakatan, muncul ide lain yaitu rencan melakukan pembunuhan terhadap Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;. Namun Allah memberitahu beliau tentang makar yang direncanakan para musuh Allah itu secara sembunyi-sembunyi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Allah memerintahkan Rasulullah untuk berhijrah ke Yasrib (Madinah). Kaum muslimin pun berhijrah ke tempat yang mulia lagi kuat dan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam berhijrah dengan ditemani shahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq. Sedangkan Ummu Kultsum dan Fathimah diperintahkan tetap berada di kota Mekkah. Namun karena sangat mengkhawatirkan keselamatan keduanya, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam mengutus Zaid bin Haritsah agar mengawal mereka berdua menuju Yasrib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah 2 tahun di Madinah, Ummu Kultsum menyaksikan ayahnya kembali dari perang Badar dengan membawa mahkota kemenangan. Sebagai ia menyaksikan saudari kandungnya Ruqayyah istri Utsman bin Affan wafat akibat penyakit yang dideritanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada awal tahun ke-3 Hijriyah, Ummu Kultsum melihat selintas Utsman yang sering mondar-mandir kepada ayahnya untuk mencari hiburan dan bantuan atas kematian istrinya yang sangat dicintai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kemudian pada suatu hari Umar Ibnul Khathtab menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam mengadu dan marah terhadap sikap Abu Bakar dan Utsman tatkala dia menawarkan puterinya Hafshah kepada keduanya, tetapi mereka tidak memberikan jawaban sedikitpun. Lalu Ummu Kultsum mendengar bapaknya Shalallahu ‘alaihi wassalaam ketika berkata kepada Umar dengan lemah lembut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;”Hafshah akan menikah dengan orang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;em style=""&gt;yang lebih baik dari Utsman dan Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih baik dari Hafshah.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hati Ummu Kultsum bergetar. Denngan kecerdasannya ia mengetahui bahwa dirinya akan menjadi istri Utsman, sebab tidak ada wanita yang lebih baik dari puteri Umar kecuali puteri Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat ia sedang termenung untuk membayangkan kenangan bersama Ruqayyah sebagai teman hidupnya, tiba-tiba ia dipanggil Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;. Beliau memberitahu kabar pernikahannya dengan Utsman bin Affan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akhirnya ikatam pernikahan dengan Utsman pun sempurna. Dan sejak hari itu Rasulullah memberi julukan Utsman bin Affan dengan sebutan &lt;em style=""&gt;Dzunnurain&lt;/em&gt; (yang memiliki dua cahaya) karena tidak seorang pun yang telah menurunkan hijab (turun ranjang –pent.) kepada kedua puteri Nabi selain Utsman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kemudian Ummu Kultsum beralih ke rumah suaminnya dan hidup bersamanya selama 6 tahun. Selanjutnya ia melihat kemuliaan islam dengan mencapai puncak kemenangan. Ia menyaksikan bapaknya Shalallahu ‘alaihi wassalaam keluar dari satu peperangan ke peperangan yang lain dengan diberi kekuatan dan kemenangan. Suaminya &lt;em style=""&gt;Dzunnurain&lt;/em&gt; menyertai dan berjihad dengan jiwa dan hartanya bersama beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ummu Kultsum mendapati hari kemenangan yang paling besar yaitu ditaklukkannya kota Mekkah. Peristiwa menyebabkan hatinya rindu untuk menziarahi kubur ibunya. Namun belum sampai keinginan itu terwujud, kematian telah mendatanginya pada bulan Sya’ban tahun ke-9 Hijriyah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam membuatkan bantal untuknya di sisi makam kawannya di masa kecil yaitu Ruqayyah. Semoga Allah merahmati Ummu Kultsum. Sesungguhnya ia memiliki andil yang besar dalam memikkul beban dakwah kepada Allah, di mana ia telah merasakan masa-masa yang siksaan, masa-masa dakwah yang sangat sulit dan hari-hari jihad yang sangat keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-835231022546884514?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/835231022546884514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=835231022546884514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/835231022546884514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/835231022546884514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/ummu-kaltsum-puteri-ketiga.html' title='UMMU KALTSUM  Puteri Ketiga'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-2417940118655137228</id><published>2009-07-03T08:58:00.000+08:00</published><updated>2009-07-03T09:21:03.785+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puteri Rasullulah'/><title type='text'>RUQAYYAH, Puteri Ke dua</title><content type='html'>&lt;h2 class="post_title"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://ummahat.co.cc/?p=77" rel="bookmark" title="Permanent Link to RUQAYYAH, WANITA YANG BERHIJRAH DUA KALI"&gt;RUQAYYAH, WANITA YANG BERHIJRAH DUA KALI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;                 &lt;div class="post_datetime"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;div class="post_body"&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ruqayyah dilahirkan ke dunia setelah saudaranya yang bernama Zainab. Tidak selang berapa lama lahirlah saudaranya Ummu Kaltsum sehingga keduanya membesar bersama-sama, berkumpul dan bermain bersama dengan saling menyayangi. Setelah Zainab menikah dengan Abdul Ash bin Ar-rabi’, Ummu Kaltsum dan Ruqayyah pun telah menghampiri usia untuk menikah juga.&lt;span id="more-77"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Datanglah utusan dari keluarga Abdul Muthalib kepada Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;, Abu Thalib mengajukan pinangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kedua puteri beliau untuk kedua anaknya Abdul Uzza bin Abdul Muthalib (lebih dikenal dengan nama Abu Lahab) yaitu Utbah dan Utaibah. Ketika itu Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam belum diutus menjadi nabi dan rasul. Disetujuilah lamaran itu oleh Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;. Kepada utusan yang mengajukan lamaran itu, beliau minta untuk membicarakan urusan ini kepada keluarga dan (terutama kepada) kedua puterinya sebagai pihak yang akan menjalani pernikahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Khadijah diam tidak memberi sebarang bantahan apapun. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ia khuatir jika menyampaikan suatu pendapat akan membuat kemarahan kepada suaminya.  Atau khuatir munculnya prasangka bahwa dia ingin memecah belah kekerabatan antara beliau dengan keluarganya. Sementara kedua puteri Rasulullah (hanya) diam karena perasaan malunya. Akhirnya sempurnalah urusan. Kemudian diselenggarakan pernikahan tersebut dan ayah yang penuh kasih ini mengucapkan keberkahan kepada kedua pengantin dan menyerahkan urusan kebahagiaan  keduanya hanya kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;Ketika Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam mendapat risalah dari Tuhannya dan menyeru kepada ajaran yang benar, datanglah kepada kaum Quraisy ke rumah Abu Lahab dan berkata: ”Sesungguhnya kalian telah selesai urusannya dengan Muhammad maka kembalikanlah anak-anak puterinya kepadanya dan sibukkan dia dengan mereka!” Kemudian Abu Lahab mendatangi rumah kedua anaknya dan mengatakan: ”Haram kepalaku menjadi bagian dari kepala kalian jika kalian berdua tidak menceraikan kedua puteri Muhammad.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;Maka kembalilah kedua gadis itu ke pangkuan orang tuanya dalam keadaan malam pengantin belum sempurna. Tidaklah Abu Lahab dan istrinya (Ummu Jamil si penebar fitnah) merasa cukup dengan apa yang telah diucapkan dan dilakukan kepada Rasulullah. Mereka bahkan melakukan penyerangan secara fisik kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam sehingga Allah menurunkan firman-Nya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;”Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah harta bendanya dan apa yang ia uasahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, si pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; (Al-Lahab: 1-5)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bagi rumah tangga yang diliputi dengan keimanan ini, semua ujian yang datang dari Allah tidak menambah kecuali keteguhan dan keutuhan. Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam (sebelumnya) telah mengingatkan isterinya yang ikhlas akan hal tersebut (yaitu datangnya berbagai ujian) semenjak hari-hari pertama diutus: &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;”Sungguh telah berlalu masa bersantai, wahai Khadijah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sadarlah Khadijah yang dimaksud dengan kalimat tersebut dan ia menyiapkan jiwanya untuk berdiri di samping suami sebagai seorang nabi. Selalu diberikannya sokongan moral dan (bahkan) harta benda untuk meringankan beban penderitaan mental dan fisik yang dialami oleh suami tercinta. Sehingga dengan itu lenyaplah berbagai kegelisahan dan kegundahan berganti dengan ketenangan dan ketentraman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Demikian pula kedua puterinya Ruqayyah dan Ummu Kaltsum memahami apa yang dimaksud ayahnya. Oleh karena itu mereka berdua selalu mentaati bimbingan ayahnya (dalam menghadapi) apa saja yang menimpa mereka di jalan Allah, yaitu persiapan untuk menanggung beban penderitaan dengan segala macam bentuknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maka hilanglah sangkaan si penebar api fitnah dan suaminya (Abu Lahab), dan sangkaan kaum musyirikin Quraisy saat melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam tidak terpengaruh emosinya oleh perbuatan mereka mengembalikan kedua puterinya. Beliau pun tidak mempersulit proses perceraian mereka dan sungguh Allah telah menyelamatkan keduanya dari ujian hidup bersama kedua anak Abu Lahab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Allah (bahkan) telah mengganti untuk keduanya sesuatu yang lebih baik dari kedua bekas suaminya. Allah pilihkan seorang suami yang shaleh lagi mulia dari kelompok 8 orang yang telah masuk dalam Islam. Dia adalah Utsman bin Affan bin Abil bin Ash bin Umayyah bin Abdi Syams, salah satu dari 10 orang yang diberi khabar dengan syurga sekaligus seorang pemuda Quraisy yang paling baik nasabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menikahlah Utsman bin Affan dengan Ruqayyah. Sehingga hal ini membuat orang-orang Quraisy semakin membara kemarahannya. Mereka bertambah bingung dengan urusan kelompok kecil manusia yang berada di sekeliling Muhammad. Mereka tidak pernah ragu untuk berkorban baik dengan harta ataupun nyawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Gangguan yang dilakukan kaum Quraisy terhadap kaum muslimin (para shahabat) semakin dahsyat sehingga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam mengizinkan mereka untuk hijrah ke Habasyah dalam rangka menyelamatkan agama dan untuk menghindari fitnah. Dan Utsman bin Affan merupakan orang yang pertama kali berhijrah ke negeri Habasyah. Ia berhijrah bersama isteri tercinta Ruqayyah padahal ketika itu keduanya baru saja melangsungkan pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pemuda bani Umayyah ini meninggalkan tanah kelahiran nenek moyangnya, tempat tinggalnya yang berharga, dan meninggalkan orang-orang yang paling dicintai menuju negeri yang jauh guna melangsungkan kehidupan sebagai oarang yang asing. Akan tetapi (disisinya) ikut serta penyejuk hatinya yaitu anak puteri pemimpin anak Adam, Ruqayyah. Ia memperingankan beban yang ada pada suaminya dengan ucapan: ”Allah akan selalu bersama kita dan bersama orang-orang yang kita tinggalkan meskipun kita terpaksa meninggalkan kedekatan kita dengan Baitul Atiq.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketika sampai di negeri Habasyah mereka disambut dengan hangat oleh Raja Najasyi. Mereka tinggal di sana menikmati kebebasan menjalankan agama dan ibadah kepada Allah. Raja Najasyi tidak menyulitkan keberadaan mereka selama di negerinya. Kecuali apa yang disusupkan oleh kaum Quraisy ke hadapan Najasyi berupa berita-berita tentang keluarga mereka di Mekkah daripada berita tentang penindasan dan siksa yang mereka lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari pun terus berganti. Kaum Muhajirin (di negeri Habasyah) semakin sering mencari berita tentang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam di dalam berdakwah menghadapi kethaghutan kaum musyirikin Quraisy. Saat itu mereka mendengar tentang keislaman Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khathtab (yang menyebarkan kaum muslimin yang kuat). Berpindahlah &lt;em style=""&gt;marhalah&lt;/em&gt; yang baru sehingga memberikan pengaruh kepada sebagian mereka untuk kembali kepada orang-orang yang dicintai seperti keluarga dan juga tanah kelahiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Utsman bin Affan dan istrinya Ruqayyah termasuk orang yang bertekad untuk kembali. Akan tetapi belum sempat kaki mereka menginjak tanah kelahiran, mereka sudah dikejutkan oleh bertambahnya sikap permusuhan orang-orang Quraisy mereka diancam akan dibuat menderita dan akan dibinasakan. Sehingga sebagian kaum Muhajirin berlindung di tempat Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumi dan Abu Thalib bin Abdul Muthalib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ruqayyah termasuk orang yang kembali yang paling sedih karena dia dikejutkan oleh kematian ibunya yang tercinta Khadijah. Akan tetapi ia harus bersabar atas Allah yang telah tentukan dan tetapkan dan disifatilah Ruqayyah sebagai seorang wanita muda yang berjihad lagi penyabar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tidak lama Ruqayyah tinggal di Mekkah, kaum muslimin sudah melaksanakan hijrah ke Madinah bersama Rasulullah. Pindahlah Ruqayyah disertai suaminya menuju Darul hijrah yang baru dan di sanalah Ruqayyah melahirkan anaknya yang bernama Abdullah sehingga terciptalah kebahagiaan di tengah mereka berdua sebagai pengganti pedihnya adzab yang telah berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(50, 162, 10); font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akan tetapi kegembiraan itu tidak berlangsung lama, karena anak itu meninggal dalam usia 6 tahun disebabkan oleh patukan seekor ayam. Dan kesan kematian anak ini menyebabkan Ruqayyah ditimpa sakit panas yang mengharuskan suami yang penyayang ini tetap tinggal mendampingi  isteri dan menjalankan semua urusannya di dalam rumah. Tidak berselang lama Utsman mendengar seruan untuk berjihad dan keluar menuju ke Badar, segeralah bangkit semangatnya untuk turut serta menyambut seruan yang agung itu. Akan tetapi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam memerintahkan kepadanya....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-2417940118655137228?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/2417940118655137228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=2417940118655137228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2417940118655137228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/2417940118655137228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/ruqayyah-puteri-ke-dua.html' title='RUQAYYAH, Puteri Ke dua'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-721307931283652586</id><published>2009-07-03T08:55:00.000+08:00</published><updated>2009-07-03T08:58:28.860+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puteri Rasullulah'/><title type='text'>ZAINAB AL- KUBRRA</title><content type='html'>&lt;h2 class="post_title"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://ummahat.co.cc/?p=68" rel="bookmark" title="Permanent Link to ZAINAB AL- KUBRRA, WANITA YANG MENEBUS SUAMINYA"&gt;ZAINAB AL- KUBRRA, WANITA YANG MENEBUS SUAMINYA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;                 &lt;div class="post_datetime"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;                 &lt;div class="post_body"  style="font-family:verdana;"&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" &gt;Zainab dilahirkan 10 tahun sebelum ayahnya, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:blue;"  &gt;Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" &gt; diutus sebagai Nabi. Dia adalah anak pertama dari pernikahan beliau dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(238, 0, 119);font-size:10pt;" &gt;Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" &gt;. Zainab tumbuh di rumah Nabi dengan diwarnai akhlak dan kebiasaan orang tuanya yang sangat mulia. Ayahnya adalah manusia yang diutus sebagai rahmat bagi alam. Beliau memiliki akhlak yang sangat agung. Begitu pula ibunya, Khadijah sebagai pemimpin wanita di alam ini. Tak heran, dalam hal sifat-sifat yang terpuji Zainab menjadi wanita teladan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" &gt;&lt;span id="more-68"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" &gt;Ketika umurnya masih belia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia dilamar oleh anak laki-laki bibinya yang bernama Abdul Ash bin Rabi’. Ia penduduk Mekkah yang tergolong mulia dan berharta lagi murni berdarah Quraisy. Dari arah bapak, nasabnya bertemu dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam dari sisi Abdu Manaf bin Qushay. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Sementara dari arah ibu nasabnya bertemu dengan Zainab puteri Nabi.. dari sisi kakeknya yang paling dekat yaitu Khuwailid. Karena bibi Abdul Ash adalah Halah binti Khuwailid saudarinya Khadijah istri Nabi kita &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:blue;"  lang="SV" &gt;Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Abdul ‘Ash mengenal lebih dekat Zainab dan sifat-sifatnya tatkala ia datang ke rumah bibinya. Demikian pula Zainab dan kedua orang tuanya mengenal Abdul Ash memiliki perangai yang bagus. Karena itu, dengan cepat dia disukai oleh &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;color:blue;"  lang="SV" &gt;Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;, Khadijah dan juga oleh Zainab sendiri. Zainab pun kemudian pindah ke rumah suaminya dan di usia yang relatif masih muda ia mampu menumbuhkan kebahagiaan dan kesenangan untuk suaminya. Allah menganugerahkan 2 anak kepada suami istri tersebut (Ali dan Umamah). Dengan hadirnya ke-2 anak itu maka kebahagiaan rumah tangga mereka menjadi sempurna. Di dalamnya penuh dengan kebahagiaan dan ketenangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Ketika Abdul Ash dalam sebuah perjalanan, terjadilah peristiwa besar dalam kehidupan manusia, yaitu diangkatnya Muhammad sebagai Rasul. Zainab pun condong kepada dakwah yang disampaikan orang tuanya dan menjadikan agama Allah sebagai jalan dan aturan hidup bagi dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Ketika suaminya kembali dari perjalanannya, Zainab mengabarkan kepadanya tentang agama baru yang muncul di saat dia pergi. Ia mengira suaminya akan bergegas mengumumkan keislamannya. Namun betapa terkejutnya Zainab ketika mendapati suaminya diam dan lemas mendengar kabar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Zainab berupaya menenangkan suaminya dengan berbagai cara. Suaminya kemudian berkata: ”Demi Allah, bagi kami bapakmu bukanlah orang yang tercela. Teapi saya tidak mau dikatakan ’Aku telah merendahkan kaumku dan telah mengkufuri agama bapakku,’ dalam rangka menyenangkan istriku.” Zainab sangat bersedih saat suaminya tidak mau masuk Islam. Kerisauan dan kegelisahan pun segera meliputi suasana rumah mereka dan kebahagiaan pun berubah menjadi seperti ’neraka’.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Zainab tetap tinggal di Mekkah di rumah suaminya. Sementara di sekitarnya tidak ada orang yang meringankan kepedihan karena kedua orang tuanya jauh darinya. Ayah dan shahabat-shahabatnya telah hijrah ke Madinah Munawwarah, ibunya telah kembali kepada Allah dan saudari-saudarinya ikut orang tua &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menuju negeri hijrah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Tatkala perang Badar berkobar, kaum musyirikin mengajak Abdul Ash ikut bersama mereka memerangi kaum muslimin. Dalam perang itu ia menjadi tawanan kaum muslimin. Ketika &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam &lt;/span&gt;memeriksa tawanan perang, Abdul Ash pergi menjauh. Beliau berkata kepada para shahabatnya: ”Berilah wasiat kebaikan kepada para tawanan.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Kemudian Zainab mengirim tebusan untuk suaminya berupa harta yang diserahkan kepada bapaknya yaitu kalung yang merupakan hadiah dari ibunya (Khadijah) saat ia menikah dengan Abdul ’Ash. Saat melihat kalung tersebut, hati &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam &lt;/span&gt;berdebar-debar karena ingat istrinya yang selalu menepati janji, yang telah menghadiahkan kalung tersebut kepada puterinya. Dan Zainab tidak memiliki sesuatu yang lebih berharga dari kalung tersebut untuk dijadikan tebusan bagi suaminya. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalaam&lt;/span&gt; dan para shahabatnya menundukkan kepalamelihat kejadian yang sangat mengharukan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Setelah lama terdiam, diiringi rasa kasih dan haru beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam berkata kepada para shahabatnya: ”Jika kalian setuju untuk melepaskan dia dan menembalikan tebusan ini kepadanya, maka lakukanlah.” Lalu mereka berkata: ”Ya, wahai Rasulullah. ”&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Shalallahu ‘alaihi wassal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;aam&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;kemudian meminta Abdul ’Ash berjanji untuk menceraikan Zainab, karena Islam telah memisahkan keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Selanjutnya Abdul ’Ash kembali ke Mekkah dan disambut Zainab dengan wajah berseri-seri. Namun wajah Abdul ’Ash justru menampakan kebencian dan kesedihan. Dia berkata sambil menundukkan kepala: ” Saya datang kepadamu adalah untuk menyampaikan perpisahan wahai Zainab.” Rasa senang dan gembira Zainab seketika berubah menjadi kesedihan dan mengalirlah air matanya. Dalam keadaan bingung ia berkata: ”(Engkau) hendak pergi kemana? Kenapa harus demikian, wahai suamiku sayang?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Sambil memalingkan pandangannya dari Zainab, Abdul ’Ash berkata: ”Yang pergi bukanlah saya wahai Zainab, tetapi engkau. Sesungguhnya ayahmu telah memintaku agar saya mengembalikan engkau kepadanya karena Islam telah memisahkan kita. Saya telah berjanji kepadanya untuk membiarkan engkau pergi dan saya bukan orang yang (suka) membatalkan perjanjian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Zainab kemudian keluar dari Mekkah dan berpisah dengan Abdul Ash suaminya, dengan perpisahan yang sangat mengharukan. Namun orang-orang Quraisy menghalangi kepergiannya dengan menakuti-nakutinya. Akibat perbuatan orang-orang Quraisy itu, Zainab yang saat itu sedang hamil mengalami keguguran. Ia pun kembali ke Mekkah. Abdul ’Ash menjaga Zainab hingga kekuatannya pulih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Pada suatu hari tatkala orang-orang Quraisy lengah dalam mengawasi Zainab, Abdul ’Ash membawa Zainab beserta saudaranya (Kinanah bin Rabi’) pergi dari Mekkah dan mengantarkannya ke tempat yang aman di sisi Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;(Waktu terus berjalan). (Tak terasa) 6 tahun telah berlalu dengan diiringi berbagai peristiwa besar. Selama dalam penjagaan ayahnya di Madinah Zainab senantiasa berharap agar Allah melapagkan dada Abdul ’Ash menerima Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Pada bulan Jumadil ’Ula tahun ke-6 Hijriyah, Abdul ’Ash datang ke tempat Zainab. Saat membuka pintu, Zainab hampir tidak percaya terhadap apa yang ia lihat. Ia ingin mendekati Abdul ’Ash untuk menyampaikan salam tetapi ia tiba-tiba berhenti. Ia harus memiliki kemantapan (sebelum menerima kembali Abdul ’Ash). Karenanya ia banyak bertanya tentang aqidah dari awal sampai akhir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Abdul ’Ash kemudian menjawab: ”Wahai Zainab, saya datang ke Yasrib (Madinah) dengan tidak membawa senjata (bukan untuk berperang). Saya keluar hanya untuk berdagang dalam rangka mengembangkan harta pribadi dan untuk beberapa orang Quraisy. Lalu kami berjumpa dengan sekelompok pasukan ayahmu yang di dalamnya ada Zaid bin Haritsah bersama 170 orang. Mereka telah merampas apa saja yang ada pada saya, dan saya (berhasil) melarikan diri. Saya datang kepadamu untuk bersembunyi dan mencari perlindungan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Zainab yang merupakan anak dari wanita yang beraqidah mulia ia berkata dengan suara pedih: ”Selamat datang anaknya bibi, selamat datang Abu Ali dan Abu Umamah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam shalat fajar, Zainab berdiri sambil berteriak yang sangat keras: ”Wahai manusia, sesungguhnya saya memberikan perlindungan kepada Abdul ’Ash bin Rabi’.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam &lt;/span&gt;keluar dan berkata: ”apakah kalian mendengar apa yang saya dengar?” Mereka menjawab: ”Ya, wahai Rasulullah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Beliau bersabda: ”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, saya tidak mengetahui apa pun sampai saya mendengarseperti yang kalian dengar. Sedangkan orang-orang yang beriman itu merupakan pelindung atas manusia yang lain. Walaupun ia adalah seorang muslim biasa kedudukannya (yakni sebagai seorang rakyat kecil) yang memberi perlindungan (kepada musuh), dan kami menjamin perlindungan kepada orang yang melindungi (musuh).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Zainab meminta kepada ayahnya Shalallahu ‘alaihi wassalaam agar mengembalikan barang-barang dan harta Abdul ’Ash. Rasulullah pun keluar ke tempat para shahabatnya dan berkata: ”Sesungguhnya keadaan laki-laki ini sebagaimana yang kalian ketahui dan kalian telah merampas hartanya. Jika kalian berbuat baik dan mengembalikan apa yang menjadi miliknya, maka kami menyukai yang demikian itu. Jika kalian enggan, maka itu adalah harta rampasan yang didapat tanpa peperangan dan Allah akan melimpahkan atas kalian. Maka kalian lebih berhak terhadapnya.” Kemudian para shahabat menjawab: ”Kami kembalikan kepadanya wahai Rasulullah!” Lalu mereka mengembalikan semua harta Abdul ’Ash sampai seakan-akan tidak ada yang hilang sedikitpun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;(Setelah itu) Abdul ’Ash meninggalkan Zainab dan kembali ke Mekkah dalam keadaan dirinya memiliki keinginan terhadap sesuatu. Tatkala kaum Quraisy melihat diakembali dengan membawa barang dagangan dan keuntungan, mereka bergembira.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Lalu Abdul ’Ash memberikan hak-hak kepada orang-orang yang berhak, kemudian dia berdiri dan menyeru dengan suara yang sangat tinggi: ”Wahai kaum Quraisy, apakah masih ada harta seseorang dari kalian yang ada di sisiku yang belum diambil?” Mereka berkata: ”Tidak ada. Semoga Allah membalas kebaikan kepada engkau. Sesunguhnya kami telah mendapatimu sebagai orang yang selalu menepati janji lagi orang yang mulia.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Selanjutnya dia berkata: ”Sesungguhnya saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Demi Allah, tidak ada yang mencegah keislaman saya kecuali (saya) khawatir kalian mengira saya ingin memakan harta kalian. Ketika Allah telah menyampaikan (harta tersebut) kepada kalian dan saya telah menyelesaikan (urusannya), maka barulah saya masuk Islam.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Abdul ’Ash kemudian pergi menuju Madinah dalam keadaan sudah masuk Islam, berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya dan igin bertemu Muhammad dan para shahabatnya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam pun mengembalikan Zainab kepadanyadan mereka berdua bersatu kembali. Kegembiraan dan kebahagiaan yang (dahulu) telah ada, kini kembali meliputi rumah mereka. Namun sekarang keduanya dikumpulkan oleh aqidah yang satu yang tidak dicemari oleh sesuatu yang tercela.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Setelah setahun berlalu, terjadilah perpisahan yang sesudahnya tidak ada pertemuan lagi di dunia. Pada permulaan di tahun yang ke-8 Hijriyah, Zainab wafat karena penyakit kekurangan tenaga yang disebabkan kebanyakan darah yang eluar yang terjadi padanya sejak ia hijrah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;Abdul ’Ash pun menangis. Namun dia tetap bersabar sehingga membuat oarang yang ada di sekitarnya ikut menangis. Datanglah ayahnya Shalallahu ‘alaihi wassalaam dalam keadaan sedih. Beliau mempercayakan perawatan jenazah Zainab kepada para wanita dan berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;”Mandikanlah ia dengan bilangan yang ganjil, tiga kali atau lima kali. Campurkanlah kapur (wewangian) pada bagian yang akhir atau sedikit kapur (wewangian) Jika kalian telah memandikannya, beritahu aku.” Tatkala selesai memandikan, beliau memberikan sesobek kain dan bersabda: ”Pakailah kain ini untuknya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semoga Allah merahmati &lt;span style="color: rgb(255, 153, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Zainab Al-Kubra&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, puteri &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; Shalallahu ‘alaihi wassalaam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 162, 10);font-size:10pt;" lang="SV" &gt;yang sabar, senantiasa melawan kedzaliman serta berjihad. Semoga Allah membalasnya dengan segala kebaikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1237957652342761330-721307931283652586?l=resepihalaqah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/feeds/721307931283652586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1237957652342761330&amp;postID=721307931283652586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/721307931283652586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1237957652342761330/posts/default/721307931283652586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resepihalaqah.blogspot.com/2009/07/zainab-al-kubrra.html' title='ZAINAB AL- KUBRRA'/><author><name>Samudera Qaseh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_UZM3kN_wvRQ/S8PipjTkz5I/AAAAAAAAAM4/dCQn1i_H5vg/S220/eyes-wallpaper.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1237957652342761330.post-3600652144265103816</id><published>2009-07-03T07:55:00.000+08:00</published><updated>2009-07-03T08:51:29.763+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Tegakah hati untuk membunuh anak</title><content type='html'>&lt;h2 class="post_title"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://ummahat.co.cc/?p=102" rel="bookmark" title="Permanent Link to Adzab Neraka bagi Pembunuh Kucing Bagaimana dengan Pembunuh Anaknya?"&gt;Adzab N
